Ilustrasi oleh viewphotos.org berdasarkan pencarian google

TERNATE, MALUKU UTARA – Keberadaan sekte sesat Syiah tidak hanya meresahkan kaum Muslimin yang ada di Sampang Madura, Jawa Timur, namun juga membuat resah  masyarakat Muslim yang ada di tempat lain di Indonesia.

Keresahan yang akhirnya menimbulkan gesekan, sebagaimana yang terjadi di Sampang Madura tersebut, juga terjadi di Ternate Maluku Utara beberapa waktu lalu.

Koresponden voa-islam.com di Ternate menyebutkan bahwa keberadaan komunitas sekte Syiah yang berjumlah sekitar 20 orang di desa Jerbes kabupaten Ternate Utara telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat dikarenakan mereka melakukan praktek ibadah yang tidak lazim dilakukan oleh kaum Muslimin pada umumnya.

Khawatir akan menyebarnya ajaran sesat tersebut maka pada tanggal 25 Januari 2012 masyarakat Muslim desa Jerbes melakukan  pengusiran terhadap permukim Syiah yang ada di desa tersebut.

Para pengikut Syiah dari desa Jerbes saat ini diamankan oleh pihak keamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tata cara shalat berbeda

Menurut ketua MUI kota Ternate Bujang Hasan (65 tahun) kepada koresponden Voa-islam.com mengatakan bahwa, ajaran Syiah di Maluku utara dibawa oleh Kakek dari Nawawi Taher (pemimpin kelompok syiah di Ternate sekarang) yang sekaligus menjadi imam bagi kelompok Syiah di Maluku Utara. Dahulunya Syiah di Ternate dalam beribadah masih mau bergabung dengan masyakat Muslim Sunni dan praktek ibadahnyapun sama dengan Islam Sunni.

Tetapi aliran Syiah yang sekarang diajarkan dan dipraktekkan oleh Nawawi Taher (40 tahun) sudah berbeda dengan Syiah yang dibawa oleh kakeknya dulu. Para pengikut Syiah saat ini tidak lagi mau menjadi makmum dari kelompok Islam Sunni. Dan dalam praktek sholat juga berbeda dengan yang dipraktekkan oleh golongan Sunni.

Bujang Hasan mencontohkan, bahwa dalam sholat kelompok Syiah pada posisi setelah Takbiratul Ihram tangannya tergantung lemas di samping kiri dan kanan paha (tidak bersedekap di dada).

Hal lainnya menurut Bujang, pada setiap dua rokaat duduk antara dua sujud diwajibkan membaca doa qunut versi Syiah.

MUI kota Ternate larang kegiatan Syiah.

Untuk menghindari terus terjadinya konflik antara kedua belah pihak, sejak kejadian tanggal 25 januari 2012 lalu, dimana kelompok Syiah diusir oleh masyarakat Muslim desa Jerbes, maka MUI kota Ternate mengeluarkan keputusan menghentikan semua kegiatan kelompok Syiah di Kota Ternate. Keputusan ini sendiri diambil berdasarkan fatwa dari MUI pusat tahun 1984 yang melarang perkembangan Syiah di Indonesia.

Langkah MUI kota Ternate yang berani menghentikan kegiatan kelompok sekte sesat Syiah hendaknya juga diikuti oleh MUI lain di Maluku khususnya dan Indonesia secara umum. Sebab tidak menutup kemungkinan para pengikut sekte sesat Syiah juga berada di tempat-tempat lain di Maluku.

Jika ajaran sekte sesat Syiah dibiarkan berkembang maka  akan menyebar dan merusak pemahaman Islam kaum Muslimin dan tidak menutup kemungkinan akan melahirkan konflik di tengah masyarakat seperti yang terjadi di Sampang Madura Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Kaum Muslimin juga harus bersatu untuk membasmi ajaran sekte sesat Syiah dan tidak membiarkannya berkembang di tengah masyarakat. (AF) Jum’at, 10 Feb 2012(voa-islam.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 967 kali, 1 untuk hari ini)