Suasana pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadhan Jl. Pulo Ribung Pekayon, Bekasi Selatan Ahad (20/4 2014). (Foto: Kiblat.net).

.

  • DPW FPI Bekasi Raya mengakui bahwa menutup DAKWAH DI JALAN ALLAH TA’ALA adalah Perbuatan yang dapat mengeluarkan Pelakunya dari Islam.
  • DPW FPI Bekasi Raya MEMOHON MAAF KEPADA SELURUH KAUM MUSLIMIN Atas Keterlibatan Wali (Komandan Laskar) dan beberapa orang Laskar dalam Amalan Kekufuran.

BEKASI_DAKTACOM: Pengambilalihan secara paksa Masjid Muhammad Ramadhan, dari Dewan Kemakmuran masjid  pimpinan Nanang Prayudianto, telah membuat luka dalam hati umat Islam. Apalagi pengambilalihan itu telah mengundang kecurigaan pada Ormas Islam, khususnya FPI Bekasi Raya.

Untuk meluruskan informasi yang simpang siur atas keterlibatan FPI dalam pengambilalihan paksa masjid Muhammad Ramadhan oleh Pemerintah Kota Bekasi, berikut ini penjelasan dari FPI Bekasi Raya, yang dikirim Ustadz Murhali Bardah, yang dikirim ke redaksi dakta.com. Berikut penjelasannya.

Penjelasan Tentang Keterlibatan Wali & FPI Bekasi Raya Dalam Pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadhan Oleh Pemkot Bekasi
23 April 2014 pukul 13:37

Permohonan Maaf Dan Penjelasan DPW FPI Bekasi Raya Tentang Keterjebakan Dan Keterlibatan Wali (Komandan Laskar) & Laskar Pembela Islam Bekasi Raya Dalam Pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadhan Oleh Pemerintah Kota Bekasi

Ahad 20 April 2014

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu

Alhamdulillahi Rabbil alamin wa bihi Nasta’inu ‘ala umuriddunia wad dien. Was Sholatu was Salamu ‘ala Asyrofil Anbiyai wal Mursalin wa ‘ala alihi wa Shohbihi ‘ajmain wa man Tabi’ahum ila Yaumiddin.

Wa ba’du

Allah Ta’ala berfirman :

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (Qs Al-Anfal :30).

Proyek PEREBUTAN dan PENGAMBILALIHAN MASJID yang dimakmuri dengan Kajian-Kajian Tauhid dan Jihad adalah salah satu bagian dari makar musuh-musuh Islam yang sudah ada sejak Indonesia dibawah PEMERINTAHAN RESMI Belanda hingga saat dibawah SISTEM RESMI Amerika.

Perebutan dan Pengambilalihan Masjid tentunya bukan untuk dihancurkan Fisik dan Bangunan akan tetapi MEMADAMKAN NUR ALLAH yang selalu terpancar siang dan malam yang membuat mereka silau dan tidak tenang dengan cahaya itu.

Maka dihembuskannya issue-issue yang dapat membuat Umat Islam saling curiga, saling menuduh, saling terkotak-kotak satu sama lainnya. Berbantah-bantahan dalam Furu’iyyah itu modal pertama untuk menutupi JEJAK MAKAR mereka lalu bersembunyi sambil bersenandung “Wait and See… Ndan!”

Umat Islamlah yang saling berpecah belah dengan adanya kelompok-kelompok…..!!
Lihat Islam apa itu celananya cingkrang…..!!
Maulid itu bid’ah…. Pelakunya Kafir…!!
Yang kagak maulid…. itu benci Nabi….!! Ibliiisss…!!
Jadi Ustadz mah kayak yang di tivi napa….!
Hati-hati… Pemuda yang berjenggot, celana cingkrang itu Musuh Belanda..!! Musuh Amerika…!!
Salafi itu Wahabi…. kita mah Ahlus Sunnah wal Jama’ah aja dah…!!

Semua ungkapan diatas adalah Pola untuk membangun ASHOBIYYAH (Fanatisme Kelompok) yang suatu saat akan sangat mudah dibenturkan antara satu sama lainnya.
____________________________

DPW FPI Bekasi Raya sering mendapati kasus perebutan masjid yang terjadi di Kota dan Kabupaten Bekasi.  Alhamdulillah dengan Masyi’atullah tidak sedikit yang dapat diselesaikan dengan pelaksanaan WA AMRUHUM SYURO BAINAHUM. Sehingga satu sama lainnya saling bersatu padu dalam UKHUWAH ISLAMIYYAH dan memiliki semangat TAFAHUM :

Perbedaan Furuiyyah…. mari kita ber-Toleransi…!
Perbedaan Ushuliyyah… mari kita Amputasi….!

ALHAMDULILLAH…. BEKASI MENJADI MEDAN ILMU DAN AMAL…. Keragaman Etnis… Keragaman Pemahaman dan Amalan Furuiyyah namun tetap terajut Rasa Cinta antara satu sama lainnya membuat Para Pelancong selalu merindui Bekasi, para Kyai… para Habaib… para Masyaikh… Senang berkunjung ke Bekasi dan pesan yang mereka sampaikan kepada saudaranya adalah “Cobalah berkunjung ke Bekasi…. itu daerah beragam macam kelompok ada di dalamnya.

TERNYATA, Toleransi yang terbangun dengan baik di Bekasi membuat GONDOK KAUM KUFFAR dan mereka pun membuat MAKAR kembali. Para Pejuang-pejuang Islam di Bekasi dibuat terkotak-kotak kembali dengan modal ASHOBIYYAH dan FURUIYYAH yang dikedepankan kembali.

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, saudara saya, yang pernah berjuang bersama bahkan akan membuldozer Gereja Liar yang ada di Perumahan Galaxi ber-IKRAR akan mengambilalih DKM hanya karena adanya GOSOKAN akibat “GESEKAN-GESEKAN” antara Pengurus Masjid dan Yayasan yang ada serta Pemerintah Kota Bekasi yang telah mendapatkan TEKANAN hingga menjadi TOGHO dan TAJABBAR.

Mendengar berita tersebut, saya dan beberapa pengurus DPW FPI Bekasi Raya yang sedang dalam tahap mencari Keterangan dari Pengurus Yayasan (di Rawa Lumbu) yang dipukuli oleh adik kandungnya karena ingin menguasai Yayasan serta mencari Solusi yang terbaik antara keluarga; bersegera menuju Darut Taqwa untuk bertemu dan bertabayyun dengan saudara saya yang berikrar tadi. Saya langsung mendapati beliau dan meminta agar mengurungkan niatnya dengan menyatakan bahwa “Kyai jangan terjebak Konspirasi..!”

“Oooh…. kagak bisa…!! Gua mao ngejagain kampung gua ustadz…!! Gua kagak mao ada Wahabi Takfiri…!! tuh tadi gua udah dapet buku Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dari INTEL”.

“Astagfirullah….. Nanggooookkk…….nanggok….! (saya mengurut dada sambil memberi isyarat kepada Wali Laskar Bekasi Raya {yang menghadiri maulid sejak pukul 21-an} agar tidak ikut gerakan Sang Kyai).
_______________________

Beberapa hari kemudian saya mendapatkan sms dari Wali Laskar MOHON PETUNJUK DAN ARAHAN bahwa akan ada Maulid di depan Masjid Muhammad Ramadlan pada 26 02 2014 hari Rabu malam Kamis dan Jum’at pagi akan mengepung Masjid untuk menurunkan DKM.

Saya DENGAN TEGAS MEMERINTAHKAN KEPADA SELURUH LASKAR UNTUK TIDAK IKUT MAULID DAN TERJEBAK DALAM KONSPIRASI INTELEGENT.

Namun tanpa saya ketahui beliau pun mengirimkan (Menurut Pengakuan Wali Laskar) sms tersebut ke beberapa orang termasuk Imam Besar dan DENGAN TEGAS PULA BELIAU INTRUKSIKAN BAHWA DALAM KASUS-KASUS ANTARA UMAT ISLAM, FPI DAN LPI TIDAK BOLEH BERPIHAK — HAAARUUSS NETRAL— MENGISHLAH DENGAN JALAN MUSYAWARAH.

{Catatan : Saya tidak tahu kepada siapa lagi Wali Laskar mengirimkan SMS nya selain kepada Imam Besar, jika benar yang dikatakan wali laskar bahwa beliau mendapatkan Intruksi dari Imam Besar, maka tidak masalah bagi saya. Namun saya harus waspada jika Wali Laskar mendapat Intruksi juga dari jajaran yang saya tidak kenal; pak Sutarman misalnya. Who Know..? Namun Perlu diketahui oleh semua bahwa Catatan Saya tentang Wali Laskar adalah orang yang baik namun kurang pandai membaca peta sehingga niat yang baik untuk menjadi juru Ishlah malah berada di barisan salah satu pihak yang berseteru}

Maka pada Rabu Sore (26 02 2014) saya dan KH AH dipanggil ke Markaz Syariah dan dimintai keterangan oleh Pengurus-pengurus DPP (Opini yang berkembang kemudian adalah Saya akan bertempur dengan KH AH).

KH AH tidak bisa hadir karena harus mempersiapkan segala kebutuhan Maulid Dadakan itu. Pada akhirnya ada Perintah DPP kepada saya untuk dapat menghadirkan KH Abdul Hadi dan Pak Nanang Pramudya untuk ISHLAH di Markaz Syariah ba’da Ta’lim Bulanan.

Malam itu, Al-Habib Ahmad bin Sholeh Al-Athos menelpon saya dan menyatakan : “Ustadz… ana sayang antum… tolong yang sabar dalam urusan ini…”

Ahad, dua maret tahun dua ribu empat belas : Terjadilah ISHLAH antara Pihak dengan kesepakatan akan diadakan ACARA KAJIAN UNDANG SEMUA PIHAK DAN IMAM BESAR AKAN HADIR.

NAMUN SANGAT SAYA SAYANGKAN ACARA TERSEBUT BELUM TERLAKSANA hingga pada Ahad 20 04 2014 terlaksanalah Proyek PEREBUTAN DAN PENGAMBILALIHAN Masjid Muhammad Ramadlan dari DKM Pak Nanang Pramudya dialihkan ke Camat Bekasi Selatan.

Saya tidak mengetahui rencana Pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadlan tersebut padahal Sabtu 19 04 2014 saya bertemu KH AH dan Wali Laskar dan duduk di Majelis yang sama bersama Ketua DPD Jawa Barat KH Abdul Qohhar.

Saya tidak mengetahui rencana Pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadlan padahal pada Kamis 17 04 2014 Wali Laskar bermusyawarah dengan KH AH, Kessos Pemkot Bekasi, Kasat Intel Kota Bekasi, Intel Kodim, FBR, dan ormas lainnya.

Ya Allah…!! Wali Laskar FPI Bekasi Raya Saya Anggap Berkhianat Kepada Hasil Syuro Dihadapan Imam Besar…!!

Ya Allah…!! Wali Laskar FPI Bekasi Raya Menyatakan Diri Sebagai Dan Berperan Sebagai Penengah Antara Dua Pihak Yang Berseteru Namun Bermusyawarah Hanya Dengan Satu Pihak Saja.
Ya Allah…!! Wali Laskar FPI Bekasi Raya Adalah Orang Yang Baik, Orang Yang Ikhlas, Namun Tidak Pandai Membaca Situasi..!!
Ya Allah..!! Mereka Yang Turun Hadir Dalam Pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadlan Adalah Hamba-Hambamu Yang Tidak Mengetahui Bahwa Mereka Terjebak Dalam Sebuah Konspirasi.
Ya Allah..!! Ampuni..Rahmatilah Mereka Yang Terjebak Itu Beri Mereka Cahaya Kecuali Mereka Yang Sombong Lagi Durjana, Sesungguhnya Engkau-Lah Yang Akan Membalas Mereka.
Ya Allah…!! Remuk Redam Hati Kami… Gelisah Jiwa Kami….! Teramat Dalam Kesedihan Hati Kami Atas Kejahilan Kami Dan Saudara-Saudara Kami..!

———————————————————————————————–
1. DPW FPI Bekasi Raya mengakui bahwa diantara orang berbaju putih yang hadir dalam Pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadlan pada dua puluh april dua ribu empat belas adalah Wali dan beberapa Laskar Bekasi Raya.

2. DPW FPI Bekasi Raya menyatakan bahwa Pengambilalihan Masjid Muhammad Ramadlan UPAYA MENUTUP DAKWAH DI JALAN ALLAH TA’ALA, sedangkan Pemerintah Kota Bekasi dan Polisi menyatakan ini Urusan Fasos Fasum.

3. DPW FPI Bekasi Raya mengakui bahwa menutup DAKWAH DI JALAN ALLAH TA’ALA adalah Perbuatan yang dapat mengeluarkan Pelakunya dari Islam.

4. DPW FPI Bekasi Raya akan membawa Wali dan Laskar yang terlibat didalam upaya menutup DAKWAH DI JALAN ALLAH TA’ALA ke MAHKAMAH LASKAR.

5. DPW FPI Bekasi Raya

-BERTAUBAT-MEMOHON AMPUN KEPADA ALLAH TA’ALA-

-MEMOHON MAAF KEPADA DKM MASJID MUHAMMAD RAMADLAN-

-MEMOHON IQOB KEPADA IMAM BESAR FPI dan PENGURUS DPP FPI-

-MEMOHON MAAF KEPADA SELURUH KAUM MUSLIMIN

Atas Keterlibatan Wali dan beberapa orang Laskar dalam Amalan Kekufuran.

6. DPW FPI Bekasi Raya menyeru kepada semua pihak umat Islam yang ikut dan turut serta dalam menutup DAKWAH DI JALAN ALLAH TA’ALA untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Ta’ala.

————————————————————————————

Demikianlah Permohonan Maaf dan Penjelasan yang dapat kami sampaikan.

Semoga Allah Ta’ala Segera Memberi Keputusan Yang Terbaik Atas Kami Untuk Kemaslahatan Dan Kebaikan Umat Islam Dan Menguak Segala Kebusukan Makar-Makar Para Pendengki Agama Dan Umat Islam.

Bekasi. 23 Maret 2014

Wassalam,

DPW FPI Bekasi Raya

Murhali Barda.

Posted by: daktaRabu, 23/04/2014 – 15:17

dakta.com/2014/04/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.525 kali, 1 untuk hari ini)