Penjajah Kafir Belanda Berhasil Hancurkan Kekuatan Islam di Aceh dan Nusantara karena Licikya dalam Mendekati Tokoh Islam yang Berambisi Jabatan

(Pelajaran berharga bagi Umat Islam dari Sejarah)


Christian Snouck Hurgronje Jr Lahir Di Tholen Oosterhout Belanda Pada 8 Februari 1857 Dan Meninggal Pada 26 Juni 1936 Di Leiden Belanda./ foto redaksiindonesia.com

 

Snouck Hurgronje Berhasil Menghancurkan Kekuatan Islam Aceh dan Nusantara karena Licikya dalam Mendekati Tokoh Islam yang Berambisi Jabatan, hingga mendapatkan rahasia2 untuk mengalahkan Umat Islam yang melawan penjajah Belanda.

Siapa Snouck Hurgronje Itu?

Christian Snouck Hurgronje lahir pada tahun 1857. Ayahnya seorang pendeta. Dia belajar teologi dari guru Taurat, Abraham Kuenen, kemudian mulai belajar bahasa Arab dan Islam pada M J de Goeje. Atas bimbingan de Goeje, dia berhasil menyusun disertasi Het Mekkaansche Feast (Berhaji ke Makkah) pada tahun 1880. Ketika dilangsungkan konferensi para orientalis di Leiden pada tahun 1883, hadir pula Amin Al-Madani Al-Halwani yang membawa sekumpulan manuskrip berharga dan menjualnya kepada penerbit  E.J. Brill.

Beberapa bagian manuskrip dibeli oleh Universitas Leiden. Pada konferensi itu, Snouck Hurgronje berkenalan dengan Amin Al-Madani. Setelah Amin Al-Madani menulis kesan-kesannya tentang konferensi itu dalam surat kabar Al-Burhan terbitan Kairo, Snouck segera menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab (Belanda?, pen). Setelah konferensi itu, Amin bin Hasan Al-Halwani Al-Madani berangkat ke India tempat menerbitkan buku al-Qurb fi mahabbat al- Arab (Pendekatan dalam mencintai orang-orang Arab) oleh Abdur  Rahim Al-Iraqi pada bulan Shafar 1302H (1884M).  Dia menyebut dirinya sebagai guru di Raudhatul Muthahharah. Setahun setelah konferensi orientalis itu, Snouck dengan ditemani Konsul Belanda, Kruyt, berangkat ke Jeddah. Pertanyaan yang muncul ialah apakah ada hubungan antara perkenalan Snouck Hurgronje dan Amin Al-Madani dengan keberangkatan  Snouck ke Jeddah, kemudian pernyataan masuk Islamnya dan masuknya ke Makkah al-Mukarromah.

Sebahagian besar surat  pribadinya masih tertutup bagi para  peneliti berdasarkan wasiat puterinya sampai tahun 1894. Jadi, jawaban pertanyaan tadi masih sangat tergantung pada orang lain. Namun demikian, mungkin sekali Amin Al-Madani sudah melapangkan jalan bagi Snouck Hurgronje untuk memasuki Makkah Al-Mukarramah. Data sejarah menyebutkan bahwa Snouck menyatakan Islam di hadapan orang banyak dan saksi-saksi secara tipu muslihat. Dia terus memainkan peran di tengah kaum Muslimin Makkah, kemudian di Indonesia selama hidupnya. Menurut responden yang dapat dipercaya dari Indonesia disebutkan bahwa Snouck menipu seorang camat dengan pengakuan keislamannya dan mengawini puteri camat itu. Dari isterinya dia memperoleh beberapa orang anak dan yang sulung bekerja pada satu jabatan penting dalam kepolisian di Indonesia. Kami yakin akan kebenaran informasi itu ketika bertemu seorang cucu Snouck secara pribadi dengan ditemani  Sjord  van Koningsveld di Leiden. Tidak ada keraguan bahwa Snouck pandai memainkan peran di hadapan isteri dan anak-anaknya, seperti kepandaiannya memainkan peran di tengah kebanyakan umat Islam yang menganugerahkan kepadanya kecintaan lalu dikhianatinya sendiri. ( Dr Qasim As-Samra’i, Al-Istisyraqu bainal Maudhu’iyati wal Ifti’aliyah, terjemahan Prof. Dr Syuhudi Isma’il dkk, Bukti-bukti Kebohongan Orientalis, GIP, Jakarta, cetakan pertama 1417H/ 1996M,  hl 142-143).

Snouck menetap selama enam setengah bulan di Makkah dengan memakai nama Abdul Ghaffar. Dia mendatangi majelis-majelis ulama dan kiyai-kiyai pemimpin pengajian hingga dia berhasil menjalin hubungan erat dengan banyak ulama Makkah dan sejumlah ulama dari Jawa, Sumatera, dan Aceh yang berdatangan ke Makkah, khususnya kepada Syekh Makkah dan muftinya, Syekhnya para ulama, Ahmad bin Zaini Dahlan. Tampaknya, Syekh yang baik membolehkan kepadanya atau membekalinya surat rekomendasi-rekomendasi agar rencana Snouck menjadi lebih sempurna dalam membuka jalan di Indonesia, khususnya di daerah Aceh yang memberontak terhadap pemerintah Belanda. Dia juga menjalin hubungan baik dengan Habib Abdur Rahman al-Zahir  yang tampaknya berambisi agar dijadikan Sultan oleh Belanda untuk daerah Aceh. Gagasannya (Habib Abdur Rahman al-Zahir)  tentang cara terbaik untuk menghancurkan pemberontakan kaum muslimin di Aceh disampaikan kepada Konsul Belanda, Kruyt, dan Snouck Hurgronje. Untuk mencapai tujuan itu, dia memberatkan pemerintah Belanda, tetapi akhirnya dia merasa puas dengan gaji besar yang diperolehnya dari Konsulat Belanda di Jeddah seumur hidupnya. Jadi, tidak aneh jika kaum muslimin di Aceh mengecap Habib Abdur Rahman al- Zahir dan Snouck Hurgronje sebagai pengkhianat hingga sekarang ini. ( Dr Qasim As-Samra’i, Al-Istisyraqu bainal Maudhu’iyati wal Ifti’aliyah, terjemahan Prof. Dr Syuhudi Isma’il dkk, Bukti-bukti Kebohongan Orientalis, GIP, Jakarta, cetakan pertama 1417H/ 1996M,  hal 143-144.)

***

Ulama dan tokoh Islam hendaknya jangan jadi pengkhianat demi ambisi jabatan serta kesenangan dunia

Ujian bagi Ulama dan tokoh Islam. Bila hanya mementingkan kehidupan dunia dan syahwatnya maka agamanya dan imannya bisa dibeli oleh penjajah kafir, komunis, dan musuh2 Islam. Yang celaka bukan hanya dirinya sendiri, namun sekian banyak Umat Islam bahkan jutaan bahkan ratusan juta Umat Islam bisa terinjak-injak di bawah kezaliman penjajah kafir ataupun musuh Islam, komunis, kafirin, musyrikin, dan munafqin.

Betapa ruginya. Betapa berbahayanya. Dunia yang diidamkan dengan rakusnya, sama sekali tidak sebanding dengan kehancuran Umat Islam akibat kelengahan tohkoh2nya yang tergiur kesenangan dunia. Padahal setiap Jum’at dan hari raya telah diingatkan dengan bacaan shalat, Surat Al-A’la dan Alghasyiyah (mungkin bahkan Ulama dan tokoh Islam itu sendiri yang membaca ketika jadi imam shalat), yang mengingatkan jangan sampai lebih mementingkan kehidupan (kesenangan) dunia, karena akherat itu lebih baik dan lebih kekal. Dan peringatan tentang betapa dahsyatnya siksa api neraka yang panas di akherat. Namun betapa ni’matnya surga yang dikaruniakan untuk orang2 yang amalnya di dunia diridhai Allah Ta’ala.

Sekali lagi, jangan jadi pengkhianat demi ambisi jabatan dan kesenangan dunia. Sejarah bahkan ayat suci Al-Qur’an telah wanti2 sebegitunya. Faham?

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 386 kali, 1 untuk hari ini)