• Jokowi-JK Dapat Telur di 20 TPS Bangkalan

“Ada 20 TPS yang nol hasil perolehan suaranya untuk pasangan capres/cawapres Jokowi-JK,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan, Rabu malam.

Ke-20 TPS tersebar di lima kecamatan, yakni Burneh, Tanah Merah, Galis, Klampis dan Konang.

Di lain tempat, menurut pengamat, Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah panik mulai dari pelaksanaan sampai pasca-pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli kemarin.
Inilah beritanya.

***

Pengamat: Jokowi-JK Sudah Panik

Oleh: Dedy Helsyanto

nasional – Senin, 14 Juli 2014 | 13:40 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, menilai Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah panik mulai dari pelaksanaan sampai pasca-pemilihan presiden (pilpres) 9 Juli kemarin.

Kepanikan terlihat mulai dari quick count sampai real count yang dilakukan kubu Jokowi-JK. Lembaga survei yang memenangkan Jokowi ternyata belakangan diketahui merangkap menjadi konsultan politik Jokowi.

“Dan ini menyebabkan keabsahan hasil quick countnya dipertanyakan publik, ini merupakan tanda kepanikan Jokowi mulai dari pelaksanaan pilpres kemarin,” ujar Pangi kepada INILAHCOM, Senin (14/7/2014).

Karena quick count dipertanyakan keabsahannya, membuat real count yang dilakukan kubu Jokowi juga dipertanyakan.

Berbeda dengan real count yang dilakukan pasangan Prabowo-Hatta oleh PKS. Kredibilitasnya tidak lagi dipertanyakan karena biasanya real count PKS selisihnya tidak jauh meleset bila dikomperatifkan dengan hasil real count KPU.

“Dan sudah terbukti di pilkada-pilkada di beberapa daerah,” imbuhnya.

Bentuk kepanikan Jokowi-JK itu semakin terlihat melalui sikap Burhanuddin Muhtadi yang lembaga surveinya (Indikator Politik) memenangkan Jokowi-JK melakukan pendiktean terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Burhanuddin mendikte KPU, seolah olah KPU salah kalau hasil quick countnya (Indikator Politik) berbeda dengan hasil real count KPU 22 Juli besok. Ini semakin memperjelas kepanikan Jokowi-JK,” tandasnya. [rok]

***

Jokowi-JK Dapat Telur di 20 TPS Bangkalan

Oleh:

nasional – Kamis, 17 Juli 2014 | 10:28 WIB

INILAHCOM, Bangkalan – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan, Jawa Timur, Fauzan Djakfar, mengakui memang ada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) yang perolehan suara nol untuk pasangan capres/cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Ada 20 TPS yang nol hasil perolehan suaranya untuk pasangan capres/cawapres Jokowi-JK,” katanya, Rabu malam.

Ke-20 TPS tersebar di lima kecamatan, yakni Burneh, Tanah Merah, Galis, Klampis dan Konang.

Di 20 TPS tersebut, saksi dari pasangan capres nomor urut 2 itu memang ada dan hadir secara langsung di lokasi TPS, termasuk saksi dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

“Setelah saya tanya, saksi paslon nomor urut itu ternyata tidak menjoblos di tempat mereka bertugas, tapi di rumah mereka masing-masing,” tutur Fauzan.

Dengan demikian, wajar apabila dalam TPS tersebut tidak ada suara Jokowi-JK, kendatipun ada saksi dari pasangan calon itu di TPS tersebut.

Pernyataan Ketua KPU Bangkalan ini disampaikan untuk menyikapi adanya tim pemenangan Jokowi-JK dari Jakarta yang turun langsung ke Bangkalan untuk melakukan penelitian dan pengumpulan alat bukti terkait kosongnya perolehan suara Jokowi-JK di 20 TPS itu.

Salah satu tim pemenangan Jokowi-JK di Jakarta yang datang secara langsung ke Bangkalan ialah politikus senior PDI Perjuangan Cahyo Kumolo. Bahkan yang bersangkutan juga sempat hadir secara langsung ke lokasi rekapitulasi manual hasil perolehan suara pilpres yang digelar di Aula PKPN Bangkalan, Rabu (16/7).

“Selain ingin menyaksikan secara langsung proses rekapitulasi, saya juga datang untuk mengumpulkan bukti-bukti, terkait adanya 20 TPS yang nol persen dari suara Jokowi-JK ini,” jelasnya.

Pemilu presiden 9 Juli 2014 di Bangkalan digelar di 2.549 TPS yang tersebar di 281 desa/kelurahan di 18 kecamatan dengan jumlah calon pemilih sebanyak 966.428 orang.

Pilpres di Bangkalan kali ini melibatkan sebanyak 18.781 penyelenggara pemilu, meliputi 17.843 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), 843 panitia pemungutan suara (PPS), 90 anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan lima anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Jumlah petugas yang diterjunkan guna mengamankan pelaksanaan pemungutan suara ini sebanyak 419 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dengan jumlah pengawas sebanyak 619 orang. Mereka itu terdiri dari 562 anggota panitia pengawas lapangan (PPL) dan pengawas relawan, 54 anggota panitia pengawas kecamatan dan lima anggota panwaslu.

Pilpres 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, yakni pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. [ant/rok]

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 4.191 kali, 1 untuk hari ini)