Peran MUI Dihapus sebagai Pemberi Fatwa Halal, Marissa Haque: Demi Allah, Sungguh Jahat UU Ciptaker


 

Aktris senior Marissa Haque menjadi salah satu publik figur yang secara tegas menolak pengesahan UU Cipta Kerja.

 

Selain menyoroti waktu istirahat buruh yang dinilai terlalu singkat yakni 30 menit, Marissa Haque juga membagikan pendapat pribadinya tentang bahaya UU Cipta Kerja yang dinilai telah menghilangkan peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memberikan fatwa halal terkait suatu produk, dan digantikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

 

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya @marissahaque, dirinya menjelaskan bahwa UU Cipta Kerja ‘sungguh jahat’.

 

“Demi Allah, ‘sungguh jahat’ UU Omnibus Law Cipta Kerja ini guys. Perlahan namun pasti, masyarakat Muslimin Indonesia yang 87 persen itu di-murtad-kan. Mulai dari jaminan makanan halalnya,” kata Marissa Haque di Instagram, Rabu, 14 Oktober 2020.

 

Marissa Haque mengungkapkan, dirinya kecewa karena dengan tega pemerintah telah menghilangkan peran MUI, padahal mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.

 

“Bagaimana mungkin NKRI yang bukan negara Islam ini tega menghilangkan peran ulama MUI sebagai pemberi fatwa halal, dan digantikan dengan seorang Dirjen level eselon 1 Ketua BPJPH, yang kasusnya sedang bergulir di pengadilan karena memalsukan fatwa halal MUI, dan buat logo halal tandingan MUI. Ini kejahatan yang terorganisir!,” tutur Marissa Haque menjelaskan.

 

Dirinya juga kembali mengingatkan tentang waktu istirahat buruh yakni minimal 30 menit, yang mana kebanyakan pabrik justru menggunakan waktu minimal tersebut untuk waktu istirahat para pekerjanya, sehingga para pekerja tidak memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan salat.

 

Namun, Marissa Haque menjelaskan bahwa fokus protesnya terhadap UU Cipta Kerja adalah terkait urusan ‘Jaminan Produk Halal’.

 

Dirinya juga menjelaskan bahwa sudah lebih dari 10 tahun dia tidak tergabung dalam partai politik.

“Tapi fokus protes saya bukan di urusan perburuhan, karena saya bukan ahlinya. Fokus saya pada urusan jaminan produk halal untuk umat Islam Indonesia (dan saya sudah 10 tahunan lebih tidak berpartai politik guys. Jadi saya bukan lagi PAN),” katanya.

Marissa Haque juga memaparkan bahwa UU Cipta Kerja telah menghilangkan seluruh pasal 14 dari UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

“Kejahatan UU Omnibus Law Cipta Kerja, yang menghilangkan seluruh pasal 14 dari UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal atas eksistensi ulama di MUI @majelisulamaindonesia sebagai pemberi fatwa halal suatu produk, yang diganti hanya dengan keputusan Ketua BPJPH sekelas Dirjen dari Kemenag RI semata!,” tuturnya.

Marissa Haque juga turut mempertanyakan kewenangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam menerbitkan fatwa halal dan menyayangkan pemerintah yang tidak berkonsultasi terlebih dahulu kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Apakah seorang PNS boleh menerbitkan fatwa halal? Apakah PNS tersebut punya kapasitasnya? Kenapa pemerintah Presiden Jokowi tidak berkonsultasi dulu kepada RI 2 Wapres RI @kyai_marufamin yang sebelumnya adalah Ketua MUI? Kami semua pegiat halal menghormati Pak Kiai Ma’ruf Amin,” kata Marissa Haque.

Menurut Marissa Haque, kita memang harus bersabar atas musibah yang datang, tapi kita tidak boleh sabar atas kezaliman, apalagi zalim yang terbuka.

Apalagi sebagai seorang ibu, dia mengatakan, dirinya hanya ingin memberikan makanan halal untuk keluarganya.

“Anggota keluarga yang terbiasa mengonsumsi makanan haram, hatinya akan keras serta sulit menerima kebenaran Kalam-Nya. Sebagai seorang ibu, ku ingin hanya berikan konsumsi halal kepada keluarganya. Apakah keluarga Muslim lainnya juga demikian?,” ucap Marissa Haque.

Marissa Haque bahkan menyadari sepenuhnya bahwa apa yang dia bagikan melalui Instagram akan berisiko membuatnya kehilangan pekerjaan.

Namun, dirinya sudah bertekad untuk memberi tahu umat Islam Indonesia terkait pentingnya ‘Jaminan Produk Halal’.

“Risiko kehilangan pekerjaan saya ambil. Umat Islam Indonesia wajib tahu apa yang sedang saya sampaikan tentang Jaminan Produk Halal untuk kita semua, agar kaffah dalam iman Islam dan terbuka kemungkinan untuk masuk surga,” kata Marissa Haque.***

Sumber : http://[Peran MUI Dihapus sebagai Pemberi Fatwa Halal, Marissa Haque: Demi Allah, Sungguh Jahat UU Ciptaker] http://share.babe.news/al/ZvryhNpQvR

headline.lezzat.id by Kontributor

16 Oktober 2020, 1:33 AM

(nahimunkar.org)

(Dibaca 802 kali, 1 untuk hari ini)