(Peringatan dalam bentuk spanduk di masjid-masjid)


Spanduk yang terpasang di Masjid Mubasysyirin Jalan Karet Belakang Selatan 1, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan. (Vino/detikcom) Posted on 26 Februari 2017 by Nahimunkar.com

{فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى (9) سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى (10) وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى (11) الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى (12) ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى (13) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (14) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى} [الأعلى: 9 – 15]

(9) oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat, (10) orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, (11) dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (12) (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka), (13) Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup, (14) Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (15) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat [Al A’la,9-15]

Peringatan dalam bentuk spanduk

Peringatan dalam bentuk spanduk di masjid-masjid tampak dipasang, dapat dimaknai sebagai pememberitahuan untuk pelaksanaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, agar Umat Islam dapat mengikuti firman Allah semampunya. Karena memang ada ayat ancaman tegas dari Allah Ta’ala.

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik

{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا } [النساء: 138، 139]

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah [An Nisa”,138-139]

Larangan Menshalati Jenazah Orang Munafik

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik(QS. At Tawbah : 84)

Mengingatkan agar tidak tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran

Di samping memberi peringatan bernada ancaman sesuai ayat-ayat Al-Qur’an, spanduk semacam itu bermanfaat pula untuk mengingatkan agar tidak tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Karena Allah ta’ala telah berfirman:

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ } [المائدة: 2]

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [Al Ma”idah:2]

Resikonya, spanduk semacam itu, atau peringatan dalam bentuk ceramah, tulisan, dan sebagainya, akan mendapatkan penolakan dari orang-orang munafik, sebagaimana telah Allah Ta’ala beritahukan dengan firman-Nya:

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا} [النساء: 61]

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu [An Nisa”61]

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.801 kali, 1 untuk hari ini)