• Dalam Hadits, doa pemungut persepuluhan harta orang adalah ditolak, sebagaimana ditolaknya doa pelacur yang menjajakan kemaluannya.
  • LDII kini lagi gonjang-ganjing karena kasus tipuan triliunan rupiah dalam apa yang dikenal dengan bisnis (tipuan) Maryoso yangdiduga melibatkan para pentolan LDII mulai dipersoalkan. Aksi para korban telah mulai.
  • Pentolan aliran sesat LDII mendoakan tersangka korupsi, inilah beritanya. Disusul dengan tulisan yang bermanfaat insya Allah.

***

Ketua Aliran Sesat LDII Doakan Tersangka Korupsi Andi Mallarangeng

JAKARTA (voa-islam.com) – Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam mendatangi mantan Menpora Andi Mallarangeng dan keluarga di rumahnya, Jalan Suralaya, Nomor 3, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (9/12/2012).

Bersimpati atas status Andi yang telah menjadi tersangka dalam kasus korupsi yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pentolan LDII itu pun mendoakannya, seperti dikutip tribun.

“Kita doa bersama, kita doakan supaya beliau tabah. Pak Andi dan keluarga sehat,” ujar Abdullah yang mengaku datang ke kediaman Andi sendiri. Ia juga mengaku melaksanakan doa bersama keluarga besar Andi.

Dalam pertemuan singkat itu, Abdullah mengakui tak membicarakan soal kasus yang menerpa Andi. Ia datang tak lebih memberi dorongan, dukungan, doa lewat pendekatan religi dengan memberi empat pesan.

“Ada empat hal yaitu kalau kita dapat nikmat harus disyukuri, musibah kita bermunajat, kalau bersalah harus mengaku bersalah dan bertobat, kemudian manakala dapat cobaan bersabar,” ungkapnya.

Abdullah dan jamaah LDII berharap doa untuk Andi dapat menguatkannya menghadapi masalah-masalah. Ia mengaku mengenal Andi sejak menjabat Juru Bicara Kepresidenan.

Untuk diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Islam Jama’ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 06 Rabiul Awwal 1415H/ 13 Agustus 1994M, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Ketua Umum: K.H. Hasan Basri, Sekretaris Umum: H.S. Prodjokusumo.

Meski sudah menyatakan telah berubah menjadi paradigma baru, ternyata aliran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) alias Islam Jama’ah masih mengamalkan doktrin lama yang mengkafirkan umat Islam yang tidak berbai’at kepada Islam Jama’ah.

Oleh sebab itu MUI Pusat dalam Munas VII tahun 2005 pernah mendesak pemerintah bertindak tegas.

“mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah). [Ahmed Widad/dbs] Ahad, 09 Dec 2012

***

Pelacur dan pemungut harta persepuluhan, doanya ditolak

Pemungut pajak termasuk yang disebut sebagai ’assyaar  عَشَّارًا (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Sebagaimana para pentolan Islam Jama’ah atau 354 (aliran sesat yang ganti-ganti nama didirikan oleh Nur Hasan Ubaidah Madigol), do’anya tidak diijabahi. Karena mereka adalah tergolong orang-orang yang ditolak doanya, karena sebagai ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta orang tidak sesuai syari’at). Hal itu termasuk dalam ancaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ ؟ فَلَا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو دَعْوَةً إلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ إلَّا زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارًا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالطَّبَرَانِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ صحيح الترغيب والترهيب – (ج 2 / ص 305) 2391 – ( صحيح )

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Pintu-pintu langit dibuka tengah malam maka pemanggil menyeru, adakah yang berdoa, maka (pasti) diijabahi baginya. Adakah yang meminta, maka (pasti) diberi. Adakah yang dirundung keruwetn, maka (pasti) dilapangkan darinya. Maka tidak tersisa seorang muslim pun yang berdoa dengan suatu doa kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan baginya kecuali pezina yang berusaha dengan farjinya (kemaluannya) atau pemungut (harta orang) persepuluhan. (HR Ahmad dan At-Thabarani, lafal ini bagi At-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib nomor 2391).

Nah, para pentolan Islam Jama’ah atau 354 dengan jajarannya itu tiap bulannya memungut sepersepuluh harta tiap orang yang dianggap sebagai jamaahnya. Bahkan kalau waktu-waktu tertentu seperti menjelang lebaran, khabarnya pemungutan pun bertambah tinggi. Apakah bukan عَشَّارًا yang doanya tertolak dan disejajarkan dengan pelacur, mereka itu?

***

H Kasmudi Kiai LDII Promosikan Bisnis Mariyoso, Effendi Tertipu Rp40 Miliar

Begitu Effendi mendengarkan fatwa dari H. Kasmudi, salah satu Kiai LDII, bahwa siapapun yang menitipkan uangnya ke Mariyoso, akan diberi SHU 5 sampai 8 persen per bulan, tanpa pikir panjang lagi dirinya langsung ikut menginvestasikan modalnya. “ Hanya tempo 4 bulan Mariyoso berhasil meraup uang milik Effendi Rp 40 miliar,” papar Effendi.

Effendi mengungkap kasus itu ketika Ratusan massa dari jamaah LDII korban penipuan bisnis awu -awu Mariyoso alias mbah gombel melakukan aksi ‘segel’ rumah milik Mariyoso di Jl. Semeru Kelurahan Wates Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (30/11 2012).

Korban tipuan bisnis Maryoso di lingkungan LDII mulai beraksi

  • Ratusan massa korban bisnis tipuan Maryoso menduduki dan menyegel tiga bidang tanah dan bangunan di dua tempat di Kota Mojokerto, Jawa Timur, Jum’at (30/11 2012). Yang mereka segel itu disinyalir aset milik Mariyoso, anggota LDII yang kini raib akibat terbongkarnya kasus investasi bisnis abu-abu sepuluh tahun lalu yang diduga melibatkan para petinggi LDII  dan memakan korban dua ribu orang lebih.
  • “Satu-satunya cara, yakni ‘menggugat’ oknum oknum petinggi LDII yang saat itu diduga menikmati hasil penipuan Mariyoso,” kata Teguh Starianto, kuasa hukum korban penipuan Mariyoso.
  • Koran Radar Minggu, Jombang, pernah menurunkan tulisan tentang LDII sejak 21 Februari 2003 sampai beberapa bulan kemudian (Agustus). Di antaranya, diberitakan tentang kasus penipuan yang mencapai triliunan rupiah. Peristiwa yang terjadi pada tahun 2002-2003, di Jawa Timur, mengungkap banyaknya korban penipuan LDII melalui sebuah kegiatan keuangan non Bank yang disebut investasi.
  • Kegiatan penipuan tersebut dikelola dan dikampanyekan oleh para tokoh LDII dengan iming-iming bunga 5% per bulan. Ternyata investasi itu ada tanda-tanda duit yang telah disetor sangat sulit diambil, apalagi bunga yang dijanjikan. Padahal dalam perjanjian, duit yang disetor bisa diambil kapan saja.
  • Jumlah duit yang disetor para korban mencapai hampir 11 triliun rupiah. Di antara korban itu ada yang menyetornya ke isteri amir LDII Abdu Dhahir yakni Umi Salamah sebesar Rp 169 juta dan Rp 70 juta dari penduduk Kertosono Jawa Timur. Dan korban dari Kertosono pula ada yang menyetor ke cucu Nurhasan Ubaidah bernama M Ontorejo alias Oong sebesar Rp 22 miliar, Rp 959 juta, dan Rp800 juta. Korban bukan hanya sekitar Jawa Timur, namun ada yang dari Pontianak Rp 2 miliar, Jakarta Rp 2,5 miliar, dan Bengkulu Rp1 miliar. Paling banyak dari penduduk Kediri Jawa Timur ada kelompok yang sampai jadi korban sebesar Rp 900 miliar. (Lihat Buku HMC Shodiq,Akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah, LPPI, Jakarta, Cetakan Pertama, Januari 2004).
    Para korban penipuan bisnis “bodong” Maryoso di lingkungan LDII itu kini mulai beraksi. Bahkan telah diucapkan bahwa satu-satunya cara, yakni ‘menggugat’ oknum oknum petinggi LDII yang saat itu diduga menikmati hasil penipuan Mariyoso.

LDII/ Islam Jamaah  menghadapi dua masalah besar:

  1. Gelombang aksi – gugatan ribuan korban penipuan bisnis Maryoso triliunan Rupiah yang menghebohkan sejak berlangsungnya penipuan di lingkungan LDII sepuluh tahun lalu yang diduga melibatkan para pentolan aliran sesat LDII, mulai beraksi di Mojokerto Jawa Timur, Jum’at 30 November 2012. Mereka menyegel asset-asset Maryoso aktivis LDII pelaku penipuan yang kini jadi buronan polisi. (llihat berita di nahimunkar.com, Korban tipuan bisnis Maryoso di lingkungan LDII mulai beraksi). “Satu-satunya cara, yakni ‘menggugat’ oknum oknum petinggi LDII yang saat itu diduga menikmati hasil penipuan Mariyoso,” kata Teguh Starianto, kuasa hukum korban penipuan Mariyoso.
  2. Semakin banyaknya anggota jamaah aliran sesat LDII yang keluar dari ajaran yang dikenal dengan Islam Jamaah bikinan Nurhasan Ubaidah dan telah dilarang Kejaksaan Agung tahun 1971 itu. Mereka yang sadar akan kesesatan LDII kemudian keluar itu dikabarkan rata-rata merupakan aktivis ngaji yang pintar-pintar dan kreatif, hingga mereka mampu membeberkan kepada yang masih di dalam LDII maupun masyarakat umum tentang kesesatan-kesesatan dan penyimpangan aliran sesat LDII/ Islam Jamaah lewat berbagai sarana. Bahkan mereka berani menantang mubahalah kepada pentolan-pentolan LDII. (Minta Diundang MUI dan Siap Mubahalah dengan LDII https://www.nahimunkar.org/5418/minta-diundang-mui-dan-siap-mubahalah-dengan-ldii-2/ ).  Mubahalah (atau mula’anah, saling melaknat, pen) ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat, berdo’a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidakberani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. _(Al- Quran dan Tafsirnya, Depag RI, 1985/ 1986 juz 1 hal 628).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.203 kali, 1 untuk hari ini)