Perkelahian Syiah-Sunni karena Spanduk Asyura menewaskan dua orang, 10 orang terluka di selatan Beirut


Perkelahian Syiah-Sunni menyebabkan dua orang tewas, 10 orang terluka di selatan Beirut

Tentara dikerahkan di Khalde dan menangkap empat tersangka pada sore hari, tetapi penembakan masih terdengar sesekali di daerah itu, kata media lokal.

Sedikitnya dua orang tewas Kamis dalam pertempuran di selatan ibukota Lebanon antara pendukung gerakan Syiah Hizbullah dan penduduk Muslim Sunni, kata sumber keamanan.

Sepuluh orang lainnya terluka dalam insiden sore hari di kota pesisir Khalde setelah pendukung Hizbullah memasang spanduk dan bendera di tiang listrik untuk menandai acara keagamaan Asyura, kata sumber itu.

 

“Baku tembak terjadi antara kedua belah pihak, menewaskan dua orang tewas dan 10 lainnya luka-luka,” kata sumber itu.

 

Asyura menandai pembunuhan Imam Hussein pada abad ketujuh dalam pertempuran oleh pasukan Khalifah Yazid dan biasanya menarik ribuan orang Syiah ke jalan.

Tetapi tahun ini, kepala Hizbullah Hassan Nasrallah mendesak para pengikutnya untuk menangguhkan tampilan kesedihan publik yang biasa karena lonjakan infeksi virus corona baru di negara itu.

Dia malah meminta orang untuk menandai Asyura dengan mengibarkan bendera hitam di luar rumah dan toko mereka.

Tapi pengibaran bendera di jalan-jalan Khalde membuat marah warga Muslim Sunni.

Tentara dikerahkan di Khalde dan menangkap empat tersangka pada sore hari, tetapi penembakan masih terdengar sesekali di daerah itu, kata media lokal.

Ketegangan antara Sunni dan Syiah sering memuncak di Lebanon, negara yang terperosok dalam krisis politik dan ekonomi sejak tahun lalu.

Situasi di Lebanon diperburuk oleh pandemi virus corona baru dan ledakan dahsyat awal bulan ini yang menghancurkan pelabuhan Beirut dan menghancurkan sebagian kota.

 

talkofnews.com News Club Aug  28, 2020 - 05: 020

(nahimunkar.org)
				

(Dibaca 1.090 kali, 1 untuk hari ini)