The headquarters of Bahrain’s main opposition party Al Wefaq is seen in this photo taken in Bilad Al Qadeem, west of Manama, on October 28, 2014. REUTERS/Hamad I Mohammed


Pengadilan Bahrain, pada hari Ahad, (17/07/2016)  memutuskan untuk membubarkan kelompok oposisi Syiah terbesar di negeri itu, Partai al-Wefaq serta dan menyita seluruh properti milik partai tersebut, demikian dilansir dari Reuters.

Kementrian Keadilan dan Hubungan Islam mengatakan bahwa pengadilan harus mengeluarkan perintah penutupan al-Wefaq untuk “menjaga keamanan kerajaan itu.”

Partai Al-Wefaq adalah kelompok oposisi terbesar yang menentang kebijakan Pemerintahan. Sebagaimana diketahui, mayoritas penduduk Bahrain adalah penganut Syiah tetapi pemerintahan dipimpin oleh Islam Sunni, yakni Raja Hamad bin Isa Alu Khalifah.

Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara Bahrain memutuskan penghentian aktivitas al-Wefaq setelah pengaduan Kementerian Kehakiman negara itu.

Departemen Kehakiman Bahrain menemukan Partai al-Wefaq tidak mematuhi peraturan. Al-Wefaq disebut telah menciptakan “lingkungan untuk terorisme, ekstremisme dan kekerasan serta panggilan untuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri, demikian dilansir dari Aljazeera.

Pengacara Al Wefaq, Abdulla al-Shamlawi mengatakan pada Associated Press (AP) bahwa dia mendapat surat dari pengadilan Bahrain. Dia mengatakan bahwa dokumen pengadilan berisi dakwaan bahwa Wefaq telah mengancam keamanan Bahrain sejak mereka didirikan pada 2001 dan juga ikut serta dalam demontrasi massal pada 2011.

Ratusan ribu penduduk Bahrain berkumpul pada Februari 2011 untuk meminta dilakukan reformasi demokratis dari keluarga kerajaan Khalifa. Partai tersebut mendesak untuk dilakukannya transisi menjadi demokrasi dan meminta diakhirinya kepemimpinan Raja Hamad bin Isa al-Khalifa.

Sumber : Reuters|Parstoday|Aljazeera/tabayyunnews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 463 kali, 1 untuk hari ini)