Perkara Pendeta Cabul Jalani Tahap II di Kejati Jatim


SURABAYA- Berkas perkara kasus pencabulan dengan tersangka Hanny Layantara, seorang pendeta di gereja Happy Family Center dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya guna menjalani tahap 2.

 

Pasalnya, berkas perkara yang ditangani Ditreskrimum Polda Jatim yang sempat dikembalikan oleh Kejati Jatim tersebut kini telah dinyatakan sempurna atau P21.

 

Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim, Anggara Suryanagara saat dikonfirmasi terkait pelimpahan tahap 2 (pelimpahan tersangka dan barang bukti) tersangka Hanny Layantara ini lantas membenarkan.

 

“Hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima pelimpahan tahap 2 tersangka HL yang disangka melanggar pasal 82 UU nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak atau pasal 289 KUHP atau pasal 294 KUHP,” kata Anggara, Selasa (5/5/2020).

 

Menurutnya, saat ini tersangka menjalani penahanan di Polrestabes Surabaya. “Tersangka ditahan di rutan Polrestabes selama 20 hari sejak hari ini,” kata Anggara.

 

Dikatakan, pasal yang digunakan menjerat tersangka Hanny Layantara, ancaman hukumannya penjara maksimal selama 15 tahun. “Minimal 3 tahun maksimal 15 tahun, dan denda minimal  Rp 60 juta maksimal Rp 300 juta,” tegas Anggara.

 

JPU yang akan menangani perkara ini, ada 2 orang jaksa Kejati Jatim yang sudah ditunjuk. Yaitu Jaksa Rista Erna dan Sabetania.

Dugaan pencabulan dan pemerkosaan oleh oknum pendeta salah satu gereja besar di Surabaya ini sesuai dengan laporan polisi bernomor LP: LPB/155/II/2020/UM/SPKT tertanggal 20 Februari 2020 lalu.

 

Polisi menyebut, korban dicabuli oleh tersangka sejak berumur 10 tahun. Kini, korban sudah berumur 26 tahun. Terbongkar kasus ini saat korban hendak menikah. Tersangka pun ditangkap pada Sabtu (7/3/2020) lalu oleh polisi di kawasan Perumahan Pondok Tjandra, Waru, Sidoarjo, saat dikabarkan hendak pergi keluar negeri.@_Oirul

Koordinatberita.com|Mei 5

(nahimunkar.org)

(Dibaca 122 kali, 1 untuk hari ini)