Pengamat: Gibran Harus Dihadirkan di Persidangan Kasus Bansos

  • Muslim menyayangkan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum memeriksa Herman Hery, Madam dan Gibran dalam dugaan kasus korupsi. “Padahal publik meminta KPK untuk segera memeriksa Herman Hery, Madam, dan Gibran,” jelas Muslim.

     


Ilustrasi. NU 1930 Haramkan Sedekah Bumi (Adat Sesajen), NU 2020 Usung Kemusyrikan Pimpin Ruwatan Gibran Calon Walikota Solo/ foto dok it nm, Posted on 14 November 2020 by Nahimunkar.org

 

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka (Gibran) harus dihadirkan dalam persidangan dalam kasus korupsi bansos. Kehadiran Gibran di persidangan untuk mengkonfirmasi kasus korupsi bansos adanya rekomendasi pembelian goodie bag di PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex

 

Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada www.suaranasional.com, Kamis (10/6/2021). “Dalam persidangan bansos Rabu (9/6/2021) teruangkap rekomendasi Kemensos untuk membeli goodie bag di PT Sritex. Nama Gibran disebut-sebut ikut merekomendasikan untuk membeli goodie bag ke PT Sritex,” ungkapnya.

 

Menurut Muslim, persidangan korupsi bansos makin membuka kebenaran hasil investigasi majalah Tempo dalam mengungkap kasus ini. “Satu persatu persidangan kasus bansos terungkap pemainnya termasuk jajaran petinggi di Kemensos,” papar Muslim.

Gibran sudah membantah merekomendasikan goodie bag, kata Muslim tidak bisa menjadi dasar hukum. “Semua keputusan ada persidangan. Baik terlibat atau tidak bisa dibuktikan di persidangan termasuk menghadirkan para saksi,” jelas Muslim.

 
 

Muslim menyayangkan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum memeriksa Herman Hery, Madam dan Gibran dalam dugaan kasus korupsi. “Padahal publik meminta KPK untuk segera memeriksa Herman Hery, Madam, dan Gibran,” jelas Muslim.

 

Sidang kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) untuk penanganan Covid-19 masih terus berlanjut. Sidang ini berkaitan dengan terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (9/6).

 

Dalam sidang tersebut, salah satu saksi, Direktur PT Andalan Pesik International Rocky Josep Pesik mengaku diarahkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membeli tas kain atau goodie bag dari PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex terkait pekerjaan bansos Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

 

Andalan Pesik merupakan salah satu perusahaan penyedia bansos sembako Covid-19 dengan jumlah kuota 115 ribu paket. Perusahaan ini menyediakan bansos sembako untuk Jabodetabek dengan nilai Rp30 miliar.

 
 

Head Corporate Communication Sri Rejeki Isman Joy Citradewi mengatakan perusahaan memang bertindak sebagai salah satu supplier. Namun hal ini tidak berkaitan dengan adanya rekomendasi dari putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming.

 

“Kami memang salah satu supplier tas Kemensos, namun jika dikaitkan atas rekomendasi Gibran itu tidak benar,” kata Joy, Senin (21/12/2020) dikutip CNBC Indonesia.

 

“Pihak Sritex dihubungi oleh pihak Kemensos mengenai kebutuhan tas ‘goodiebag’ pada bulan April 2020 lalu. Pemesanan tersebut telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Joy.

 

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comKamis, Juni 10, 2021 Hukum

***


Binasanya Orang Orang Sebelum Kalian, Pencuri “Terhormat” Dibiarkan


Posted on 21 Oktober 2016

by Nahimunkar.org


Posted on Apr 7th, 2016 – by nahimunkar.org

Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan.

Binasanya orang sebelum Islam dulu, pencuri “terhormat” dibiarkan

Dalam hadits shahih ada riwayat terkenal:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

(( إنَّمَا أهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيِهمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ ، أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ ، وَايْمُ اللهِ لَوْ أنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا )) . متفق عَلَيْهِ . رياض الصالحين (2/ 277)

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu binasa karena bila
ada orang mulia diantara mereka yang mencuri, mereka membiarkannya; dan bila orang lemah yang mencuri, maka mereka tegakkan hukum atasnya. Demi Allah, andaikata Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” [Hadits Riwayat Al-Bukahri, Ahdits Al-Anbiya 3475. Muslim, Al-Hudud 1688].

Riwayat shahih yang lebih komplit:

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الَّتِي سَرَقَتْ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ الْفَتْحِ فَقَالُوا مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ فِيهَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمَّا كَانَ الْعَشِيُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاخْتَطَبَ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَإِنِّي وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ثُمَّ أَمَرَ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقُطِعَتْ يَدُهَا

Dari ‘Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa

saat penaklukan Kota Makkah di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang-orang Quraisy pernah kebingungan mengenai masalahnya seorang wanita (mereka) yang ketahuan mencuri. Maka mereka berkata, “Siapa kiranya yang berani mengadukan permasalahan ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”

Maka sebagian mereka mengusulkan, “Siapa lagi kalau bukan Usamah bin Zaid, orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Lalu wanita itu dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Usamah bin Zaid pun mengadukan permasalahannya kepada beliau.

Tiba-tiba wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berubah menjadi merah seraya bersabda:

أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ

“Apakah kamu hendak meminta syafa’at (keringanan) dalam hukum Allah (yang telah ditetapkan)!”

Maka Usamah berkata kepada beliau, “Mohonkanlah ampuanan bagiku wahai Rasulullah.”

Sore harinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah, setelah memuji Allah dengan ujian yang layak untuk-Nya, beliau bersabda:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَإِنِّي وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

“Amma Ba’du. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah manakala ada orang yang terpandang (terhormat) dari mereka mencuri, maka merekapun membiarkannya.

Namun jika ada orang yang lemah dan hina di antara mereka ketahuan mencuri, maka dengan segera mereka melaksanakan hukuman atasnya.

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, sungguh aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Akhirnya beliau memerintahkan terhadap wanita yang mencuri, lalu dipotonglah tangan wanita tersebut.” ( Sumber: HR Muslim, Hadist No.: 3197,  Kitab: Hudud).

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 137 kali, 1 untuk hari ini)