KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat terorisme Muhammad Luthfi Zuhdi menyatakan bahwa pengkafiran terhadap orang lain merupakan salah satu sumber kekerasan. Dia menyatakan bahwa takfiri pertama dilakukan oleh Syiah.

“Sumber kekerasan itu adalah antara lain pengkafiran kepada orang lain,” kata Luthfi Zuhdi dalam acara peluncuran buku di Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Selasa (29/09).

Dalam sejarah, Luthfi menjelaskan bahwa pengkafiran pertama di tengah umat Islam terjadi saat wafatnya Nabi Muhammad. Setelah Rasulullah wafat, para sahabat berkumpul untuk memilih pemimpin baru. Mereka meninggalkan jasad Nabi Muhammad yang diurus oleh keluarga dekatnya saja.

Syiah kemudian mengkafirkan orang-orang yang meninggalkan jasad Nabi tersebut. “Pertama kali pengkafiran kepada umat Islam ini dilakukan oleh Syiah,” kata Luthfi.

Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah Program Pasca Sarjana UI itu menjelaskan bahwa Syiah mempunyai sistem politik bernamawilayatul faqih. Dengan sistem itu, ajaran yang pusat penyebarannya di Iran tersebut akan berusaha menetapkan pemimpin dari tokoh mereka sendiri.

Syiah pun, menurut Luthfi, menyimpan potensi radikal. Pasalnya, mereka akan berusaha untuk menegakkan negara mereka. Namun, ketika mereka belum besar mereka akan berusaha menjaga diri dengan bertaqiyah.

Dia pun menegaskan bahwa Syiah di Indonesia merupakan kelompok takfiri. “Di Indonesia termasuk yang mengkafirkan juga, itsna asyariyah kan,” pungkasnya.

Reporter : Imam S.

Editor: Rudy

Red : kiblat.net

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 2.484 kali, 1 untuk hari ini)