Status “perempuan” tidak menghalangi dari jalan dakwah dan berkarya.

Buku “Ad-Dalil Ilaa Kitab Allah Al-Jalil” dikarang oleh 2 putri syaikh Al-Albani Hassanah bintu Nashiruddin Al-Albani dan Sukainah bintu Nashiruddin Al-Albani -hafidzahumallah wa rahimal waalid- dalam 3 jilid.

1- Kalau dikatakan, “Ya, mereka berduakan anaknya syaikh Al-Albani rahimahullah. Ya pantas saja bisa seperti itu”.

Jawab: Ilmu itu bukan warisan dan bukanpula turunan. Tapi ilmu itu dipelajari dan dicari oleh pemiliknya. Betapa banyak, anak para ulama namun mereka tidak menjadi ulama seperti bapaknya.

Maka, begitu pula dengan anak syaikh Al-Albani, walau mereka perempuan namun mereka bersungguh-sungguh untuk mempelajari ilmu agama dan tidak menunggu keajaiban dari bapaknya.

Maka dari itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يا أيها الناس إنما العلم بالتعلم

“Wahai manusia, sesungguhnya ilmu itu didapat dengan dipelajari” (HR. Thabrani dan dihasankan oleh Al-Albani)

Bukan turunan maupun warisan.

2- Kalau dikatakan balik: “Nulis kitab sepertinya masih terlalu sulit. Masih terlalu tinggi levelnya”.

Jawab: Ya, kalau nulis kitab masih sulit, ya dimulai dari artikel-artikel kecil tentunya. Karena gunung itu terbentuk dari kerikil-kerikil kecil.

Maka dari itu kata para ulama:

لا تحقرن صغيرة. إن الجبال من الحصى

“Jangan engkau remehkan hal-hal yang kecil, sesungguhnya gunung itu terbentuk dari kerikil-kerikil kecil”.

Jadi mulai dulu dari hal-hal yang kecil dengan menulis artikel-artikel ringan tentunya. Dan itu semua bisa dipublikasikan di internet seperti blog, web, sosial media, dll. Karena kedua putri syaikh Al-Albani juga memiliki blog untuk menulis artikel-artikel ringan.

– Seperti Hassanah bintu Al-Albani memiliki blog “Tamam Al-Minnah” dengan alamat: http://tamammennah.blogspot.com

– Begitu pula Sukainah bintu Al-Albani juga memiliki blog “Al-Amru Al-Atiq” dengan alamat: http://alamralateeq.blogspot.com/

Sekarang yang sangat disayangkan, banyak orang yang berangan-angan mencapai hasil yang besar, namun mereka tidak memulai dari hal-hal yang kecil.

Maka kita naiki anak tangga satu persatu, namun kita sampai puncak. Dari pada kita melangkahi 5 anak tangga, namun jatuh kesakitan dan tak sampai puncak.

Terus, tunggu apa lagi buat berkarya?

Satu tulisan jika dibaca oleh 1.000 orang berapa pahala yang akan kita dapat ? Dan bagaimana jika tulisan itu terus dishare dan dibagikan walau kita telah wafat? Itulah bekal dan harapan para ulama.

via Muhammad Abdurrahman Al Amiry – 26 Maret 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.220 kali, 1 untuk hari ini)