Imigran Afghanistan di Balikpapan

Jum’at, 5 Desember 2014 – 17:49 WIB

Hidayatullah.com—Belakangan ini, kedamaian ‘Kota Minyak’ Balikpapan sedikit terusik sejak diberitakan miring, khususnya terkait ulah imigran gelap asal Afghanistan.

Sebagaimana diketahui, seminggu ini ramai diperbincangkan di jejaring sosial terkait ratusan imigran gelap asal Afganistan yang masuk ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kedatangan pencari suaka asal Afghanistan ini rupanya menarik pehatian seorang pria yang kebetulan aparat keamanan setempat. Sebut saja Ahmad (30), awalnya mengetahui pemberitaan adanya pencari suaka di Balikpapan.

 

“Awalnya saya mengetahui berita di media kedatangan mereka dengan pesawat LION di kota ini. Nah, sejak itu saya penasaran untuk memantau gerak-geriknya, “ demikian ujar Ahmad padahidayatullah.com, Jumat (05/12/2014).

 

Ahmad merasa tertarik karena berdasarkan yang pernah ia baca, para imigran gelap ini tak punya paspor dan hanya berpegang sertifikat dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Asylum Seeker, di antara isinya mereka tak boleh mendekati akses ke bandara dan fasilitas dengan keamanan khusus lainnya, bahkan harus mendapat pengawalan petugas imigrasi.

 

“Kehadiran mereka bisa sampai ke sini ini pasti ada sesuatu,” ujarnya keheranan.

Dengan menggunakan alat kamera, ia bersama seorang temannya bergantian memantau para pencari suaka.

Berdasarkan pengamatan, Ahmad mendapat empat kesimpulan agak mencurigakan.

Pertama, mereka mengaku pelarian dan penindasan pemerintahan namun anehnya tidak ada satupun dari mereka membawa identitas dari negara mereka. Kedua, yang lebih anehnya lagi kedatangan mereka yang mengaku pencari suaka, namun tidak ada satupun yang membawa keluarganya (tidak ada wanita, anak-anak ataupun orangtua. Semuanya usia produktif, rata-rata pemuda antara umur 23-30. Ketiga, dalam perayaan Asyuro mereka ramai-ramai memperingati dengan meneriakkan “Ya Husein, Ya Husein,” ujarnya.

Selain tiga hal itu, Ahmad menemukan kecurigaan lain bahwa di antara mereka ada yang rajin berlatih bela-diri.

“Siapa mereka ini? Apa tujuannya?” demikian ujar Ahmad dengan penuh penasaran.

Yang tak kalah mencurigakan menurutnya, mengapa mereka yang seharusnya mendapat pengawasan ketat justru bisa lari dan naik pesawat?*

 

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.458 kali, 1 untuk hari ini)