• HMI Bogor Desak KPK Tangkap Ibas dan Ani

Skandal Bank Century_8326546382

Ilustrasi/ bola.viva.co.id

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memberangkatkan penyidik ke Amerika Serikat (AS) untuk memeriksa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait kasus korupsi dana talangan Bank Century.

“Pemeriksaan saksi Ibu Sri Mulyani kita terkendala karena jauh. Tapi kita sudah renacakan akan memberangkatkan tim ke Amerika Serikat,” ucap Ketua KPK Abraham Samad saat rapat Timwas Century di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (27/2) menurut berita poskotanews.com Rabu, 27 Februari 2013 15:32:30 WIB

Dikatakan Samad, penyidik KPK akan terbang ke Amerika Serikat untuk memeriksa Sri Mulyani yang kini menjabat direktur pelaksana Bank Dunia itu. “Deputi Penindakan KPK sudah mengajukan surat ke saya dan sudah saya tandatangani. Insya Allah kendala jarak, bukan lagi kendala buat KPK,” tutur Samad.

Menurut Samad, biaya untuk memberangkatkan penyidik ke Amerika bukan kendala. “Masalah biaya tidak masalah,” pungkas Samad.

Seperti diketahui Sri Mulyani kini berada di Amerika sebagai pejabat di Bank Dunia. (prihandoko) (Pos Kota)

HMI Bogor Desak KPK Tangkap Ibas dan Ani

Sementara itu di Bogor, Selasa, 26 Februari 2013,  mahasiswa menuntut KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) segera menangkap anak Presiden SBY dan istrinya, yakni Eddy Baskoro (Ibas) dan Ani Yudhono, karena diduga teribat dalam kasus korupsi Hambalang.

 Aksi Himpunan Mahasiswa Islam cabang Bogor mengusung tema tunggal yakni, mendesak KPK menangkap Ibas dan Ani Yudoyono.

Aksi itu berlangsung saat Presiden SBY dan kabinet Indonesia Bersatu jilid II, tengah berada di dalam Istana Bogor, sebagaimana diberitakan poskotanews.com Selasa, 26 Februari 2013 16:05:05 WIB

Dalam aksinya, selain membawa bendera organisasi HMI, mahasiswa juga membawa poster bertuliskan “Tangkap Ibas dan Ani Yudhoyono”. Selain itu, mahasiswa juga menuntut agar KPK segera menangkap orang-orang yang terlibat dalam kasus Century, seperti Budiono dan Sri Mulyani.

***

Hancurnya manusia dahulu, bila kalangan atas (pejabat, bangsawan, elit politik) mencuri maka mereka membiarkannya.

أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ امْرَأَةً سَرَقَتْ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ الْفَتْحِ فَفَزِعَ قَوْمُهَا إِلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ يَسْتَشْفِعُونَهُ قَالَ عُرْوَةُ فَلَمَّا كَلَّمَهُ أُسَامَةُ فِيهَا تَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتُكَلِّمُنِي فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ قَالَ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمَّا كَانَ الْعَشِيُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ خَطِيبًا فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ النَّاسَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ثُمَّ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ فَقُطِعَتْ يَدُهَا فَحَسُنَتْ تَوْبَتُهَا بَعْدَ ذَلِكَ وَتَزَوَّجَتْ قَالَتْ عَائِشَةُ فَكَانَتْ تَأْتِي بَعْدَ ذَلِكَ فَأَرْفَعُ حَاجَتَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah mengabarkan kepada kami Urwah bin Zubair, ada seorang wanita mencuri di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tepatnya ketika terjadi penaklukan Makkah. Kaumnya merasa gelisah atas kasus ini sehingga melakukan perundingan dengan Usamah bin Zaid dengan harapan mereka bisa minta keringanan hukuman melalui perantaranya. Kata Urwah, ketika Usamah melaporkan kasusnya kepada Rasulullah dan meminta keringanan, wajah Rasulullah nampak berubah (pertanda bangkit emosinya). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian akan mengajakku melakukan “kompromi” terhadap hukum Allah? Usamah langsung insaf dengan mengatakan “Mintalah ampunan untukku wahai Rasulullah? Sore harinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpidato, memuji Allah dengan pujian yang semestinya bagi-Nya kemudian berujar: “Hadirin yang dihormati, manusia sebelum kalian telah celaka sebab jika yang mencuri kalangan atas (pejabat, bangsawan, elit politik) maka mereka membiarkannya, sebaliknya jika yang mencuri masyarakat biasa (golongan rendah, tak berpangkat), mereka menegakkan hukuman. Demi Dzat yang diri-ku berada di tangan-NYA, kalaulah Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya kupotong tangannya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan wanita itu sehingga dipotong tangannya, dikemudian hari ia menindaklanjuti taubatnya dengan baik dan menikah. Kata Aisyah, dikemudian hari si wanita datang dan kulaporkan keperluannya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam. (HR BUKHARI – 3965)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 432 kali, 1 untuk hari ini)