camp pengunsi suriah_832562342SURIAH – Sabtu, 12 Januari 2013, pengungsi Suriah di kamp Zaatari di Yordania menuntut kepada semua yang melihat agar memberikan bantuan, terutama pada periode musim dingin yang sangat ini yang menimpa daerah timur tengah beberapa hari ini. Mereka berteriak menangis “Kami Mati kedinginan , takutlah kalian kepada Allah”.

Kamp Zaatari, utara Yordania, menampung 30 ribu pengungsi Suriah yang menghadapi masa – masa sulit, terutama dengan cuaca yang dingin dan turunnya salju, sebagaimana menurut Al Arabiyya net. Adapun anak – anak, kondisi mereka sangat memperihatinkan. Wajah tertunduk, air mata menetes, dan pandangan kosong disebabkan oleh dingin yang masuk ke pembuluh darah anak – anak setelah hujan menggenangi kamp mereka.

Ada juga keluarga lain, mereka mencoba “mengusir” dingin dengan menggunakan kompor.namun, anak – anak sekarat karena dingin dan beku tanpa ada upaya dan solusi. Kebanyakan dari pengungsi di kamp tersebut bangun di pagi hari dengan kondisi kaki mereka digenangi air setellah perlahan – lahan merayap dari bawah.

Adapun pengungsi yang berada di kamp Idlib, di dalam Suriah, mereka hidup dalam situasi yang tragis. Kebanyakan mereka menanti kematian setiap harinya. Kematian mengunjungi mereka dari seribu jalur. Lebih dari 600 ribu pengungsi terkena badai dan lari ke Negara – Negara tetangga. Mereka kebanyakan lari ke Yordania dan Lebanon setelah air menggenangi kamp mereka.(samah/islam) .(voa-islam.com) Sabtu, 12 Jan 2013

***

Kesaksian Muslimah Suriah yang Dibebaskan dari Penjara Bashar

  • Setelah penangkapan dan penahanannya selama satu tahun di sel khusus, ia dipindahkan ke penjara massal selama 40 hari. Di sana ia mendapatkan penyiksaan, sampai ia disuntik dengan jarum di kepala. Ia beberapa kali mencoba untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan penyiksaan.
  • Ada yang disiksa dengan pukulan dan listrik. Ada beberapa wanita yang mencoba bunuh diri karena tidak sanggup menerima tekanan yang dia alami di dalam penjara

SURIAH.(voa-islam.com) – Sabtu, 12 Januari 2013, seorang tahanan wanita Suriah yang bebas dari penjara Asad mengungkap keberadaan nasib sejumlah wanita Suriah dalam tahanan, dan mereka diserahkan kepada komite Iran dan Rusia sebelum dibebaskan.

Gadis itu, yang dibebaskan dalam negosiasi pertukaran antatara FSA dan pemerintah Suriah, mengatakan bahwa sejumlah wanita dan agadis masih berada dalam tahanan. Mereka yang dibebaskan tiga orang yang sebenarnya harus 18 orang. Sisanya masih berada dalam satu asrama.

Nasib Muslimah di Penjara

Menjelang pembebasan mereka, wanita tersebut di tempatkan di salah satu kantor polisi di daerah Al-Halubi Damaskus tengah. Kemudian mereka menyerahkan ke komite Iran, Rusia dan diplomasi Turki. Seorang Iran menanyakan kepada wanita yang dibebaskan, tentang keberadaan gadis – gadis di kantor cabang dan nama – nama mereka.

Dia menceritakan nasib seorang gadis, yang bernama Faten Rajab yang berasal dari kota Duma, di penjara . keluarganya menganggap dia sudah meninggal karena disiksa. Tapi dia masih hidup di penjara bawah tanah intelijen militer.

Setelah penangkapan dan penahanannya selama satu tahun di sel khusus, ia dipindahkan ke penjara massal selama 40 hari. Di sana ia mendapatkan penyiksaan, sampai ia disuntik dengan jarum di kepala. Ia beberapa kali mencoba untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan penyiksaan.

Ada lagi seorang gadis di bawah umur, sekitar 12 tahun, berasal dari kota Homs. Dia ditahan karena lagunya yang ia senandungkan di demonstrasi untuk membela tentara FSA. Ia menujukkan bahwa penyiksaan terhadap mereka terkait dengaan tuduhan kepada mereka. Ada yang disiksa dengan pukulan dan listrik. Ada beberapa wanita yang mencoba bunuh diri karena tidak sanggup menerima tekanan yang dia alami di dalam penjara.(usamah/imo)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 906 kali, 1 untuk hari ini)