Apakah ada pembenaran untuk menutup akses dan menyingkirkan masjid?

GazainJakarta01

Menjadi pertanyaan BESAR buat kami pengurus masjid, seorang ICHSAN THALIB selaku Direktur PT FIM JASA EKA TAMA, yang juga mengaku sebagai aktivis dan penggiat pengumpulan dana di Indonesia untuk membangun Rumah Sakit Indonesia di GAZA Palestina, pengelola radio dakwah Islam RASIL 720 KHz, justru melakukan penindasan dan Arogansi dalam memperjuangkan kepentingan bisnis tanahnya dengan menutup dan mempersulit masyarakat muslim di sekitar masjid Al-Futuwwah di Jl. H Tholib, Cipete Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan ???
Apakah ada pembenaran untuk menutup akses dan menyingkirkan masjid kecil di Jakarta Selatan ?

Atas perintah Bapak TRI DJOKO SRI MARDIYANTO , Wakil Walikota Jakarta Selatan , untuk membongkar tembok-tembok yang menghalangi masyarakat menuju ke masjid BSC Al-Futuwwah , perintah tersebut didelegasikan kepada Lurah Cipete Utara Bapak BUDI SANTOSO, Ketua RT 02/ RW 10 Bapak BUNYAMIN, dan SATPOL PP Cipete Utara.
Namun ironisnya, pembongkaran tembok beton sesuai amanat pemerintah setempat ( Wakil Walikota Jakarta Selatan) , belum melegakan pihak developer ICHSAN THALIB, Direktur PT FIM Jasa Ekam Tama. Karena keesokan harinya, 29 Agustus 2014, pihak ICHSAN THALIB (Direktur PT FIM JASA EKA TAMA ) melalui Lawyer dan staffnya melaporkan Pengurus Masjid BSC Al-Futuwwah ke Polda Metro Jaya.
Para pengurus Masjid diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi terlapor oleh Penyidik Polda Metro Jaya.
Lantas seperti apa penderitaan warga masyarakat , terutama lanjut usia yang menuju dan kembali dari masjid ??? Anak-anak YATIM PIATU-DHU’AFA yang belajar dan mengaji Al-Qur’an di masjid ??? Sebenarnya apa tujuannya developer menyusahkan jamaah untuk beraktifitas ke Masjid Jamie’ Al-Futuwwah ?

Perlu diketahui, Radio Rasil tercantum dalam jajaran media yang perlu diwaspadai karena terindikasi pro syiah menurut “Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia Ke-2” di Bandung, Ahad 30 Jumadal Awwal 1433/22 April 2012. Hingga dicantumkan dalam rekomendasi yang bunyinya: Memperingatkan Masyarakat terhadap media cetak dan elektronik yang terindikasi mensponsori gerakan syiah di Indonesia : antar lain TV Al Hadi, Radio Rasil, Majalah Syiar dll. (Hasil lengkap Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia tentang Langkah Strategis Hadapi Aliran Sesat Syi’ah, https://www.nahimunkar.org/hasil-lengkap-musyawarah-ulama-dan-ummat-islam-indonesia-tentang-langkah-strategis-hadapi-aliran-sesat-syiah/ ).

Dalam hal bencinya syiah terhadap masjid sudah nyata benar-benar, terbukti Iran melarang didirikannya masjid Islam di Teheran ibukota negeri syiah Iran. Sampai ada larangan membangun masjid Islam di Teheran ibukota syiah Iran. https://www.nahimunkar.org/video-republik-iran-resmi…/

Video Republik Iran Resmi Melarang Pendirian Masjid Sunni di Teheran

. (Bukti ke 8 tentang Dusta Buku Putih Syiah, Tak…

NAHIMUNKAR.COM

Berikut ini berita perjuangan panjang menghadapi ulah developer tersebut yang dimaksudkan untuk Mempetisi Presiden Republik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, Walikota Madya Jakarta Selatan.

***

Kembalikan Hak Akses Jalan Jamaah Masjid Jamie’ Bsc Al-Futuwwah Cipete Jakarta

Selebar Tiga Meter Seperti Semula

Bongkar Sebagian Pagar Developer Pt Fim Jasa Eka Tama Milik Ichsan Thalib, Pengelola Radio Silaturahmi (Rasil 720 Khz) Yang Menyulitkan Warga

muhammad sanwanina’im Indonesia

Mempetisi Presiden Republik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, Walikota Madya Jakarta Selatan

Untuk Presiden, Gubernur DKI Jakarta, Walikota Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kelurahan Cipete Utara, Mohon tindak tegas Developer PT FIM Jasa Eka Tama, untuk mengembalikan Hak Akses Jalan selebar 3 meter untuk warga masyarakat dan Jamaah Masjid Jamie’ BSC Al-Futuwwah.

Oleh Pengurus Masjid BSC AL-FUTUWWAH, Cipete Utara, Kebayoran Baru Jakarta selatan.

Menyoal Sikap Mengapa Developer PT FIM Jasa Eka Tama, hanya memberikan akses jalan selebar 1,5 meter dan berkelok-kelok dengan sudut siku-siku yang menyulitkan lalu-lalang jamaah dan warga menuju masjid.
Mengapa ICHSAN THALIB, Direktur PT FIM JASA EKATAMA, yang mengelola Radio Dakwah RASIL 720 KHz, dengan jaringan medianya, dan sebagai Aktivis Kemanusian MER-C yang membangun Rumah Sakit di Gaza untuk warga Palestina, justru memusuhi pengurus, warga masyarakat dan Jamaah Masjid kecil di Jakarta Selatan ???.
Ini bertentangan dengan MOTTO Radio Dakwah RASIL 720 KHz, “UNTUK ISLAM YANG SATU”.
Kemelut ini bermula di bulan Desember 2012, saat ICHSAN THALIB selaku Direktur PT FIM JASA EKA TAMA, membeli lahan disekitar masjid seluas sekitar 2700 M2.
Saat awal pembelian tersebut, pihak developer tidak melakukan komunikasi dengan pengurus masjid, sehingga ada lahan yang diperuntukkan bagi jalan warga selebar 3 meter tersebut, terpatok pagar beton, sehingga warga hanya mendapatkan jatah jalan seluas 1,5 meter, itupun dengan jalur yang berlika-liku, seperti labirin dengan sudut menyiku tajam, sehingga menyulitkan bagi warga yang jalan berpapasan, atau menaiki sepeda atau sepeda motor. Dapat dibayangkan susahnya warga, jamaah dan nasib lebih dari 300 anak binaan santri Yatim Piatu-Dhu’afa, melintasi jalan masyarakat yang sudah ada sejak 40 tahun lalu untuk beraktifitas sehari-hari.

Ada indikasi, pembatasan akses jalan ini merupakan skenario untuk menghambat jamaah berkunjung ke masjid, sehingga bila jamaah sepi, maka masjid akan dijual ke pihak developer ( ICHSAN THALIB).
Itulah yang terjadi di Januari hingga April 2013, dimana developer mulai meratakan tanah, membuldozer dan memagari tembok setinggi 2 meter.
Beberapa upaya, telah dilakukan antara lain ,
1. Mediasi oleh Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan , tanggal 16 Mei 2013.
2. Mediasi oleh KOMNAS HAM Republik Indonesia, tanggal 16 Mei 2014, 26 Juni 2014, 16 Juli 2014. (tiga kalil Undangan, hanya dihadiri 1 kali oleh Lawyer-nya Ichsan Thalib).
3. Mediasi oleh Bapak ISMET, kolega ICHSAN THALIB
4. Mediasi oleh Kelurahan Cipete Utara, tanggal 27 Pebruari 2014.
5. Mediasi di rumah Ibu FATMA, kolega ICHSAN THALIB.

Semuanya NIHIL tidak membuahkan hasil, karena pihak ICHSAN THALIB beberapa kali mangkir dan tidak konsisten dengan kesepakatan yang sudah dibuat dan dihasilkan, maka pengurus masjid membuat Penyataan Sikap dengan meluncurkan Press Release Petama, pada 1 April 2013, yang membuat beberapa media meliputnya, antara lain DETIK.COM tertanggal 3 Mei 2013 (detik.com bit.ly/12Y3ed, yang sekarang DATANYA SUDAH DIHAPUS, yang judulnya “ NASIB MASJID AL-FUTUWWAH YANG TERPENJARA”).
Selain Detik .Com, Harian Republika, dan Republika Online, pun menulis berita tentang Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla membuat Statement : “ DEVELOPER JANGAN SEPELEKAN MASJID” ( Berita sbb :

Sabtu, 11 Mei 2013, 01:52 Wib
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dewan Masjid Indonesia (DMI) meminta developer (pengembang) tidak semena-mena memberlakukan setiap masjid yang berada dalam kawasan mereka. DMI mengutuk keras bila ada pengembang yang sengaja menghalangi penggunaan masjid di areanya dengan dalih mengganggu pengembangan bisnis.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DMI JUSUF KALLA, Jumat (10/5).Mantan wakil presiden ini cukup kesal mendengar kabar adanya pengembang, yakni PT FIM Jasa Eka Tama yang dengan sengaja menutup akses jalan masuk dan keluar Masjid al-Futuwwah, di Cipete Utara, Jakarta Selatan, karena alasan kepemilikan lahan.“Saya ingatkan kepada pengembang, jangan remehkan masjid,” tegas pria yang akrab disapa JK ini.

Ia meminta PT FIM Jasa Eka Tama yang memagari area Masjid al-Futuwwah agar segera memberi akses jamaah untuk masuk dan keluar masjid dengan sarana yang layak. Pemagaran yang telah “memenjarakan” masjid dari masyarakat ini, kata JK, harus mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Jakarta Selatan.

JK cukup kesal pada pengembang yang menghalang-halangi umat beribadah dengan menutup akses jalan masjid hanya karena masalah tanah.“Enak sekali mereka memagari begitu saja tanpa melihat kemanfaatan masjid tersebut.Biar nanti saya langsung bilang ke wali kota Jakarta Selatan urus pengembang ini,” ketusnya.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini pun akan menugaskan tim DMI dan meminta wali kota Jakarta Selatan untuk mengecek izin pembangun tembok tersebut. Ia juga mewanti-wanti para pengembang agar tidak semena-mena terhadap rumah ibadah.

Pagar beton

Sudah dua tahun terakhir Masjid al-Futuwwah dan Pesantren Yatim Piatu-Dhu’afa di Cipete Utara terisolasi karena area sekitar mereka ditembok beton oleh pemilik lahan, PT FIM Jasa Eka Tama ( ICHSAN THALIB ). Pagar tembok tersebut hanya menyisakan lorong jalan sempit selebar 1,5 meter untuk masuk dan keluar masyarakat menuju ke masjid.

MUHAMMAD SANWANI NA’IM selaku Ketua Masjid dan Pesantren Yatim Piatu-Dhu’afa BSC Al-Futuwwah mengatakan, akibat pemagaran ini, jamaah, santri, dan anak-anak yatim di panti asuhan terhalang dalam melakukan aktivitas ibadah dan pendidikan mereka. “Sebelum ada akses jalan kecil yang ada sekarang, beberapa santri dan anak yatim bahkan harus menaiki pagar untuk masuk pesantren atau masjid,” tuturnya.

PERIODE Januari 2013 sampai Desember 2012 pun berlalu dengan masalah yang belum terselesaikan. Ganti tahun 2014, ternyata ulah Developer semakin menjadi-jadi.
Awal tahun 2014, ternyata kami dikejutkan dengan terbitnya Sertifikat BPN bernomor 09.02.05.10.1.05423, yaitu sertipikat Hak Milik No. 5423 yang diterbitkan pada 21 Januari 2014, jalan WAQAF menuju ke MASJID, lahan menara masjid dan lahan 50 M2 milik YAYASAN BSC AL-FUTUWWAH, berada dalam Sertifikat milik developer.
Pada bulan Agustus 2014, pengurus masjid kembali berupaya mencari Solusi, salah satunya dengan meminta Audiensi kepada Gubernur DKI Jakarta JOKO WIDODO, pada hari Senin, tanggal 11 Agustus 2014, dimana upaya perjumpaan dengan Gubernur, diliput beberapa media, antara lain :
1. Inilah.com
metropolitan.inilah.com/…/yayasan-al-futuwwah-keluhkan-akses-jalan-di…Yayasan Al
Futuwwah Keluhkan Akses Jalan Ditutup. | Senin, 11 Agustus 2014 |
2. Okezone.com
news.okezone.com/…/akses-ke-masjid-diisolir-warga-mengadu-ke-pemp…
11 Agt 2014
3. TRIBUNE NEWS.COM : www.tribunnews.com › Metropolitan › Hukum
11 Agt 2014 – Pengembang Intimidasi Pengurus Yayasan Datangi Jokowi-Ahok
4. VivaNews :metro.news.viva.co.id/…/528019-pesantren-dicaplok-makelar-tanah–pe…
11 Agt 2014 – Pesantren Dicaplok Makelar Tanah, Pengurus Mengadu ke Joko-Ahok.

Perjuangan pengurus masjid terus mencari Solusi, maka pada 27 Agustus 2014, kembali Pengurus Masjid BSC Al-Futuwwah menjumpai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. BASUKI TJAHAJA PURNAMA, MM, untuk melakukan audiensi. Seperti terekam dalam dokumentasi resmi Kantor Wakil Gubernur DKI, melalui Youtube : AHOK MENERIMA Pengurus BSC Al-Futuwwah : www.youtube.com/watch?v=F13jog5GFsA atau www.youtube.com/watch?v=YF4H4teTwYk
Sejak pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI tersebut, maka beberapa jam berikutnya, Pengurus Masjid diminta bertemu dengan pihak Walikota Jakarta Selatan.
Sehari berikutnya di tanggal 28 Agustus 2014 dilaksanakan rapat di kantor Walikota Jakarta Selatan, dipimpin Wakil Walikota Bapak TRI DJOKO SRI MARDIYANTO , Bapak MUSTOFA sebagai moderator, Biro Hukum Ichsan Thalib, Lurah Cipete Utara, dan segenap pejabat kantor Walikota, yang menjadi peserta pertemuan.

Atas perintah Bapak TRI DJOKO SRI MARDIYANTO , Wakil Walikota Jakarta Selatan , untuk membongkar tembok-tembok yang menghalangi masyarakat menuju ke masjid BSC Al-Futuwwah , perintah tersebut didelegasikan kepada Lurah Cipete Utara Bapak BUDI SANTOSO, Ketua RT 02/ RW 10 Bapak BUNYAMIN, dan SATPOL PP Cipete Utara.
Namun ironisnya, pembongkaran tembok beton sesuai amanat pemerintah setempat ( Wakil Walikota Jakarta Selatan) , belum melegakan pihak developer ICHSAN THALIB, Direktur PT FIM Jasa Ekam Tama. Karena keesokan harinya, 29 Agustus 2014, pihak ICHSAN THALIB (Direktur PT FIM JASA EKA TAMA ) melalui Lawyer dan staffnya melaporkan Pengurus Masjid BSC Al-Futuwwah ke Polda Metro Jaya.
Para pengurus Masjid diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi terlapor oleh Penyidik Polda Metro Jaya.
Lantas seperti apa penderitaan warga masyarakat , terutama lanjut usia yang menuju dan kembali dari masjid ??? Anak-anak YATIM PIATU-DHU’AFA yang belajar dan mengaji Al-Qur’an di masjid ??? Sebenarnya apa tujuannya developer menyusahkan jamaah untuk beraktifitas ke Masjid Jamie’ Al-Futuwwah ?
Menjadi pertanyaan BESAR buat kami pengurus masjid, seorang ICHSAN THALIB selaku Direktur PT FIM JASA EKA TAMA , yang juga mengaku sebagai aktivis dan penggiat pengumpulan dana di Indonesia untuk membangun Rumah Sakit Indonesia di GAZA Palestina, pengelola radio dakwah Islam RASIL 720 KHz, justru melakukan penindasan dan Arogansi dalam memperjuangkan kepentingan bisnis tanahnya dengan menutup dan mempersulit masyarakat muslim di sekitar masjid Al-Futuwwah di Jl. H Tholib, Cipete Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan ???
Apakah ada pembenaran untuk menutup akses dan menyingkirkan masjid kecil di Jakarta Selatan ?
Pengurus masjid Al-Futuwwah berjuang untuk akses jalan menuju ke masjid sudah berlangsung lebih dari dua tahun lamanya. Tetapi perusahaan developer yang dipimpin oleh ICHSAN THALIB Direktur PT FIM JASA EKA TAMA, Pengelola Radio Dakwah RASIL 720 KHz dan aktivis MER-C, malah melaporkan pengurus masjid ke POLDA Metro Jaya.
Mendapatkan perlakuan yang arogan dan merendahkan masyarakat kecil dari ICHSAN THALIB Direktur PT FIM JASA EKA TAMA, Pengelola Radio Dakwah RASIL 720 KHz, aktivis Mer-C, ini maka kami pengurus masjid dan Pesantren Yatim Piatu-Dhu’afa BSC Al-Futuwwah, mempetisikan , dan mohon dukungan masyarakat dan pejabat berwenang untuk menyelesaikan penindasan dan kezoliman ini.

Tertanda. M. Sanwani Na’im, Pengurus Masjid dan Pesantren Islam Yatim Piatu-Dhu’afa BSC Al-Futuwwah.

MEMPETISI KE

Presiden Republik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, Walikota Madya Jakarta Selatan”

KEMBALIKAN HAK AKSES JALAN JAMAAH MASJID JAMIE’ BSC AL-FUTUWWAH SELEBAR TIGA METER SEPERTI SEMULA BONGKAR SEBAGIAN PAGAR DEVELOPER PT FIM JASA EKA TAMA MILIK ICHSAN THALIB, PENGELOLA RADIO SILATURAHMI (RASIL 720 KHZ) YANG MENYULITKAN WARGA

www.change.org

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.217 kali, 1 untuk hari ini)