Wanita yang melecehkan Al-Qur’an di negeri kafir (kasus di Slovakia sekarang) ternyata dipenjara 6 tahun.

Lha di negeri mayoritas muslim, ada manusia melecehkan Al-Qur’an bahkan berkali-kali dan sudah jadi terdakwa penista agama malah diangkat lagi jadi gubernur Ibukota oleh Menteri Dalam Negeri bahkan diajak bareng masuk mobil Presiden lalu tengok-tengok proyek bareng Presiden…

Pada dasarnya itu bukan hanya menghina Umat Islam negeri itu, tapi Umat Islam sedunia. Bahkan menghina Allah Subhanahu wa Ta’ala secara terang-terangan dan ramai-ramai. Entah resiko apa yang akan mereka tanggung, bila mereka tidak mau bertobat sebelum malaikat maut membetot nyawa manusia-manusia yang sebegitu nekatnya itu.

Munafik karena setia kepada orang kafir, diancam keras dalam Al-Qur’an

{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا } [النساء: 138، 139]

138. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih
139. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah [An Nisa”,138-139]

***

Larangan Menshalati Jenazah Orang Munafik

Al Quran :

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. (QS. At Tawbah : 84)

Dalam kenyataan kini telah ada spanduk-spanduk di masjid-masjid yang bertekat untuk mengamalkan (QS. At Tawbah : 84) yaitu larangan menshalati mayat orang munafik (yang gejalanya adalah setia kepada orang kafir apalagi penista Al-Qur’an).

foto detikcom: Spanduk ini terpasang di depan Masjid Al-Ikhlas. Lokasi masjid ini berada di Jalan Karet Belakang IV, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan.

Via Fb Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.525 kali, 1 untuk hari ini)