rohingya

Aceh (an-najah.net) – Miris memang, mendengar pengakuan yang sedikit mengejutkan semua orang. Pasalnya, menurut sebagaimana pengakuan dari salah seorang pengungsi Rohingya Muhammmad Ayub, junta militer sering membantai etnis muslim Rohingya dengan memakai senjata meskipun sedang menunaikan shalat.

Etnis Rohingya memang menjadi sasaran pembantaian yang dilakukan oleh pemerintah Burma.

“Kami sering ditembak waktu kami sedang shalat,” kata Muhammad Ayub dengan menggunakan bahasa Arab, Senin (8/4/2013) sebagaimana dilansir theglobejaurnal.

Atas dasar itulah ia mengajak rekan-rekannya yang berjumlah 74 orang untuk mencari suaka politik ke Negara lain agar bisa selamat dari pembantaian yang dilakukan oleh pemerintah Burma melalui kaki tangannya junta militer Burma.

“Makanya kami melarikan diri dari Negara kami sendiri, kami tidak tahan lagi,” ungkap Muhammad Ayub.

Menyangkut dengan arah tujuannya, Muhammad Ayub mengaku tidak ada arah tujuan yang pasti, kendatipun demikian ia mengatakan ada rencana menuju Australia.

“Tidak ada tujuan yang pasti, yang terpenting kami menjauh dari Burma,” imbuhnya.

Kisah tersebut dibenarkan oleh ketua rombongan pengungsi tersebut, Muhammad Musa yang pernah mengecap pendidikan perguruan tinggi menceritakan perihal yang sama sebagaimana diceritakan oleh rekannya.

“Benar kami memang selalu disiksa di sana,” ucap Muhammad Musa dalam bahasa Inggris.

Lanjutnya, umat Islam di Burma hanya ada 10 persen dan di pemerintahan Burma tidak ada satu orang pun yang beragama Islam. Sehingga, katanya, tindakan kekerasan dan diskriminasi terus didapatkan oleh etnis Rohingya tersebut.

Muhammad Ayub bersama 79 pengungsi Rohingnya terdampar di Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Minggu sore 7 April 2013. Ada sejumlah perempuan dan 5 anak-anak. Saat ditemukan kondisi mereka sangat lemas. Kapal mereka kemudian ditolong nelayan pulau itu dan dibawa ke darat dan ditampung di Kantor Polsek Pulo Aceh. Setibanya di kantor polsek, masyarakat Pulo Aceh berbondong-bondong mengantarkan makanan dan obat-obatan kepada 80 pengungsi muslim Rohingnya tersebut. [sulhi/TGJ]

Publikasi: Selasa, 28 Jumadil Awwal 1434 H / 9 April 2013 07:36

***

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

”Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-Maidah ayat 82)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 734 kali, 1 untuk hari ini)