Demo Mesir_83465237423

Demo Mesir. REUTERS

Pendukung sepak bola di Mesir meradang lantaran keputusan pengadilan Mesir yang menjatuhkan hukuman mati terhadap 21 pendukung sepak bola Port Said hari ini. Mereka dituding menjadi pemicu kerusuhan yang menewaskan 74 orang.

Pengadilan Mesir juga menjatuhi hukuman penjara bagi 20 suporter lainnya dan membebaskan tujuh polisi dalam kejadian kerusuhan itu, seperti dilansir stasiun televisiAljazeera, Sabtu (9/3). Lima orang dijatuhi hukuman seumur hidup dan sepuluh lainnya dipenjara 15 tahun.

Korban tewas dalam kerusuhan tahun lalu itu kebanyakan anggota klub penggemar sepak bola bernama Ultras yang mendukung kesebelasan al-Masry di Kota Port Said.

Dua polisi senior juga dihukum 15 tahun penjara, termasuk mantan kepala Polisi Jenderal Essam Samak dan Brigadir Jenderal Muhammad Saad.

Peristiwa itu terjadi pada 1 Februari 2012 ketika pertandingan sepak bola final antara al-Masry dan al-Ahly, klub sepak bola bermarkas di Ibu Kota Kairo.

Para pendukung al-Masry melempari suporter al-Ahly dengan batu, botol, dan kembang api, setelah tim mereka menang. Banyak saksi melihat polisi tidak berbuat apa-apa untuk menghentikan kekerasan saat itu. Setelah kejadian itu Kairo dilanda kerusuhan berhari-hari.

[fas]mrdkcom, Reporter : Pandasurya Wijaya

Sabtu, 9 Maret 2013 20:45:00

(nahimunkar.com)

(Dibaca 660 kali, 1 untuk hari ini)