Ilustrasi: Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Antara Foto/Sigid Kurniawan.

Pidato Presiden Jokowi yang dibacakan dalam sidang tahunan MPR RI 2019, Jum’at 16 Agustus 2019, dibuka dengan:

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi,

Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,

Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,

(Baca selengkapnya di artikel “Teks Lengkap Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2019”, https://tirto.id/egnu )

***

 

Salam Oplosan, Haram! Dapat Membatalkan Iman bagi Muslim

Masalah bahaya salam ‘oplosan’ telah dibahas panjang lebar beberapa kali, di antaranya di sini: (Arsip) Bisa Murtad dan Musyrik! Mengucapkan Salam Islam Disertai Salam Agama Lain

https://www.nahimunkar.org/arsip-murtad-dan-musyrik-mengucapkan-salam-islam-disertai-salam-agama-lain/

Intinya:

  • Salam Oplosan, Haram! Dapat Membatalkan Iman bagi Muslim. Lebih dahsyat bahayanya dibanding miras oplosan yang dapat mengakibatkan copotnya nyawa.
  • Islam jelas bertuhan satu, ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas. Dalam bahasa lain disebut monotheisme. Sedang monothetisme itu sangat dikecam oleh Hindu.

Kaum Hindu juga sangat membanggakan konsep Tuhan mereka yang bersifat pantheistik dan bukan monotheistik. Lebih jauh buku karya Ngakan Made Madrasuta berjudul “Tuhan, Agama dan Negara” (Media Hindu, 2010) menyatakan: “Monotheisme mengajarkan kebencian dan kekerasan, memecah belah manusia ke dalam apartheid orang beriman versus orang kafir. Tuhan pemecah belah. Pantheisme mengajarkan hal-hal sebaliknya; penghormatan terhadap seluruh makhluk hidup, semua manusia adalah satu keluarga, ahimsa, welas asih, Tuhan pemersatu.” (hal. 214).

Oleh karena itu, orang Islam yang mengucapkan salam Hindu, Om Swastiastu (yang itu kental dengan ketuhanan Hindu) maka dapat mengeluarkannya dari Islam alias bisa murtad dan musyrik. Na’udzubillahi min dzalik! Bila meninggal dalam keadaan tetap belum bertaubat, bila terhitung musyrik, maka haram masuk surga, dan kekal di nereka. Na’udzubillahi min dzalik!

{إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ} [المائدة: 72]

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al-Maaidah: 72).

Walaupun sama-sama sangat berbahaya antara salam oplosan dengan miras oplosan, namun sejatinya lebih berbahaya salam oplosan, karena jatuhnya ke syirik, menyekutukan Allah Ta’ala dengan lainnya, yang itu dosa paling besar dan tidak diampuni bila meninggal dalam keadaan belum bertaubat.


Kesimpulan

  • Mengucapkan salam Islam kepada hadirin yang ada muslimnya dan ada non muslimnya, tidak jadi persoalan.
  • Mengucapkan salam Islam kepada hadirin yang tidak ada muslimnya, menurut hadits riwayat Muslim tersebut tidak boleh mengawalinya/ tidak boleh memulai duluan.
  • Yang jadi persoalan adalah mengucapkan salam Islam disertai mengucapkan salam agama selain Islam. Itu dapat mengakibatkan murtad bahkan syirik, pelakunya disebut musyrik menyekutukan Allah Ta’ala dengan lainnya. Karena mengucapkan salam (selain salam Islam) yang berisi ketuhanan yang bertentangan dengan Tauhid, keesaan dan kemahasucian Allah Ta’ala.

Hakekatnya: Mengucapkan salam Islam disertai salam agama selan Islam pada hakekatnya adalah penodaan terhadap Islam secara terang-terangan. Bahkan bila disengaja atau bahkan disengaja agar ditiru, maka berarti punya misi pemurtadan secara massal. Mencontohi praktek salam Islam disertai salam agama selain Islam, resikonya mendapatkan dosa, masih pula memperoleh dosa dari para penirunya tanpa mengurangi dosa para penirunya. Betapa beratnya, menumpuk dosa. Orangnya (yang mencontohi itu) sudah meninggal pun bila ajaran atau contohnya itu masih dilakukan orang, maka tetap masih mendapatkan aliran dosa . Betapa beratnya. Maka sebaiknya para pelakunya (yang mencontohi itu) mengumumkan untuk mencabut dari kesalahannya dan bertaubat. Semoga saja.

HAJ/BR

(nahimunkar.com)
https://www.nahimunkar.org/arsip-murtad-dan-musyrik-mengucapkan-salam-islam-disertai-salam-agama-lain/

 

***

Membela Salam ‘Oplosan’ dengan Kilah-Kilah Batil, Dikhawatirkan Termasuk Sikap Munafik

 

Bagaimana kalau yang diucapkan itu bismillahirrahmanirrahiim, lalu salam Islam —Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh–, tapi kemudian ucapan Islami yang mengandung aqidah Tauhid (Meng-Esakan Allah), namun langsung dibantah sendiri dengan aqidah batil berupa ucapan kemusyrikan yang mengakui Tuhan lebih dari satu dalam bentuk salam milik agama selain Islam, yang salam itu mengandung Ketuhanan mereka (lebih dari satu) dan bermuatan mengecam Allah Subahanahu wa Ta’ala dengan kecaman sebagai Tuhan pemecah belah (menjadi mukmin dan kafir)?

Bila itu dipertahankan dan bahkan dikilahi macam-macam, maka dikhawatirkan terkena ayat 204 Surat Al-Baqarah.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (204)

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. (QS Al-Baqarah: 204)

Bahkan para pembelanya (walau hanya berkomentar di medsos) yang ngotot membela dengan kilah2 batil (misalnya menuduh sok benar sendiri terhadap orang yang mengingatkan bahwa salam oplosan itu membahayakan iman) dan tidak mau menerima kebenaran bahwa salam ‘oplosan’ (Salam Islam –Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh– disertai salam2 agama2 lain yang maknanya mengandung ketuhanan kemusyrikan) itu adalah membahayakan iman, bisa mencopot iman, bisa menjadi murtad dan keluar dari Islam; dikhawatirkan pula kengototan mereka itu termasuk terkena ayat 204 Surat Al-Baqarah tersebut.

Semoga faham dan menyadairnya, hingga semoga bertobat.

Ingatlah, hampir setiap Jum’at, khatib membaca ayat yang berupa wanti2, berpesan benar2, agar jangan sampai kalian mati kecuali dalam keadaan muslim, yaitu yang imannya benar.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} [آل عمران: 102]

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. [Al ‘Imran:102]

Imam Al-Baghawi (Mufassir As-Syafi’iyah) menjelaskan:

تفسير البغوي – طيبة (2/ 77)

{وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} أَيْ: مُؤْمِنُونَ، وَقِيلَ مُخْلِصُونَ مُفَوِّضُونَ أُمُورَكُمْ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

dan janganlah sekali-kali kamu sekalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Artinya: (dalam keadaan kalian) mukmin, dan dikatakan (dalam keadaan) ikhlas menyerahkan urusan-urusan kalian kepada Allah ‘Azza wa Jalla. (Tafsir Al-Baghawi 2/77 – Maktabah Syamilah).

***

Munafik Manis Mulutnya, Buruk Lakonnya, Sangat Keras Penentangannya terhadap Islam

Al Baqarah : 204

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ
Terjemah :
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.
Tafsir :
Perkataan fasih sebagian manusia, yaitu orang-orang munafik, menakjubkanmu wahai Rasul, padahal dengan perkataan tersebut mereka hendak mendapatkan bagian dunia bukan akhirat. Dia berani bersumpah dengan menyebut nama Allah sebagai saksi atas apa yang ada didalam hatinya bahwa dia mencintai Islam. Apa yang dilakukannya tersebut merupakan kelancangan yang luar biasa terhadap Allah, padahal yang bersangkutan sangat memusuhi dan membenci Islam dan kaum muslimin.

Asbabun Nuzul (sebab turunnya ayat):

Ibnu Jarir meriwayatkan dari as-Suddi, ia berkata : Ayat ini turun pada Akhnas bin Syuraiq, dia datang kepada Nabi dan menampakkan Islam sehingga Nabi dibuat kagum oleh ucapannya, kemudian dia keluar dari sisi Nabi dan pergi meninggalkan Madinah. Ketika dia melewati tanaman dan keledai milik orang-orang muslim, dia membakar tanaman dan menyembelih keledai mereka, maka Allah menurunkan ayat 204 ini./ Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Baqoroh 204

http://ibnuumar.sch.id/tafsir-al-muyasar-surat-al-baqoroh-201-210/

 

الوجيز للواحدي (ص: 159)

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (204)

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. (QS Al-Baqarah: 204)

{ومن الناس مَن يعجبك قوله} يعني: الأخنس بن شريق وكان منافقاً حلو الكلام حسن العلانية سيئ السَّريرة وقوله {في الحياة الدنيا} لأنَّ قوله إنَّما يعجب النَّاس في الحياة الدُّنيا ولا ثواب له عليه في الآخرة {ويشهد الله على ما في قلبه} لأنَّه كان يقول للنبي صلى الله عليه وسلم: واللَّهِ إنِّي بك لمؤمنٌ ولك محبٌّ {وهو ألدُّ الخصام} أَيْ: شديد الخصومة وكان جَدِلاً بالباطل

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya mengagumkanmu, yaitu Al-Akhnas bin Syuraiq, ia adalah orang munafik manis bicara dan bagus penampilannya tapi buruk kepribadiannya. Firmannya فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا mengenai kehidupan dunia, karena perkataannya hanyalah mengagumkan manusia dalam hal kehidupan dunia dan tidak ada pahala baginya di akherat. وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ
dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, karena dia berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: wallahi sesungguhnya aku benar2 beriman kepadamu dan benar2 cinta kepadamu.
وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ
padahal ia adalah penantang yang paling keras. Yaitu sangat keras penentangannya dan dia mendebat dengan (kilah) yang batil. (Tasir Al-Wajiz oleh Al-Wahidi halaman 159/ Maktabah Syamilah).

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 233 kali, 1 untuk hari ini)