Pengunjuk rasa dari sejumlah ormas Islam Jawa Tengah menggelar aksi Bela Islam dan NKRI Anti Syiah di Jl. Kelud Raya, Kota Semarang, Jateng, Minggu (1/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)


Perayaan Hari Asyura yang jatuh setiap 10 Muharam oleh kelompok Syiah se-Jawa Tengah yang dipusatkan di Hotel UTC, Jl. Kelud Raya, Kota Semarang, Minggu (1/10/2017), ditentang warga muslim.

Aktivis sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam yang  menyebut diri sebagai Forum Pecinta Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Allaihi Wasallam itu menganggap ajaran Syiah sesat dan menyesatkan. Karena itulah mereka menggelar aksi Bela Islam dan NKRI Anti Syiahdi sekitar lokasi kegiatan Hari Asyura yang difokuskan untuk peringatan haul Sayyidina Husain tersebut. Karena dikhawatirkan mengoyak kerukunan umat beragama Kota Semarang, Jateng, maka polisi pun mengerahkan pasukan untuk mencegah pergesekan massa. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

www.madiunpos.com Senin, 2 Oktober 2017 01:50

***

Sementara itu, salah seorang koordinator aksi, Ahmad Rofi’i, mengatakan aksi itu digelar karena audiensi dengan MUI dan Kementerian Agama setempat selalu berakhir buntu tentang keberadaan pengikut Syiah tersebut. “Kami sudah menyampaikan kepada pemangku kepentingan terkait, agar mereka tidak diberi izin, namun ternyata tetap dilaksanakan,” katanya.

Menurut dia, penolakan Forum Umat Islam Semarang (FUIS) yang berpotenmsi kerukunan umat beragama di Kota Semarang, Jateng itu dilakukan karena ajaran yang dianut jemaah muslim Syiah itu mereka nilai menyesatkan./solopos.com – 1 Oktober 2017

(nahimunkar.org)

(Dibaca 397 kali, 1 untuk hari ini)