Senin pagi, 15 Desember 2014, seorang pria bersenjata memasuki Lindt Chocolate Cafe, di Martin Place, Sydney, Australia. Waktu belum lagi menunjuk tepat jam sepuluh waktu setempat.

Terdengar letusan senjata api, dibarengi dengan upaya lelaki bersenjata tadi menjadikan seorang wanita sebagai perisai.

Insiden ini semula diduga berkaitan dengan terorisme, atau berkaitan dengan ISIS, karena berlangsung beberapa menit sebelum polisi setempat mengumunkan penahanan terhadap pria berusia 25 tahun yang diduga memiliki rencana melakukan serangan di tanah Australia, dan memfasilitasi perjalanan warga negara Australia ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok bersenjata di sana.

Meski di lokasi penyanderaan terlihat bendera hitam khas ISIS, namun insiden ini tidak berkaitan. Keberadaan bendera khas berwarna hitam itu juga sempat memunculkan dugaan bahwa pelaku teror berasal dari jabhat al-nusra, kelompok cabang Al Qaeda yang beroperasi di Suriah. Ternyata tidak juga berkaitan. Aksi ini tergolong Lone Wolf Terrorism, yang tidak punya afiliasi dengan kelompok teror tertentu.

Pelaku tunggal insiden penyanderaan ini adalah Man Haron Monis, kelahiran Iran yang sejak 1996 mengungsi ke Australia. Nama aslinya adalah Manteghi Bourjerdi, berusia sekitar 50 tahun, dan dikenal sebagai pemeluk agama syi’ah. Namun sekitar satu-dua bulan ini ia menyatakan sudah masuk Islam (ahlussunnah wal jama’ah).

Haron Monis adalah pelaku sejumlah kasus kriminal di negaranya, yang minta suaka politik ke pemerintahan Australia. Haron pernah membunuh mantan istrinya, dan terlibat 40 kasus pelecehan seksual. Ia juga terbukti bersalah telah mengirim surat bernada ancaman dan penghinaan terhadap delapan janda tentara Australia yang tewas di Afganistan.

Ia mengaku sebagai penyembuh spiritual (paranormal), dan membubuhkan kosa kata “sheikh” di depan namanya, sehingga terkesan bagai ulama Islam.

Aksi penyanderaan yang berlangsung selama 17 jam ini berakhir dengan kematian Haron Monis, melalui baku tembak dengan polisi. Selain Haron Monis, dua sandera ikut tewas, yaitu Katrina Dawson (38) yang bekerja sebagai pengacara di Sydney Central Business District (CBD), serta Tori Johnson (34) yang bekerja di Lindt Cafe sejak Oktober 2012.

Yang menimbulkan pertanyaan adalah, mengapa pemerintah Australia menerima permohonan suaka politik Manteghi Bourjerdi yang kemudian berganti nama menjadi Man Haron Monis, padahal ia pelaku kriminal berat? Walahu a’lam bishshawab… (tede/nahimunkar.com)

(Dibaca 921 kali, 1 untuk hari ini)