cipnang

  • Vanny Rossyane: Freddy Pakai Ruang Kalapas Bayar Rp 2 M.
  • Vanny Rossyane mengaku pernah ‘berpesta’ seks dan narkoba dengan terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman di dalam salah satu ruang di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta. Pengakuan itu pun kini menjadi sorotan dunia.
  • Perlu diketahui, Freddy divonis mati oleh majelis hakim yang diketuai Haswandi. Di persidangan, Freddy terbukti sebagai otak penyelundupan lebih 1 juta pil ekstasi dari Sen Chen, China, ke Jakarta.

***

  • Bejatnya moral itu jauh-jauh hari telah diancam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
  • إذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ .
  • Apabila zina dan riba telah tampak nyata di suatu negeri maka sungguh mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri-diri mereka. (Hadits Riwayat Al-Hakim dengan menshahihkannya dan lafadh olehnya, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi).
  • Ancaman adzab sudah nyata, namun bejatnya akhlaq manusia telah menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan di berbagai tempat di Indonesia.
  • Ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    • لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ فَيُعْلِنُوا بِهَا إلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا
    • Tidaklah merajalela kekejian di suatu kaum sama sekali, lantas mereka melakukan kemaksiatan secara terang-terangan kecuali mereka akan dilanda penyakit (wabah) tho’un dan penyakit yang belum pernah terjadi pada umat dahulu-dahulunya yang telah lalu. (HR Ibnu Majah, Abu Nu’aim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Ibnu ‘Asakir, hasan-shahih menurut Syaikh Al-Albani).

     

Inilah berita yang menunjukkan betapa bobroknya keadaan.

***

Vanny Rossyane `Pesta` Seks dan Sabu di LP Cipinang Disorot Dunia

Model majalah pria dewasa Vanny Rossyane mengaku pernah ‘berpesta’ seks dan narkoba dengan terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman di dalam salah satu ruang di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta. Pengakuan itu pun kini menjadi sorotan dunia.

Media internasional AFP memberitakan mudahnya Vanny masuk Lapas Cipinang seminggu 3 kali untuk membesuk kekasihnya Freddy Budiman. Disebut juga Vanny selalu dijamu di sebuah ruangan di lapas dan disuguhi sabu serta bercinta.

Dua media Australia, News.com.au dan The Australian, memberitakan hal serupa, Jumat (26/7/2013). Media Malaysia NewStraitTimes juga menulis pengakuan Vanny. Dalam situsnya memuat artikel yang berjudul ‘Indonesia prison system rocked by drug, sex scandal’.

“Saya datang pukul 11.00 WIB, terus di dalam ruangan kepala lapas itu sampai sekitar pukul 17.00 WIB. Kami lalu bercinta dan menggunakan sabu,” tutur Vanny dalam wawancara dengan Liputan 6 SCTV Kamis 25 Juli yang dimuat News.com.au.

“Ada 2 kamar, kami suka pindah-pindah. Salah satunya adalah ruang kepala penjara,” lanjut Vanny.

Pengakuan Vanny yang kontroversial sempat menuai caci maki di akun Twitter-nya. Beberapa merendahkan hubungan Vanny dengan Freddy dan yang lainnya meminta menyerukan agar kepala sipir itu dipecat.

Atas pengakuan Vanny yang blak-blakan membeber betapa mudahnya masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang tanpa pemeriksaan, menunjukkan kebobrokan Lapas Cipinang. Karena memiliki sistem penjagaan yang bobrok, Kepala Lapas Narkotika Cipinang Thurman Hutapea pun dicopot dari jabatannya.

Seorang juru bicara dari Kementerian Hukum dan HAM mengatakan, saat ini Thurman sedang diinvestigasi. “Dia diskors karena kita sedang menanyainya, berdasarkan laporan yang diterima Rabu. Kami akan menunggu hasil,” katanya.

Freddy Budiman (37) divonis mati pada 15 Juli oleh majelis hakim yang diketuai Haswandi. Di persidangan, Freddy terbukti sebagai otak penyelundupan lebih 1 juta pil ekstasi dari Sen Chen, China, ke Jakarta.

LP Cipinang, ketahuan memberikan fasilitas khusus kepada terpidana kasus narkoba Freddy yang mampu membayar. Penjara memberikan beberapa tahanan kamar pribadi yang besar dan memungkinkan mereka untuk membawa pembantu, furniture, AC dan televisi.

Kasus ini muncul 2 minggu setelah bobolnya penjara di LP Tanjung Gusta, yang ternyata berkapasitas lebih. Terpidana teroris termasuk di antara mereka yang melarikan diri. (Tnt/Mut) Oleh Tanti Yulianingsih

Posted: 26/07/2013 11:16 Liputan6.com,

***

Vanny Rossyane: Freddy Pakai Ruang Kalapas Bayar Rp 2 M

Oleh Raden Trimutia Hatta dan Ismoko Widjaja

Posted: 26/07/2013 00:03

Liputan6.com, Jakarta : Model majalah pria dewasa Vanny Rossyane blak-blakan soal bobroknya Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta, yang dihuni mantan kekasihnya yang juga terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman. Ia mengungkap berbagai fasilitas khusus yang bisa digunakan Freddy.

Salah satunya adalah sebuah ruangan bersofa dan memiliki televisi. Vanny mengaku, pernah diberitahu Freddy bahwa ruangan itu merupakan kantornya Kepala Lapas Narkotika Cipinang Thurman Hutapea.

“Aku nggak tahu yang namanya Thurman (Kalapas) itu yang mana, tapi jujur abang selalu bilang ini ruanganngya enak banget, katanya ini ruangan Kalapas,” beber Vanny saat berbincang denganLiputan6.com di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Vanny pun sempat bertanya kepada Freddy berapa biaya yang dikeluarkannya untuk dapat menggunakan ruang tersebut. Ternyata, Freddy bisa mengeluarkan uang sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.

“Aku tanya, emangnya Abang (Freddy) bayar berapa? ya Abang bisa ngeluarin Rp 1 M lebih, bisa Rp 2 M. Saya tanya dong, Abang dapat duit dari mana? ya dia bilang kerja, makanya handphone-nya dia ada 5,” ungkap Vanny.

Ia pun memaparkan ruangan yang dimaksudnya itu. Menurut Vanny, ruangan tersebut berada di luar ruang penghuni lapas.

“Dari ruang kantor (di depan), naik tangga, ruangannya yang pojok dekat kamar mandi. Kata abang sih itu ruangannya Kalapas. Saya iseng foto, ini loh fasilitasnya keren banget,” tuturnya.

Sementara Kalapas Narkoba Cipinang yang kini telah dicopot, Thurman Hutapea menampik apa yang disampaikan Vanny tersebut. Dirinya meminta hal itu diluruskan.

“Mohon diluruskan dulu. Saya belum jumpa beliau. Dia masuk dari samping. jangan bilang (ruang) kalapas. Saya punya ruangan. Ruangan saya terpisah dengan penghuni,” kata Thurman.

Freddy divonis mati oleh majelis hakim yang diketuai Haswandi. Di persidangan, Freddy terbukti sebagai otak penyelundupan lebih 1 juta pil ekstasi dari Sen Chen, China, ke Jakarta. (Mut/Ism)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.946 kali, 1 untuk hari ini)