.

 

Sobat! Suatu hari Sahabat Huzaifah bin Yaman bercerita: Tidaklah ada yang menghalangiku untuk ikut andil dalam perang Badar selain janjiku sendiri. Suatu hari aku bersama ayahku Husail melakukan satu perjalanan. Di tengah jalan kami disandera oleh pasukan Quraisy dan segera mereka mengintrogasi kami.

Mereka berkata kepada kami: Kalian pasti hendak bergabung dengan pasukan Muhammad.

Kami menjawab: Kami tidak ingin bergabung dengan pasukan dia, tujuan kami hanyalah pulang ke rumah kami di kota Madinah.

Untuk memastikan kebenaran ucapan kami, mereka meminta kami untuk berjanji dengan menyebut Nama Allah, bahwa kami benar benar pergi menuju kota Madinah dan tidak turut serta berperang bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setelah kami bebas, kami menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kamipun menceritakan kisah kami.

Mendengar kisah kami, beliau bersabada :

«انْصَرِفَا، نَفِي لَهُمْ بِعَهْدِهِمْ، وَنَسْتَعِينُ اللهَ عَلَيْهِمْ»

Pergilah kalian berdua, kalian harus memenuhi janji kalian kepada mereka, sedangkan kami, maka kami memohon pertolongan kepada Allah untuk dapat mengalahkan mereka.( Muslim)

Demikianlah pemimpin sejati menepati janji, bukan berjanji untuk mendapatkan empati, dan setelah mendapat empati ringan hati untuk ingkar janji.

Sobat! Saat ini musim kampanye, setiap calon mengumbar janji, sebagaimana mereka kemaren juga telah mengumbar janji. Namun betapa banyak dari janji yang mereka umbar kini telah terbukti diingkari dan dikhianati.

Sebelum menang dalam pemilu mereka berjanji setia untuk mengemban tugas dengan baik dan hingga tuntas, namun kini semua itu tinggal janji. Di saat mata mereka melihat peluang yang lebih manis maka dengan ringan hati dan seakan merasa tidak pernah berjanji, segera mereka ingkar janji, itulah calon pemimpin pengkhianat dan pendusta walau dikagumi.

Semoga Allah menjauhkan ummat Islam dari kejahatan calon pemimpin pengkhianat dan pendusta semacam ini. Dan semoga Allah memilihkan pemimpin yang menepati janji dan terbaik bagi ummat Islam. Aamiin.

By: Ustadz Dr. Muhammad Arifin

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.602 kali, 1 untuk hari ini)