Jumat, November 16, 2012

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Syiah kembali akan melaksanakan perayaan Asyuro, 10 Muharram, mengenang peristiwa pembantaian cucu Nabi, Husein radhiyallahu ‘anhu, beserta keluarga Nabi yang lainnya di Karbala.

Mereka pada tahun ini akan melaksnakan di beberapa tempat, namun yang kami dapati informasinya hanyalah empat tempat, dua di Makassar, di Balikpapan dan satu di Jakarta yang menjadi pusat pelaksanaan Aysura 1434 H tahun ini.

Pada acara itu, beberapa kegiatan dan ritual khas Syiah akan dilaksanakan seperti pembacaan kisah Maqtal/ pembunuhan atau pembantaian Husein radhiyallahu anhu, penyiksaan diri dengan memukul-mukul dada sebagai bentuk ratapan kesedihan, dan penyampaian materi-materi yang berkaitan dengan itu.

Beberapa tahun yang lalu, beberapa dari tim LPPI Makassar turun menyaksikan acara tersebut di Makassar, dalam acara itu, Jalaluddin Rakhmat mengatakan, “Pada saat ini kita masih memukul-mukul dada”, artinya mungkin beberapa tahun yang akan datang, mereka akan memulai ritual mengiris-iris badan dengan pisa, pedang, dll. seperti yang sering terjadi di Iran.

Pembacaan kisah maqtal dan memukul-mukul badan inilah yang akan membangkitkan semangat mereka di setiap tahunnya, yaitu untuk membalaskan dendam Ahlul Bait yang dibantai secara biadab oleh tentara-tentara Bani Umayyah, padahal kita berlepass diri dari tentara Bani Umayyah yang membantai cucu Nabi tersebut, mereka membenci keluarga Nabi, sehingga menumpasnya di Karbala, dan mereka itulah Nashibi.

Yazid bin Muawiyah yang menjadi khalifah saat itu sama sekali tidak merestui pembantaian cucu Nabi tersebut, bahkan diriwayatkan ia menangis ketika mengetahui peristiwa itu.

Kita, Ahlus Sunnah wal Jamaah juga sangat sedih dengan tragedi Karbala tersebut, namun tidak sampai membuat kita memukul-mukul dada, atau bahkan mengiris-irisnya dengan pedang, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang hal itu.

Ritual Bid’ah ini mereka akan laksanakan di empat tempat dan waktu -menurut informasi yang sampai kepada kami- di Indonesia,

Pertama di Makassar, Ahad 25 Nov 2012, di Gedung Graha Pena FAJAR, lt. 4 pukul 08.30 s/d 13.00 bersama, Husein Shahab dan Rusli Malik.

Kedua ditempat yang sama dua hari sebelum itu, hari Jum’at, 23 Nov 2012, di Ballroom Graha Pena FAJAR, bersama Jalaluddin Rakhmat, mulai pukul 19.00 s/d 23.00.

Ketiga, di Balikpapan, di Balai Sudirman, Jl. Jend. Sudirman, Sabtu 24 Nov 2012.

Keempat di Jakarta, dan ini akan menjadi pusat pelaksanaan Asyuro kaum Syiah di Indonesia tahun 1434 H ini.

SMS dari Laskar FPI Sulsel, “Acara ini MOMEN untuk paham Syiah dalam mengembangkangkan dakwah kekafirannyan pada kaum Muslimin di Makassar. Mari ajak kaum Muslimin, CEGAH kegiatan mereka jangan sampai terlaksana, lihat fatwa MUI tentang Syiah thn 1984.”

Mari kita bersama mencegah kegiatan ini terjadi di Bumi Allah, terutama di kota-kota negara Indoenesia. Laporkan ke polisi dengan menjelaskan kesesatan-kesesatan Syiah agar mereka tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian. (Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.332 kali, 1 untuk hari ini)