.

Inilah beritanya.

***

 Sabtu, 28 Desember 2013 07:24:17 WIB

APRI Tolak Nikahkan Pengantin di Luar Balai Nikah

JAKARTA (Pos Kota) –  Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) mulai 1 Januari 2014 berhenti melayani pernikahan di luar balai nikah (KUA/Kantor Urusan Agama), termasuk di luar jam kantor, atau hari libur. Keputusan tersebut diambil karena mereka tidak mau dicap sebagai tukang palak, dan dituduh menerima gratifikasi.

Itu disampaikan Ketua Umum APRI Wagimun saat mengadakan pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali, Sekretaris Jenderal Bahrul Hayat dan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Abdul, di Jakarta, Jumat (27/12).

Lebih dari 100 anggota APRI dari berbagai wilayah di Indonesia menyampaikan moratorium, tidak melayani pernikahan di luar balai nikah, termasuk di luar jam kerja, atau hari libur.

Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan keluhannya setelah Irjen Kemenag M Jasin mengeluarkan pernyataan, bahwa uang yang diterima penghulu merupakan gratifikasi. Terlebih lagi setelah rekan mereka bernama Romli  (Petugas Pencatat Nikah) yang ditahan Kejaksaan Negeri Kediri, Jawa Timur.

Wagimun yang juga penghulu dari KUA Takeran, Kabupaten Magetan ini menambahkan, keputusan untuk berhenti melayani pernikahan di luar balai nikah diambil melalui rapat seluruh penghulu se-Indonesia. “Kami akan menunggu peraturan yang akan dibuat pemerintah tentang pelayanan pernikahan ini. Sebelum peraturan itu terbit  maka kami tetap tidak akan melayani pernikahan di luar balai nikah,” tutur Wagimun.

Menanggapi sikap penghulu, Menteri Agama Suryadharma Ali menghargai sikap para penghulu yang akan memberikan pembatasan pelayanan nikah dengan tidak memberikan pelayanan nikah di luar balai nikah. “Saya tidak bisa menganjurkan dan tidak bisa melarang sikap penghulu tersebut,” papar Suryadharma.

Namun dari segi kepatutan, menurut Suryadharma,  kondisi balai nikah itu sendiri apakah memungkinkan bisa menerima banyak orang yang akan mengantarkan calon pengantin. Belum lagi tidak semua balai nikah kondisinya baik, dan ini perlu menjadi pertimbangan
para penghulu yang menolak menikahkan pengantin di luar balai nikah.

“Saya memahami adanya kesadaran hukum dari para penghulu karena kalau menikahkan di luar balai nikah, maka khawatirkan menimbulkan konsekuensi hukum karena dituduh menerima gratifikasi apalagi sudah ada penghulu yang ditahan dengan tuduhan menerima
gratifikasi,” papar Suryadharma. (johara/d)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.218 kali, 1 untuk hari ini)