Sukanto Tanoto (IST)


Di dunia maya digegerkan pengakuan konglomerat Sukanto Tanoto saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di China.

Pengusaha Raja Garuda Emas (RGE), induk perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit, kertas dan plywood membuat pengakuan yang menghebohkan bahwa Indonesia hanya ayah angkat dan China ayah kandung.

“Saya lahir dan besar di Indonesia. Menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis juga di sana. Tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu ketika pulang ke China saya merasa menemukan ayah kandung. Itu karena saya masih merasa orang China,” kata Sukanto Tanoto saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di Cina.

Bukan hanya itu, Sukanto mengakui menyumbang 5 juta dolar AS dalam pembangunan Water Cube, sarana olahraga yang digunakan saat Olimpiade Beijing 2008

Penggelapan Pajak

Publik masih ingat kasus yang menjerat Sukanto Tanoto melalui perusahannya Asian Agri Group menggelapkan pajak negara.

Berdasarkan pengakuan Direktur Jenderal Pajak waktu itu Darmin Nasution, kerugian negara untuk sementara diperkirakan mencapai 30 persen dari total biaya fiktif yang mencapai Rp 2,62 triliun atau sekitar Rp 786,3 miliar.

Kata Darmin, ditemukan bukti kuat modus operandi Asian Agri adalah dengan cara menggelembungkan biaya perusahaan Rp 1,5 triliun, membengkakkan kerugian transaksi ekspor Rp 232 miliar, serta mengecilkan hasil penjualan Rp 889 miliar. “Ini menyebabkan SPT pajaknya fiktif,” ungkapnya. /suaranasional.com/ 25/08/2016

Pada 2010, mantan kepala ekonom konsultan McKinsey, James Henry, menerbitkan hasil studinya soal penyelewengan pajak di luar negeri (tax havens). Menurut laporan tersebut, terdapat USD 21 triliun (Rp 198.113 triliun) pajak pengusaha di seluruh dunia yang seharusnya masuk kantong pemerintah, namun diselewengkan. Sembilan di antara para pengusaha pengemplang pajak itu berasal dari Indonesia,seperti James Riady, Eka Tjipta Widjaja, Keluarga Salim, Sukanto Tanoto, dan Prajogo Pangestu. https://www.nahimunkar.org/bahaya-ahok/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.871 kali, 1 untuk hari ini)