Ketua Umum Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH. Athian Ali, M.Dai. Foto: M Fajar/Jurniscom


SERANG (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH. Athian Ali, M.Dai menanggapi kedatangan tokoh Syiah asal Australia, M. Tawhidi ke Jakarta belum lama ini. Kedatangannya untuk menghadiri seminar peringatan 38 tahun revolusi Iran di Aula Islamic Cultural Center (ICC), Jakarta yang juga dihadiri oleh tokoh Syiah Indonesia, Jalaluddin Rahmat.

Menurut Kyai Athian, sebagai gerakan politik yang Syiah mempunyai agenda besar di Indonesia. Sebab, revolusi Iran merupakan amanat langsung dari Khomeini untuk ditularkan di negara-negara lainnya.

“Kehadiran dia (M. Tawhidi) juga kita perlukan untuk mengungkap jati dirinya. Dan memang dalam seminar itu cukup terungkap keinginan mereka untuk melanjutkan revolusi yang diamanahkan oleh Imam mereka (Khomeini),” ungkapnya kepada Jurniscom di Aula Masjid At Taubah, Kemang, Serang, Ahad (19/2/2017).

Ia melanjutkan, agenda revolusi yang diemban oleh gerakan Syiah harus diwaspadai oleh pemerintah.

“Ini tentunya harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Agenda mereka itu revolusi. Jadi kalau pemerintah masih tetap tidak waspada atau bahkan membiarkan, ya ini kelalaian, dengan membiarkan musuh negara itu semakin membesar,” paparnya.

Seminar memperingati 38 tahun revolusi Syiah di Iran itu sempat mendapat penolakan dari umat Islam. Puluhan massa dari ANNAS Jakarta menggelar aksi penolakan di depan Aula ICC, tempat seminar dilangsungkan.

Kyai Athian mengaku, pihaknya baru mendapat kabar acara tersebut pada hari H. Ia menilai, kedatangan tokoh Syiah ekstrim itu sengaja disembunyikan untuk menghindari penolakan dari umat Islam.

“Mereka telah menyusun rencana itu dengan rapih sehingga kehadirannya itu seperti hantu yang tiba-tiba hadir. Mereka juga memanfaatkan konsentrasi umat Islam yang sedang terfokus pada masalah lain,” imbuhnya.

Kyai Athian juga menanggapi kabar dukungan M. Tawhidi untuk terdakwa kasus penistaan agama, BTP alias Ahok. Ia pun mengaku tak heran atas dukungan Syiah untuk Ahok. Sebab menurut ia, Syiah akan merangkul semua musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam.

“Mereka akan bersatu dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam untuk menggalang kekuatan. Kita sudah melihat itu, semua aliran sesat juga mereka rangkul,” tutupnya.

Selain M. Tawhidi dan Jalaludin Rahmat, seminar 38 tahun Revolusi Syiah Iran itu juga dihadiri oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Dr. Valiullah Mohammadi dan Direktur ICC Jakarta, Dr. Hakimelahi.

Reporter: M. Fajar

Editor : Ally Muhammad Abduh

Sumber : jurnalislam.com

(nahimunkar.com)