Menjelang pilpres sekarang ini, semakin jelas polarisasi antara kaum ‘Merah’ yang mendukung Jokowi, dan kaum ‘Hijau’ yang mendukung Prabowo. Bahkan, di tembok-tembok di daerah Kauman (kaum beriman), tertulis kata-kata yang sangat keras, “Haram Memilih Jokowi”. Ini menandakan masyarakat Kauman tidak mau memilih Jokowi, dan mengharamkannya.

Rencananya, Rabu  ini, Ormas-ormas Islam berkumpul di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta. Mereka akan menegaskan  dukungan kepada Prabowo-Hatta. Di mana dalam undangan itu, Prabowo diangkat sebagai ‘Panglima Perang’ kaum muslimin.

Inilah beritanya.

***

Pertarungan Kaum Merah dan Muslim Kauman Yogya Pada Pilpres

 

YOGYAKARTA (voa-islam.com) – Yogya menjadi pusat titik pergolakan politik sejak zaman Belanda. Di kota pelajar ini yang nampak tenang, sejatinya memiliki dinamika yang tinggi, khususnya dilingkungan masyarakat. Apalagi, menjelang piplers ini. Masyarakat memang terpolarisasi antara kubu ‘Merah’ (Abangan), dan kubu ‘Hiju’ (Muslim).

Tak heran, dikalangan masyarakat Muslim yang umumnya berada di ‘enclave’ (kantong) di seputar lingkungan Kraton, terasa nilai-nilai Islam semakin kental. Walaupun masih ada pengaruh ‘sinkretisme atau kejawen’, tetapi dengan dakwah yang terus berlangsung, maka komunitas di Yogya, semakin terasa ke-Islamannya. Masjid Kraton yang tertetak di sisi kanan Kraton menjadi saksi sejarah tentang dakwah dan perubahan masyarakat Yogya.

Tak heran, kalau menjelang pilpres sekarang ini, semakin jelas polarisasi antara kaum ‘Merah’ yang mendukung Jokowi, dan kaum ‘Hijau’ yang mendukung Prabowo. Bahkan, di tembok-tembok di daerah Kauman (kaum beriman), tertulis kata-kata yang sangat keras, “Haram Memilih Jokowi”. Ini menandakan masyarakat Kauman tidak mau memilih Jokowi, dan mengharamkannya.

Rencananya, Rabu  ini, Ormas-ormas Islam berkumpul di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta. Mereka akan menegaskan  dukungan kepada Prabowo-Hatta. Di mana dalam undangan itu, Prabowo diangkat sebagai ‘Panglima Perang’ kaum muslimin.

Menurut Suryo Prabowo penobatan Prabowo sebagai panglima perang dari Ormas Islam tak perlu dipermasalahkan karena hal itu hanyalah bentuk dukungan. Juru bicara tim sukses Prabowo-Hatta Letnan Jenderal (Purn) Suryo Prabowo menganggap penyebutan Prabowo sebagai panglima perang oleh organisasi kemasyarakatan Islam tidak perlu dipermasalahkan, tuturnya, Selasa, 1 Juli 2014.

Beberapa waktu yang lalu, hampir terjadi bentrok antara pendukung Prabowo dan Jokowi di daerah Ngabean, saat para pendukung Prabowo, yang berasal dari PPP, bertemu dengan PDIP, di daerah Ngabean. Sementara itu, tejadi pemukulan terhadap mahasiswa UII, dan mengakibatkan luka-luka, dan ini menjadi sintimen negatif di Yogya antara kaum ‘Merah’ dan kaum ‘Hijau’. Betapa suhu politik menjelang pilpres 9 Juli, semakin panas.

Dibagian lain, Prabowo dikabarkan bertemu dengan Sultan Yogya, dan meminta dukungan politik bagi dirinya pada pilpes Juli mendatang.(jj/dbs/voa-islam.com) Rabu, 4 Ramadhan 1435 H / 2 Juli 2014 06:57 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.680 kali, 1 untuk hari ini)