Ilustrasi : Jokowi Perang Total MOJOK.CO


Pak Moeldoko menggunakan istilah PERANG TOTAL itu, justru memperlihatkan kepanikan dalam kalkulasi internal TKN, Jokowi akan kalah. Perang total adalah istilah bagi pasukan perang yang sekarat, sebagai bentuk penyelamatan muka dan harga diri dari kekalahan, kata wibi.

***

Strategi “PERANG TOTAL” Moeldoko bagai buah Simalakama

Jakarta, Pengamat militer Wibisono,SH,MH ikut mengomentari pernyataan Kepala KSP Moeldoko tentang “Perang Total”, dan akan menjadi buah simalakama , ujar wibi kepada wartawan di media jakarta (22/2/2019).

Menurutnya, Perang total adalah konflik di mana kedua pihak memobilisasi seluruh sumber dayanya, baik manusia, industri, agrikultur, militer, alam, atau teknologi, untuk menghancurkan perlawanan musuh. Praktik perang total telah beberapa kali digunakan. Salah satu praktik awal perang total terjadi pada Periode Negara Perang, ketika negara Qin mengalami reformasi menjadi mesin perang, Contoh perang total lainnya adalah Perang Sembilan,dan perang dunia II, papar Wibi yang pernah menerbitkan buku “Perang Modern” ditahun 2004 silam.

Seperti kita ketahui,bahwa minggu lalu (13/2/2019), sejumlah para petinggi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, berkumpul di Gedung High End, Mereka melakukan rapat pleno yang dipimpin langsung oleh Erick Thohir dan Moeldoko.

Sebelum memulai rapat, Wakil Ketua TKN yang juga merangkap sebagai Ketua Harian TKN, Moeldoko menyampaikan, timses Jokowi-Ma’ruf Amin tengah bersiap untuk ‘perang total’,ujarnya

(Mengomentari hal tersebut) Wibisono mengemukakan bahwa salah satu PIDATO PERANG TOTAL adalah saat pidato terkenal yang disampaikan Joseph Goebbels 18 Februari 1943, ketika Jerman Nazi mulai mengalami kekalahan Perang Dunia II.

Pak Moeldoko menggunakan istilah PERANG TOTAL itu, justru memperlihatkan kepanikan dalam kalkulasi internal TKN, Jokowi akan kalah, Perang total adalah istilah bagi pasukan perang yang sekarat, sebagai bentuk penyelamatan muka dan harga diri dari kekalahan,kata wibi.

Makanya tidak heran ada partai yang mulai cuci tangan dari kekuasaan Jokowi, karena mereka tidak ingin sama-sama runtuh dan mereka harus cari selamat,paparnya

Salah satu yang ditakutkan mereka adalah ancaman Parliaementary Threshold minimal 4% dan efek elektabilitas Jokowi yang tergerus merupakan kebangkrutan bagi partai pengusung,

Demikianlah kalo kekuasaan yang didapat dengan kepalsuan dan banyak kebohongan, akan berakhir dengan memalukan dan Perang Total adalah senjata terakhir bagi TKN untuk mempertahankan kekuasaannya,pungkas Wibisono./majalahceo.com – Februari 22, 2019    diringkas.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.232 kali, 1 untuk hari ini)