Ilustrasi

.

  • GP Ansor kerahkan 32.000 orang Banser (barisan ansor serba guna) untuk apa yang mereka sebut mengamankan perayaan natalan. Padahal bukan keadaan darurat, sedang petugas keamanan pemerintah dikerahkan 192 ribu personil, suatu jumlah yang sangat besar.
  • Di zaman penjajahan Belanda, pihak Kristen dan Katolik telah dimanjakan oleh penjajah dengan cara yang sangat menyakitkan bagi umat Islam. Kini tampaknya diulangi pula di zaman setelah merdeka sekian lama. Kaum kafir ahli kitab itu sebegitu dimanjakannya, sedang Umat Islam dibunuhi tanpa prosedur hukum, dan diberi stigma bahkan diposisikan seolah sebagai tertuduh.

Lihat di zaman penjajahan Belanda, bagaimana Kristen dan Katolik itu dimanjakan. Missionaris pun didatangkan secara resmi oleh pemerintahan Belanda, ditambah pula dana yang jauh sangat berlipat-lipat dibanding terhadap Islam. Bisa disimak data berikut:

Subsidi dalam tahun (jumlah f – Gulden)

———————————————————————————–

Agama     1936       1937      1938          1939

————————————————————————————

Protestan  686.100   683.200      696.100       844.000

Katolik    286.500   290.700      296,400       335.700

Islam       7.500     7.500        7,500         7.600

___________________________________________________________

Sumber: Staatsblad 1936: No. 355 hal 25, 26; 1937 No. 410, hal 25,26; 1938: No. 511, hal 27,28; 1939: No. 593, hal 32, dikutip Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, LP3ES, cetakan II, 1985, hal 39.

Penjajah Belanda yang memanjakan Kristen dan Katolik sambil menyakiti Umat Islam itu tampaknya kini diteruskan pula walau tidak persis caranya.

Dalam perayaan natalan sekarang (2013) betapa  sangat istimewa golongan kristen di Republik ini, mendapatkan pengamanan yang begitu hebat,  sampai-sampai Panglima TNI Jenderal Moeldoko beserta Kapolri Jenderal Sutarman, harus menghadiri perayaan Misa Natal di Gereja Katedral, Selasa (24/12/2013) malam.

Seperti tak mau kalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan Jendral Moeldoko dan Jendral Sutarman, Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 19.45 WIB. Bahkan,  Gerakan Pemuda Ansor pun harus mengerahkan 32.000 Banser mengamankan misa di gereja-gereja. Seperti Natal dalam keadaan darurat dan ancaman yang sangat luar biasa oleh kelompok “teroris”.

Untuk mengamankan perayaan Natal, GP Ansor menurunkan 32.000 orang Banser di beberapa wilayah Indonesia.

“Jabotabek ada 78 gereja yang minta kepada Ansor dijaga pengamanannya, kita kerahkan masing-masing gereja 30 anggota banser, total sekarang sudah diterjunkan 1000 jabotabek,” ujar Ketua DPP Ansor, Tb Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Selasa (24/12/2013).

Ia menjelaskan, selain di Jabodetabek, GP Ansor juga menerjunkan 5000 orang Banser di wilayah Jawa Barat (Jabar), 10.000 orang Banser di Jawa Tengah (Jateng), 25.000 Banser di Jawa Timur (Jatim), 500 Banser di Sulawesi Utara, 500 Banser di Sulteng.

Sebegitu bersemangatnya orang-orang GP Ansor dari NU itu dalam keadaan bukan darurat dan sudah dikerahkan banyak sekali petugas pemerintah, namun mereka ikut nimbrung berkaitan dengan upacara kafirin ahli kitab. Sementara itu sering kita dengar, kelompok sejenis itu membubarkan pengajian Umat Islam. Apakah tidak menyakiti Umat Islam dan menyenangkan orang kafir?

 Umat Islam yang sudah dituntun oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kitab suci Al-Qur’an dan petunjuk As-Sunnah hendaknya kembali kepada tuntunan dari Alah Ta’ala untuk kebahagiaan dunia dan akherat itu. Di antaranya ayat-ayat ini.

{ لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ } [آل عمران: 186]

186. kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar, dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk urusan yang patut diutamakan.(QS Ali ‘Imran: 186)

Disamping itu, banyaknya orang yang bangga tanpa mempedulikan rusaknya aqidah, perlu disikapi dengan mruuk tuntunan ayat ini:

تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ !وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-Maidah: 80-81)

Ibn Taimiyah berkata tentang ayat ini: “penyebutan jumlah syarat mengandung konsekuensi bahwa apabila syarat itu ada, maka yang disyaratkan dengan  kata “seandainya” tadi pasti ada, Allah berfirman:

 وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ

“sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong”.

Ini menunjukkan bahwa iman tersebut menolak penobatan orang-orang kafir sebagai wali-wali (para kekasih dan penolong), tidak mungkin iman dan sikap menjadikan mereka sebagai wali-wali bertemu dan bersatu dalam hati. Ini menunjukkan bahwa siapa yang mengangkat mereka sebagai wali-wali, berarti belum melakukan iman yang wajib kepada Allah, nabi dan apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an)” (Ibn Taimiyah, Kitab al-Iman, 14)

Adapun tentang hebatnya pengamanan untuk kaum kafir Ahli Kitab dalam perayaan mereka, inilah beritanya.

***

 

Jendral Moeldoko, Jendral Sutarman, GP Ansor Mengamankan Natal

 

JAKARTA- Betapa  sangat istimewa golongan kristen di Republik ini, mendapatkan pengamanan yang begitu hebat,  sampai-sampai Panglima TNI Jenderal Moeldoko beserta Kapolri Jenderal Sutarman, harus menghadiri perayaan Misa Natal di Gereja Katedral, Selasa (24/12/2013) malam.

Seperti tak mau kalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan Jendral Moeldoko dan Jendral Sutarman, Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 19.45 WIB. Bahkan,  Gerakan Pemuda Ansor pun harus mengerahkan 32.000 Banser mengamankan misa di gereja-gereja. Seperti Natal dalam keadaan darurat dan ancaman yang sangat luar biasa oleh kelompok “teroris”.

Dalam kesempatan kunjungannya itu, Sutarman mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengamankan jalannya peraayan malam natal. Untuk itu, ia menjamin tidak ada gangguan malam ini dan kedepannya.

“Kita lakukan langkah-langkah antisipatif preventif terhadap kelompok-kelompok yang radikal, sehingga disamping kita ajak tidak melakukan aksinya. Kita juga tetap pantau,” kata Sutarman.

Ia melanjutkan, kedatangannya bersama dengan panglima TNI untuk mengecek persiapan keamanan di gereja. Di samping itu, Sutarman yakin akan berjalan aman untuk malam natal dan tahun baru nanti.

“Saya dengan panglima, seluruh jajaran menjamin perayaan natal dan tahun baru aman, kita lakukan prevention. Kita kerahkan sekira 192 ribu langsung di gereja dan tempat ibadah lain yang perlu diamankan,” ujarnya.

Sementara Moeldoko mengaku siap untuk membantu Polri guna mengamankan jalannya malam natal serta tahun baru nanti. “Kita bisa lihat kerjasama dengan baik, saya monitor sama kondisinya seperti ini, saya cek,” tandas Moeldoko.

Dibagian lain, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menerjunkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk mengamankan perayaan malam Natal. Untuk mengamankan perayaan Natal, GP Ansor menurunkan 32.000 orang Banser di beberapa wilayah Indonesia.

“Jabotabek ada 78 gereja yang minta kepada Ansor dijaga pengamanannya, kita kerahkan masing-masing gereja 30 anggota banser, total sekarang sudah diterjunkan 1000 jabotabek,” ujar Ketua DPP Ansor, Tb Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Selasa (24/12/2013).

Ia menjelaskan, selain di Jabodetabek, GP Ansor juga menerjunkan 5000 orang Banser di wilayah Jawa Barat (Jabar), 10.000 orang Banser di Jawa Tengah (Jateng), 25.000 Banser di Jawa Timur (Jatim), 500 Banser di Sulawesi Utara, 500 Banser di Sulteng.

“Kita sama-sama koordinasi dengan pihak kepolisian. Apa yang kita lakukan pengamanan semata-mata kepada publik membangun kerukunan umat beragama,” katanya. Menurutnya, partisipasi Ansor dalam mengamankan malam perayaan Natal sebagai bentuk rasa toleransi antar umat beragama.

“Kewaspadaan sangat penting, ingin menunjukkan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana umat islam toleran terhadap umat kristiani, soal bagaimana semangat toleransi,” imbuhnya. Ace juga mengatakan, sejauh ini Ansor belum melihat adanya acaman gangguan keamanan yang akan terjadi. Namun Ansor tetap meminta semua pihak untuk berwaspada.

Sungguh golongan kristen di Indonesia mendapatkan begitu luar biasa perhatian dari pemerintah, tidak seperti golongan Islam yang justru terus mendapatkan stigma buruk sebagai kelompok radikal dan “teroris”. hh/wb (voa-islam.com) Rabu, 21 Safar 1435 H / 25 Desember 2013 03:45 wib

***

{ لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ } [آل عمران: 186]

186. kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar, dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. jika kamu bersabar dan bertakwa, Maka Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk urusan yang patut diutamakan.(QS Ali ‘Imran: 186)

(nahimunkar.com)  

(Dibaca 1.429 kali, 1 untuk hari ini)