Peringkat UI Turun, Guru Besar UI: Akibat Dosen UI Jadi Buzzer untuk Jabat Komisaris BUMN


Dosen Universitas Indonesia (UI) menjadi buzzer untuk mendapatkan jabatan komisaris BUMN menjadi salah satu penyebab peringkat kampus ini menurun dibandingkan universitas di Malaysia.

 

“Akibat dosen UI jd buzzer spy bs jd Komisaris BUMN sbg upah dukungan akibatnya yaa ini,” kata Guru Besar UI, Prof Ronnie H Rusli di akun Twitter-nya @Ronnie_Rusli.

 

Ronnie mengatakan seperi itu mengomentari berita dari detik.com yang menyebut peringkat Universiti of Malaya bahkan jauh di atas universitas terbaik di Indonesia, UI yang berada di posisi 196. Seperti diketahui dari Indonesia, hanya UI yang berhasil menembus 200 besar jajaran kampus terbaik di Asia.

 

Kata Ronnie, kampus Perguruan Tinggi dengan orientasi penelitian selanjutnya dihadiahi “Pembubaran Kemenristekdikti”. Semua pendidikan dan ristek yang dianggap tidak perlu oleh pemilik Gojek tidak akan ada lagi dana penelitian.

 

“Sejak 2014-sekarang semua rusaak termasuk peringkat kampus, investor jangankan menginvest melirikpun tdk, BUMN hampir semua mau mati (tunggu waktu saja), utang LN semakin bertambah, mimpipun semakin meningkat ga tau dari mana Mbak Sri musti korek uang Rp1670T utk Dephan saja,” paparnya.

 

Selain itu, ia mengatakan, saat ini Menterii Keuangan Sri Mulyani merupakan orang terkuat setelah Presiden Jokowi. “Kenapa bisa bgt Pak? Karena cuma dia seorang yg bisa ambil utang, menteri lain2nya gak laku di LN, mau datangpun di tolak (Jepang/China sibuk urusan mrk di DN),” pungkasnya.[suaranasional]

Sejak 2014-sekarang semua rusaak termasuk peringkat kampus, investor jangankan menginvest melirikpun tdk, BUMN hampir semua mau mati (tunggu waktu saja), utang LN semakin bertambah, mimpipun semakin meningkat ga tau dari mana Mbak Sri musti korek uang Rp1670T utk Dephan saja😀

— Ronnie H. Rusli. MS. PhD. (@Ronnie_Rusli) June 6, 2021

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 07 Juni 2021 BERITA NASIONAL, SOSIAL MEDIA

(nahimunkar.org)

(Dibaca 247 kali, 1 untuk hari ini)