Foto Pak Ade Armando. Sumber: PekanNews

Assalamu’alaikum sobat Ifan. Duh, melihat ada berita tentang pak AA di media online membuat tangan saya gatal untuk membuat postingan. Bagaimana tidak, pernyataan yang dikeluarkan oleh pak AA ini merupakan pernyataan yang sangat kontroversial bagi umat Islam. Saya sebagai muslim sangat kecewa dengan adanya pernyataan yang beliau keluarkan. Beliau adalah dosen komunikasi dari salah satu universitas ternama di Indonesia, namun dari caranya berpikirnya, beliau tidak pantas untuk disandangkan dengan sebutan “dosen komunikasi”.

Pernyataan yang beliau keluarkan kurang lebih seperti ini, “Haji dan umroh merupakan pemborosan, lebih baik di stop dan uangnya digunakan untuk kemaslahatan masyarakat”. Dalam benak, saya langsung berkata, “Wait… what???”

Belum percaya dengan berita tersebut, saya langsung telusuri sendiri. Setelah saya telusuri, ternyata memang benar, beliau menyatakan hal tersebut melalui media sosial Twitter. Berikut ini screenshot nya,

@adearmando

Tweet Kontroversial oleh Pak Ade Armando

Pada tweet beliau tersebut, terdapat tautan yang bisa kalian buka dan akan membawa kalian menuju situs bernama MadinaOnline di mana pak AA memberikan pernyataannya beserta logika-logika yang beliau miliki untuk menguatkan pernyataan yang beliau buat. Namun, menurut saya pribadi, logika-logika yang beliau buat itu buruk dan terlalu pendek jangkauannya. Mengapa saya dapat berkata seperti itu?

Pertama, beliau terlalu menggampangkan hukum yang dibuat oleh Allah. Karena satu atau dua hukum yang masih dapat ditoleransi, beliau langsung mengeneralisasikan bahwa semua hukum Allah itu mungkin dapat ditoleransi. Bahkan beliau berkata bahwa akal yang diberikan oleh Allah, pasti juga bertujuan untuk dapat meninjau kembali hukum-hukum Allah sesuai keadaan yang terjadi.

Kita ketahui bahwa menunaikan ibadah haji merupakan penyempurnaan rukun Islam yang ke-5, dengan syarat bila mampu. Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu wujud syukur seseorang karena telah diberikan banyak karunia selama hidupnya. Apakah pantas, orang lain menghalang-halangi seseorang untuk bersyukur kepada Allah, tidak kan?

Tidak hanya itu, pak AA ini termasuknya berani dalam mengutip ayat dan hadist di Al-Quran namun berdasarkan tafsirannya sendiri, tidak ditanyakan dahulu tafsirannya kepada para ulama-ulama. Banyak sekali hal-hal seperti ini terjadi, oleh karena itu ada baiknya kita menghindari yang semacam ini.

Berikut ini adalah screenshot tulisan pak AA mengenai pembatasan kuota jamaah haji Indonesia,

screenshot
Contoh lain lagi: pemerintah Arab Saudi berhak membatasi kuota haji Indonesia. Alasan utamanya adalah untuk mencegah jangan sampai jumlah jamaah haji terlampau banyak sehingga mengganggu proses pelaksanaan ibadah haji itu sendiri. Adakah aturan itu dalam Al-Quran dan hadits? Tentu tidak ada. Salahkah pemerintah Saudi? Tentu juga tidak. Yang penting pelarangan itu dilakukan dengan tujuan kepentingan masyarakat luas dan kepentingan jamaah haji itu sendiri.

Contoh yang Diberikan Pak AA

Saya merasa aneh dengan kalimat “…mengganggu proses pelaksanaan ibadah haji itu sendiri.” Mengganggu yang bagaimana ya? Setahu saya ibadah haji jamaahnya memang banyak dan itu sudah hal biasa, tidak ada yang merasa terganggu dengan jumlah yang banyak. Pembatasan kuota itu terjadi karena Masjidil Haram sedang mengadakan renovasi perluasan, agar dapat menampung jamaah lebih banyak lagi, bukan karena takut prosesi ibadah hajinya terganggu. Selain itu, pembatasan kuota mungkin diberikan agar kuota tersebut diberikan kepada negara lain yang jamaah hajinya meningkat. Tidak hanya itu, adanya pembatasan kuota memberikan hikmah tersendiri bagi umat muslim Indonesia, agar umat muslim yang sudah pernah menunaikan ibadah haji, lebih baik tidak menunaikannya lagi agar umat muslim yang belum berangkat tidak menunggu terlalu lama. So? Contoh yang diberikan pak AA itu sangatlah tidak logis!

Kedua, yang beliau pikirkan hanyalah hal-hal yang berhubungan dengan ekonomi Indonesia. Beliau mengatakan apabila uang yang digunakan untuk haji dan umroh dikumpulkan, dapat membangun banyak infrastruktur-infrastruktur yang terbengkalai dan menaikkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Kalau memang pak AA ingin kesejahteraan masyarakat Indonesia semakin maju, seharusnya bapak ikut membantu KPK dalam memberantas para koruptor, membantu pemerintah untuk mengusir “orang asing” yang menggali banyak SDA di Indonesia, membuat komunitas peduli kesejahteraan masyarakat dengan mengumpulkan orang-orang “berduit” agar mau memberikan “sedikit” hartanya untuk masyarakat kurang mampu, contoh orang-orang berduit itu ya seperti para pemoge yang konvoi di Jogjakarta belum lama ini. Bukan malah asyik membuat pernyataan kontroversial di media online.

Urusan uang adalah hak pribadi seseorang dalam penggunaannya, bukan urusan orang lain. Sedekah itu memang perlu, tapi menunaikan ibadah haji bila mampu itu wajib! Bahkan, banyak orang yang ekonominya kurang, tetapi bisa berangkat menunaikan ibadah haji. Kenapa bisa? Karena rezeki itu datangnya dari Allah, bukan dari manusia. Kalau pak AA menyangka apabila uang haji dan umroh dikumpulkan dan dapat menaikkan kesejahteraan masyarakat, saya yakin sangkaan itu akan hancur lebur berkeping-keping. Saya berani berbicara seperti itu karena saya yakin, Allah tidak akan ridho. Tidak sepantasnya manusia kufur akan nikmat yang diberikan. Membeli urusan dunia, dengan mengorbankan urusan akhirat merupakan hal yang salah besar!

Jangan pernah lupakan dua buah ayat dalam Al-Quran yang berbunyi seperti di bawah ini,

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا قَرۡيَةٗ كَانَتۡ ءَامِنَةٗ مُّطۡمَئِنَّةٗ يَأۡتِيهَا رِزۡقُهَا رَغَدٗا مِّن كُلِّ مَكَانٖ فَكَفَرَتۡ بِأَنۡعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلۡجُوعِ وَٱلۡخَوۡفِ بِمَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ ١١٢ وَلَقَدۡ جَآءَهُمۡ رَسُولٞ مِّنۡهُمۡ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ ١١٣ [سورة النحل,١١٢-١١٣]

Allah telah memberi contoh (perumpamaan) sebuah negeri yang dahulunya aman dan tenteram, rezekinya datang ke negeri itu dari setiap penjuru dengan baik, tetapi penduduk negeri itu kafir kepada nikmat-nikmat Allah. Kemudian Allah timpakan kepada mereka derita kelaparan dan ketakutan karena dosa-dosa mereka. Allah jadikan negeri itu sebagai contoh buruk bagi segenap manusia. Sungguh telah datang kepada kaum kafir seorang rasul dari bangsa mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya. Oleh karena kezaliman mereka itu, mereka ditimpa azab sampai binasa.” [QS: al-Nahl [16]: 112-113]

Mudah-mudahan, pak AA dapat segera sadar akan pernyatannya tersebut dan bertobat kepada Allah. Mudah-mudahan juga pak AA juga sudah melakukan hal-hal baik dalam membantu menaikkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya ajakan belaka namun beliau sendiri tidak melakukannya. Mungkin cukup sekian dahulu pandangan dari saya pribadi tentang pernyataan pak AA mengenai haji dan umroh. Sekali lagi saya ingatkan, agar kita lebih berhati-hati dengan pemikiran-pemikiran liberal yang sudah merajalela di Indonesia ini. Terima kasih sudah mau mampir, semoga dapat diambil hikmahnya. Wassalamu’alaikum

http://ifanfaizal.web.id/, Aug 25, 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.380 kali, 2 untuk hari ini)