Penuturan Putri HRS

 

Pada malam itu, di dalam mobil kami yg berisi 1 bayi, 2 balita, 3 perempuan dewasa, 2 lelaki dewasa.

 

Mobil dgn plat nomor palsu meneror kami dgn menyodok2 mobil kita dari belakang, lalu merubah posisi ke arah samping untuk memepet2, lalu ia membuka jendela mobilnya memberikan jari telunjuknya untuk menantang kami.

 

Kami fikir malam itu adalah malam terakhir kami, hati kami tenang karena jika harus pun begitu, kami akan syahid.

 

Namun takdir berkata lain, Allah lebih merindukan ke-6 orang syuhada itu yg menyelamatkan kami dari maut..

 

Keesokan harinya setelah diberi kabar bahwa 6 laskar kami telah ditembak mati & dihilangkan jejaknya, hati ini bergetar sedih bukan kepalang, meminta petunjuk kpd Allah agar kami diberi tahu bahwa mereka benar2 bahagia di alam sana, setelah petunjuk itu sampai hati kita mulai tenang walaupun rasa sedih tak bisa dipungkiri.

 

Siangnya suami mendapat teror lewat ponselnya dari internet yg berisi “MATI KAU! MATI KAU! MATI KAU!”

 


 

Dari sini kita bisa menilai bahwa kejadian ini benar2 telah direncanakan dgn matang oleh musuh.

portal-islam.id, Rabu, 09 Desember 2020 KABAR UMAT

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.504 kali, 1 untuk hari ini)