Penjajahan Dakwah?


Liqo’ kemarin sore hingga malam hari (kamis, 6/2/2020) isi pembahasannya cukup “panas”. Hadir sebagai narasumber, Dr. Ali Abdullah Al-Utaibi. Beliau adalah seorang ahli strategi dalam bidang dakwah dan sosial. Dengan bekal pengalaman sebagai mudarrib (trainer) dalam bidang strategi selama lebih dari 25 tahun di 61 negara, Dr. Al-Utaibi sangat mengetahui kondisi dakwah di Indonesia, hampir setiap informasi kondisi dakwah yg beliau sampaikan dibenarkan oleh para peserta dauroh.

Diawal pembukaan, beliau menegaskan bahwa pembahasan strategi tidak mengenal “mujamalah” (basa basi), pembahasan harus diisi dengan keterusterangan, sepahit apapun kondisinya.

Saya sangat tertarik ketika beliau mengatakan, “Saya berani katakan, lebih dari 80% proyek dakwah di Indonesia, tidak berstrategi! Ada milyaran bahkan mungkin triliunan dana digelontorkan namun hasilnya sangat minim. Karena tanpa strategi!”

Beliau kembali melanjutkan, “semua hanya berpikir ‘saya akan melakukan apa yg saya sukai’, tanpa melihat apakah ada kebutuhan ummat tentang proyek tersebut? Apakah ada maslahat dengan merealisasikan program² tsb? Bahkan sebagian tidak berkompeten dalam menjalankan program, namun tetap memaksakan diri!”

Lebih “sadis” lagi, ketika beliau mengatakan, “banyak dari orang Indonesia mendirikan yayasan dakwah, sosial dan pendidikan, sdh belasan bahkan puluhan tahun, namun tetap mencari sumbangan dana dari Arab!”

“Indonesia adalah negara Kaya, kalian tidur diatas tumpukan ‘kunuz’ (harta terpendam), jika kalian mau, kalian bisa lebih kaya daripada Kami… Apakah masuk akal, kalian meminta sumbangan kepada kami, padahal kalian tidur diatas tumpukan harta?!”, Ungkap beliau.

Kemudian beliau bertanya, “Apakah kalian sudah memiliki usaha wakaf produktif yg bisa membiayai program² dakwah kalian?”

“Saya sudah temui banyak donatur dakwah di Arab Saudi ini, setiap saya sampaikan hal ini banyak dari mereka yg marah. Saya katakan jangan hanya membuat proyek yg kalian mau, tapi yakinkanlah terlebih dahulu apakah ummat membutuhkannya saat ini? Apakah proyek tersebut memang memiliki banyak manfaat? Saya sampai katakan dengan bahasa yg –afwan– agak kasar… Saya bilang, kondisi kita saat ini lebih layak disebut sebagai “PENJAJAHAN DAKWAH.” Tegas beliau.

Beliau juga menjelaskan kondisi ini juga beliau temui dibanyak negara, tidak hanya di Indonesia. Dan besar kemungkinan, inilah yg menyebabkan umat Islam terpuruk.

Diakhir beliau menegaskan, jangan berpikir lemahnya ummat ini akibat makar orang-orang kafir… Iya benar, orang² kafir dan munafik bekerja… Namun yg jauh lebih mempengaruhi adalah kondisi internal kita…

Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

“Dan janganlah kalian berselisih, kemudian kalian gagal dan hilang kekuatan kalian…” Al-Anfal : 46

=====

Ada banyak lagi yg beliau sampaikan… memang tidak semuanya kita benarkan, namun fikroh utamanya –“sangat disayangkan”– memang benar adanya.

Benar bahwa banyak pesantren berdiri tanpa perencanaan… Bahkan tidak sedikit Pesantren berdiri kemudian dimusuhi dan diusir oleh penduduk sekitarnya!

Benar bahwa -seringkali- kita lebih mengajak orang untuk bergabung kedalam kelompok pengajian kita daripada ikhlas mengajarkan ummat kepada kebenaran.

Benar bahwa banyak dari kita tidak professional mengelola lembaga dakwah. Tidak memiliki kompetensi manajemen, kemudian memimpin suatu lembaga!

Benar bahwa banyak proyek² dakwah dan sosial yg bersumber dana dari Arab hanya bertujuan “menyenangkan” para donatur semata. Dakwah berubah menjadi fenomena feodalisme gaya baru. Saya sendiri sudah menjumpai puluhan masjid sumbangan dari timur tengah yg tidak terawat, bahkan tidak ada jama’ahnya!.

Benar bahwa selama ini kita seringkali bergerak hanya berdasarkan empati semata. Kita lebih mengedepankan perasaan daripada ilmu.

Benar bahwa selama ini kita lebih suka berkelompok berdasarkan jama’ahnya masing²… Kita mulai melupakan “persaudaraan Islam”, dan menukarnya dengan “persaudaraan pengajian”. Jika orang yg satu pengajian dg kita, akan Kita sebut sebagai “ikhwan”, jika tidak maka kita juluki “awam”.

Semua ini bukan menyangkal faidah dan manfaat proyek² dakwah yg telah berjalan selama ini… Namun sebagai bahan renungan untuk menyadarkan bahwa ternyata selama ini kita cukup egois, namun pandai menyembunyikannya dengan baju “islami” atau baju “sunnah”!

#muhasabah
#selfreminder
#autokritik
#daurohdai #puldapii
#strategidakwah

 

Via fb

أبو العباس أمين الله

5 jam · 

Ilustrasi foto/ bcanmdni

(nahimunkar.org)

(Dibaca 354 kali, 1 untuk hari ini)