Perkataan yang Menyakitkan Umat Islam



Ilustrasi. Foto/ ytb. Diupload oleh: Abu Janda Aktivis, 2 Jul 2020

{ لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ} [آل عمران: 186]

Terjemah Arti: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 186)


Tafsir Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 186

1 ). Penghinaan-penghinaan yang dilontarkan oleh orang-orang nashrani dan semacamnya kepada Rasulullah serta penganiayaan yang mereka perbuat, pada hakikatnya telah dijelaskan dalam al-
Qur’an : { 
وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا } “Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati” kemudian Allah melalui al-Qur’an mendatangkan solusi atas masalah ini : { وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ } “Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan”.

2 ). Sesungguhnya guncangan jiwa yang dirasakan oleh seseorang dihadapan pengrusakan media oleh musuh-musuh Islam, adalah merupakan dampak dari lemahnya keimanan dan ketidakpastian keyakinan; karena hakikat dari kebenaran iman yang mapan adalah : { وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا } “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu” [ali-imran : 120].

(Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari’ah Universitas Qashim – Saudi Arabia)

Referensi: https://tafsirweb.com/1318-quran-surat-ali-imran-ayat-186.html

(nahimunkar.org)