umarabduh.blog.com

Inilah beritanya.

***

Cara Habib H mencabuli korbannya

JAKARTA– Mantan murid Habib H yang merupakan korban dugaan pencabulan oleh habib ‘H’ mengaku diiming-imingi harta materi serta janji-janji surgawi. Korban yang dicabuli saat masih berusia anak-anak ini mengamini keinginan terlarang habib tersebut.

Dari pengakuan korban, sang habib juga mengaku wali. Berbagai doktrin dilimpahkan kepada korbannya untuk melakukan tindak cabul.

AF (28), beserta adiknya FA (19) merupakan korban pencabulan dari Habib H. AF mulai mengikuti kelompok majelis pimpinan Habib H sejak 2002 dan memutuskan keluar pada 2006. Ia merasa ajaran Habib H mulai menyimpang.

“Saya melihat ajaran dia mulai aneh, seperti melarang sekolah dan kuliah, dulu saya gak kuliah selama enam hari,” kata AF Kamis (9/2).

Ia menjelaskan bahkan dalam ajarannya kita boleh membantah kepada orang tua dan harus mengikuti omongannya. Jika tidak mau, maka akan celaka. Habib H melakukan indoktrinasi kepada dirinya dan mengharuskan untuk cinta kepada Habib H.

Dalam melancarkan aksinya, Habib H mengundang korban untuk bertamu ke rumahnya dan mengajak ke kamar. Di kamar tersebut habib H mengaku Nabi dan mengatakan kepada korbannya untuk meluapkan nafsu pada si Habib.

“Habibnya bilang ia dapat membersihkan setan dalam hati. Bahkan habib mengatakan ‘anggap ane ini harem ente’, itu merusak pola pikir anak-anak,” kata AF di kantor KPAI, Jl Teuku Umar, Jakarta,Kamis(9/2).

PENOLAKAN terhadap kegiatan Majlis pimpinan Habib yang diduga Homo dan Cabul/ umarabduh.blog.com

Ia pun memutuskan untuk keluar dari pengajian tersebut pada 2006 dan menutupi peristiwa ini. Namun, adiknya ternyata juga menjadi korban Habib H.

“Kita selama ini tidak saling cerita, diam. Ternyata semakin merajalela,” ujar AF.

Korban yang kini sudah berusia 28 tahun itu menceritakan peristiwa cabul tersebut. “Salah satu doktrinnya ialah membersihkan setan dalam hati, surga, dan lain-lain,” ujarnya.

Selain janji-janji, korban juga kerap diberi uang serta harta materi lainnya usai memuaskan syahwat sang habib. Korban mengaku dicabuli sejak masih berusia 17 tahun.

“Kita dari orang biasa masih polos tidak tahu apa-apa, tapi kok lama-lama saya kepikiran ini kelewat batas,” ungkapnya.

Korban tidak berani menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua nya. Ia menyimpan aib ini sendiri. Namun peristiwa serupa juga menimpa adik kandung korban.

Ia geram dengan hal itu. Bahkan, adiknya pun mendapatkan perlakuan tindak cabul yang lebih parah ketimbang dirinya.

“Saya sudah tidak mau lagi, eh malah adik saya jadi korban juga malahan lebih parah,” katanya.

Ketika kasus tersebut mulai tercium masyarakat umum, korban beradik kakak ini memberanikan diri bersama korban-korban lainnya untuk melaporkan tindakan habib ‘H’ ke Polda Metro Jaya. (bilal/arrahmah.com) Bilal

Jum’at, 10 Februari 2012 11:26:15

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.584 kali, 1 untuk hari ini)