• Profesor Bambang Widodo Umar: Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan Densus 88 kepada sejumlah terduga teroris memang sudah keterlaluan.

Demo tuntut bubarkan densus88_83467523682

Ilustrasi/ sindikasinet

JAKARTA — Pengamat kepolisian dari Universitas Indonesia (UI), Profesor Bambang Widodo Umar mendukung pemikiran Detasement Khusus (Densus) 88 dinonaktikan. Menurut dia, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan Densus 88 kepada sejumlah terduga teroris memang sudah keterlaluan.

“Ini abuse of power, tanggung jawab kekuatan yang dimiliki oleh Densus 88 tak dapat mereka jaga dengan baik. Akibatnya banyak penyiksaan dan pelanggaran HAM yang dialami terduga teroris,” ujar dia saat dihubungiRepublika Kamis (28/2).

Menurutnya, sering terjadinya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan baik itu Densus 88 ataupun lainnya disebabkan oleh tidak ada batasan jelas pada sebuah penanganan terorisme. Dia memandang, pelaku teror yang sudah kadung dikenal sebagai penjahat kelas kakap, membuat polisi bertindak seenaknya kepada mereka.

Dalam definisinya, kekerasan memang halal dilakukan oleh Densus 88 kepada teroris tapi itu pun dengan satu syarat.“Kalau anggota sudah dalam posisi terancam semisal pistol teroris menempel di jidat petugas Densus, baru kekerasan boleh dipraktekan itu pun atas dasar membela diri,” kata dia.

Dia menambahkan, urusan teroris melakukan kekerasan kepada Densus padahal tidak dalam ancaman itu resiko petugas. Pasalnya, dengan kekuatan senjata, aturan yang mendukung serta lembaga yang kuat, Densus lebih terproteksi ketimbang teroris. Untuk itulah, dengan adanya wacana pembubaran Densus 88 ini, dia mengaku sangat mendukung.

Reporter : Gilang Akbar Prambadi

Redaktur : Hafidz Muftisany

REPUBLIKA.CO.ID Kamis, 28 Februari 2013, 15:40 WIB

***

Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

***

Dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. An-Nasa-i (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS An-Nisaa’/4: 93)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 683 kali, 1 untuk hari ini)