Judul

:Pengkhianatan – pengkhianatan Syiah
Penulis:

DR. Imad Ali Abdus Sami

No ISBN:

978-979-592-6764

Kategori:

Referensi Sejarah & Tokoh

  
Isi:

216

Harga:

Rp 35.000,00

Pengkhianatan Syiah sudah sampai puncaknya, dimana mereka berusaha keras menghadapi Ahlu sunnah. Sampai-sampai salah seorang penguasa Iran berpikir hendak memanggil kelompok- kelompok missionaris guna membuat perjanjian dengan mereka untuk mengkristenkan kaum muslim Sunni suku Kurdi.

DR. Amal As-Subki dalam bukunya Tarikh Iran As-Siyasi mengatakan: “Dari beberapa hal yang benar-benar mengkhawatirkan dalam politik kristenisasi Amerika adalah, ditanda tanganinya kesepakatan antara masing-masing pemerintahan Iran, Irak, dan Turki di Adenbera 1910.

Kesepakatan itu secara terang-terangan merekomendasikan kepada Gereja Evangelis Louseri untuk melakukan penyebaran agama Kristen di antara masyarakat suku Kurdi muslim yang ada di ketiga negara Islam tersebut.

Pemerintahan Iran pada masa Syah Reza Pahlavi telah memperbaharui kesepakatan itu pada tahun 1928. Maksud dari Syah Iran ini adalah untuk merealisasikan berbagai macam tujuan, di antaranya:

Pertama; Mengurangi kepadatan (jumlah) penduduk Kurdi yang telah menetap di Azarbaijan Iran sejak ratusan tahun yang lalu, yang sering kali bekerja sama dengan Turki yang Sunni melawan Iran, untuk menyelamatkan mereka dari kezhaliman.

Kedua; Menghancurkan kekuatan mereka dengan mengubah sebagian besar dari mereka menjadi Kristen, paska sikap pemerintah Turki yang berubah dalam mendukung mereka setelah revolusi Kamal Ataturk pada seperempat pertama abad kedua puluh.

Ketiga; Meleburkan identitas Kurdi (Sunni) dalam nasionalisme Iran, untuk memantapkan kekuasaan atas mereka dan mencegah bersatunya nasionalisme Kurdi dengan rekan-rekannya di Irak, Turki dan Syiria.

Sungguh. Aneh Cara Berpikir Para Pengkhianat Itu!

Apakah Ali bin Abi Thalib atau salah satu dari Ahlul Bait rela dengan keluarnya seseorang dari Islam menjadi Nasrani atau yang lainnya?!

Kemudian mereka memandang orang-orang Kurdi (orang-orang Sunni), seandainya mereka berubah menjadi Nasrani, ketajaman mereka akan tumpul, lalu mereka akan terbebas dari kejahatan orang-orang. Kurdi.

Ini bukanlah sekadar permainan politik. Tetapi, sudah seperti inilah keyakinan orang-orang Syiah. Seorang Nashibi (Sunni) lebih dahsyat kekufurannya daripada seorang Nasrani atau Yahudi. Karena itulah para imam mereka memperbolehkan shadaqah kepada kafir dzimmi dan tidak boleh kepada orang Sunni.

Ayatullah mereka, Khomeini berkata: “Yang menjadi pertimbangan untuk orang yang diberi shadaqah Sunnah adalah kefakiran bukan karena keimanan dan Islam. Maka orang kaya boleh memberikannya kepada kafir dzimmi dan orang yang melanggar (mukhalif), walaupun mereka orang asing. Dan tidak boleh diberikan kepada Nashibi (Sunni) dan kafir harbi, walaupun mereka kerabat (jadi bagi mereka, orang Ahlu sunnah disamakan dengan orang kafir harbi).” 58 Ini berarti bahwa perbuatan ini, yaitu kesepakatan gerakan-gerakan kristenisasi terhadap orang-orang suku Kurdi, bukan hanya pandangan Syah Reza Pahlavi, orang yang juga ditentang oleh Khomeini, tetapi juga pandangan Khomeini dan sebagian besar orang-orang Syiah Rafidhah yang ekstrim.

Referensi: Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam, oleh Dr Imad Abdus Sami’ Husain, terbitan al-Kautsar. (pz/syiahindo)ermslm/ http://www.lppimakassar.com
JUMAT, JANUARI 13, 2012  LPPI MAKASSAR

***

PENGKHIANATAN – PENGKHIANATAN SYIAH

Berbicara tentang Syiah (Rafidhah) serasa berbicara tentang sebuah realitas yang aneh. Dari sisi “genetik” kaum Syiah lahir dari rahim sejarah ummat Islam. Tetapi ekspresi dan eksplorasi kehidupan mereka, terpisah jarak amat jauh dari nilai-nilai standar Islam. Kalau bisa dikatakan, “Mereka itu teman, tetapi sekaligus musuh yang sangat sengit.”

Sikap apriori kaum muslimin kepada Syiah, bukan tanpa alasan. Sejarah panjang selama ribuan tahun telah memberikan segudang pelajaran berharga. Betapa banyak darah tertumpah, air mata bercucuran, serta penderitaan perih menimpa umat Islam (Ahlus Sunnah), sebagai buah dari pengkhianatan-pengkhianatan ini. Syiah bertanggung-jawab atas kematian Husein bin Ali Radhiyallahu’Anhuma di Karbala; mereka mengkhianati Khalifah Harun Al Rasyid; mereka membukakan pintu bagi Holako Khan, Kaisar Tartar, untuk menghancurkan Daulah Abbasiyyah di Baghdad; mereka mengkhianati Shalahuddin Al Ayyubi; mereka memusuhi Daulah Saljuk dan Turki Utsmani; juga termasuk pengkhianatan Syiah modern berprilaku seperti muslim; namun dari sikap hati, mereka tak segan menikam, melibas, menindas, serta memporak-porandakan kehidupan umat Islam.

Buku Pengkhianatan-Pengkhianatan Syiah, karya Dr Imad Ali Abdus Sami’ ini, merupakan dokumentasi berharga yang memuat catatan-catatan kelam seputar pengkhianatan-pengkhianatan kaum Syiah di panggung sejarah Islam. Perkaya wawasan Anda seputar dunia Syiah dengan buku ini!/ http://www.kautsar.co.id

***

Warga Kartanegara Kaltim Resah, ABI Agendakan Ritual Sesat Arba’in Se-Kalimantan Timur pada November 2016

Syiahindonesia.com – Ahlul Bait Indonesia (ABI) adalah salah satu organisasi bentukan kelompok Syiah yang keberadaannya telah dinyatakan dilarang oleh MUI. Semakin berkembangnya syiah melalui ABI ini telah menjangkau Kabupaten Kutai Kartanegara dan berpotensi meresahkan masyarakat.

Untuk menangkal aliran dan paham keagamaan ini Kepala Kantor Kementerian Agama, Drs. H. Fahmi MM menggelar rapat kordinasi dengan fihak terkait, Selasa (08/11/2016) Acara dihadiri oleh Kasi Intelijen Kejari Kukar Herya Sakti Said, Kepala Kesbang Pol Fatekur Rochman, Binda Kaltim Bayu Kusuma, Danramil Tenggarong Sudarmadi, Polres Tarmaji, Perwakilan Pengadilan Negeri Nur Ihsan, Pengadilan Agama Taufirrahman, Katua MUI Tenggarong H. Hormansyah, Ketua PCNU Tafidziah Kukar H. Chairul Anwar, Katib NU Raoisul Anam, Polsek Tenggarong, Joko Sutomo, Camat Tenggarong Mulyadi dan Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, Aryadi,F. S.Ag.

Pada rapat tersebut tersebut dibahas berbagai kemungkinan faham ini dapat mengganggu keamanan di masyarakat dengan munculnya aliran-aliran dan paham keagamaan yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat. Semua yang hadir berharap seluruh unsur dapat bersinergi menjaga keamanan dengan tetap menjalin kordinasi yang baik.

Sedangkan untuk rencana ABI untuk menggelar Arbain sekaltim yang berpusat dikabupaten kutai kartanegara tanggal 19 atau 20 Nopember 2016 mendatang, diharapkan Pakem, MUI, Kemenag dan Ormas Islam dapat bersinergi dan bekerjasama.

Diakhir rapat, disetujui rekomendasi yaitu ABI dapat mengadakan kegiatan apabila tidak meresahkan masyarakat serta dapat menjaga situasi yang kondusif di daerah kabupaten kutai kartanegara, tetapi jika terdapat situasi yang meresahkan masyarakat, maka akan ditindak lanjuti dengan mengadakan rapat lanjutan yang dipimpin langsung oleh bapak kejaksaan negeri tenggarong selaku ketua pakem kabupaten kutai kartanegara.

Diakhir rapat, disetujui rekomendasi yaitu ABI dapat mengadakan kegiatan apabila tidak meresahkan masyarakat serta dapat menjaga situasi yang kondusif di daerah kabupaten kutai kartanegara, tetapi jika terdapat situasi yang meresahkan masyarakat , maka akan ditindak lanjuti dengan mengadakan rapat lanjutan yang dipimpin langsung oleh bapak kejaksaan negeri tenggarong selaku ketua pakem kabupaten kutai kartanegara. (nisyi/syiahindonesia.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.265 kali, 1 untuk hari ini)