Penggunaan kata Allah dalam Alkitab dilarang di Selangor


– Sultan Sharafuddin

Dia mengatakan bahwa adalah kewajiban umat Islam untuk membatasi penggunaan kata Allah jika ada unsur pelecehan atau penghinaan terhadap kata Allah. – File foto / BERNAMA

 

SHAH ALAM: Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah menunjukkan bahwa penggunaan kata Allah dalam terjemahan Alkitab Melayu atau mencetak buku dan tulisan Kristen semacam itu dalam bentuk apa pun dilarang keras di negara bagian itu.

Ia mengatakan hal itu mengacu pada putusan Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur atas kasus RUU Jill Ireland binti Lawrence terhadap Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Malaysia belum lama ini.

“Saya tegaskan kembali posisi saya bahwa kata Allah adalah kata suci umat Islam dan hanya dapat digunakan untuk merujuk pada Satu Tuhan Yang Sejati yang memiliki atribut kesempurnaan.

“Kata Allah tidak boleh ditempatkan di tempat yang salah atau digunakan selain makna Tuhan Yang Maha Esa yang menjadi dasar keimanan umat Islam,” ujarnya dalam sebuah postingan yang dibagikan di Facebook Kantor Kerajaan Selangor di sini, Selasa. .

Namun, dia mengatakan bahwa jika kata Tuhan digunakan sebagai terjemahan dari kata Tuhan, dia tidak keberatan menggunakan kata Tuhan.

Sultan Sharafuddin juga memerintahkan para non-Muslim di Negara Bagian Selangor untuk selalu mematuhi dan mematuhi larangan penggunaan kata Allah sebagaimana diatur dalam Pengesahan Agama Non-Muslim (Kontrol Pembangunan Diantara Muslim, 1988) yang ditetapkan pada tanggal 7 Juli 1988.

Lebih lanjut dia mengatakan, itu termasuk larangan penggunaan beberapa kata lain yang diabadikan di bawah Pengesahan Agama Non-Muslim untuk tujuan komersial dan untuk tujuan penamaan tempat bisnis atau bangunan.

“Sebagai Pimpinan Agama Islam Selangor, saya akan tetap mempertahankan kesucian kata Allah karena menjaga kesucian kata Allah adalah tuntutan agama dan tanggung jawab saya sebagai Firman Allah SWT dalam ayat 65 surat at-Taubah yang melarang mengejek dan mengejek kata Allah: Yang artinya: “Katakan, apakah nama Allah dan ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya yang kamu ejekan dan diolok-olok?”

“Apa gunanya saya menjadi ketua Agama Islam Selangor jika gagal menjamin kemuliaan firman Allah dan kemurnian Islam tidak dinodai oleh mereka yang punya agenda sendiri,” ujarnya.

Ia pada saat yang sama juga menegaskan bahwa masyarakat Selangor dapat menghormati keyakinan agamanya dan tidak mencoba menyentuh kepekaan agama masing-masing yang dapat merusak persatuan rasial di negara bagian tersebut.

“Jika umat Islam bisa menghormati pemeluk agama lain dengan tidak mencampuri urusan yang berkaitan dengan agamanya, maka saya juga menghimbau para pemeluk agama selain Islam untuk menghormati pemeluk agama Islam, terutama dalam penggunaan kata Allah yang menjadi pokok utama. kepercayaan Muslim.

“Saya juga berkesempatan membaca SK yang dikeluarkan Sultan Johor, Sultan Ibrahim Almarhum Sultan Iskandar dan mendukung penuh SK Sultan Johor yang meminta pemerintah federal untuk mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi,” ujarnya. .

 

Penegasan Sultan Sharafuddin ini juga sejalan dengan keputusan Pengadilan Federal di Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur melawan Mendagri pada tahun 2014 dan fatwa yang disahkan di Negara Bagian Selangor pada 18 Feb 2010, yang menyatakan bahwa kata Allah tidak dapat digunakan atau disamakan dengan tuhan untuk agama-agama non-muslim lainnya.

Umavathi Ramayah

astroawani.com, 23 Maret 2021 16:44 MYT

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 243 kali, 1 untuk hari ini)