Setelah melakukan berbagai diskusi dan mengadakan kajian tentag perkembangan Timur Tengah, munculnya ISIS/IS (Islamic State of Iraq and Syria/Islamic State) di Irak dan sikap pemerintah Republik Indonesia di tanah air, maka DDI Depok menyatakan :

1. Menyesalkan sikap beberapa ormas Islam yang terburu-buru dalam menyikapi ISIS/IS. Untuk menilai ISIS maka harus dilihat sejarang invasi Koalisi Pasukan Amerika (2003), pengambilan ladang-ladang minyak oleh Amerika dan munculnya berbagai kelompok gerilyawan di Irak. DDI Depok mengharapkan agar ormas-ormas Islam membuka kembali dokumen-dokumen agresi Amerika ke Irak dan buku-buku tentang politik Amerika di Timur Tengah. Salah satu buku yang menarik untuk dibaca adalah karya dua orang penulis top Amerika, Amy Goodman dan David Goodman (MIzan, 2008) yang berjudul : Perang Demi Uang, Kebusukan Media, Politikus dan Pebisnis Perang. Judul aslinya : Perang Demi Uang: Membongkar Ketamakan dan Keganasan Elit Politik Amerika.

2. Harus dibedakan antara ISIS sebagai gerilyawan Muslim Irak biasa yang berperang di Irak, yang mencoba merebut kembali tanah Irak dan ladang-ladang minyaknya dengan ideologi khilafah ISIS yang dipakai untuk menyatukan gerilyawan Irak. Dalam kondisi perang, muncul berbagai gerilyawan adalah hal yang biasa. Dan bisa saja ISIS, melakukan kesalahan dalam jihadnya.  Sebagaimana dulu dalam masa Perang Diponegoro misalnya, ada pasukan-pasukan yang mungkin karena begitu marahnya melihat kelakuan pasukan Belanda, bertindak sadis dan sebagainya. Tapi upayanya untuk membebaskan kolonialisme pasukan Amerika disana tentu dibenarkan oleh Islam. Dengan merebut tiga kota di Irak, berarti ISIS mendapat dukungan kaum Muslimin dan tokoh-tokohnya disana. Disini kita hanya bisa mengharap agar ISIS dan gerilyawan-gerilyawan Muslim lainnya di dunia, memperhatikan adab-adab jihad dalam berperang. Sehingga musuh-musuh Islam tidak mengeksploitasi hal itu sebagai alat untuk menjelekkan citra Islam. Selain itu para mujahidin mestinya bekerjasama dalam melihat musuh bersama, dan tentu saja kita menyadari dalam kondisi perang hal itu susah dicapai. Dan disini tentu saja kita berharap perdamaian dan keadilan segera tercipta disana agar kaum Muslimin di sana bisa melakukan pembangunan negara dengan tenang dan memberikan teladan bagi umat manusia lainya. Bagaimanapun perdamaian lebih baik dari peperangan.

3. Harus memahami hati-hati tiap fatwa yang dibuat oleh seorang ahli hukum Islam. Tiap suatu kejadian harus ditanyakan kepada ahlinya. Untuk masalah politik islam, tentu harus didiskusikan dengan ahli politik Islam, masalah hukum Islam harus didiskusikan dengan para ahli hukum Islam dan seterusnya. Selain tentu saja harus banyak mengkaji buku-buku yang berkenaan dengan masalah itu. Bila kita baca secara cermat fatwa Syekh Yusuf Qaradhawi, maka fatwanya tentang isu khilafah yang dipakai ISIS untuk berjuang disana. Fatwanya bukan tentang hukum jihad di Irak yang kini dalam kondisi perang. Saya yakin bila Syekh Qaradhawi ditanya tentang siapa yang ia dukung pasukan koalisi Amerika dan antek-anteknya disana atau ISIS, Syekh Qaradhawi pasti tidak akan mendukung pasukan koalisi Amerika.

4. Harus dilihat bahwa akar masalah Irak sekarang ini adalah karena penyerbuan Pasukan Koalisi Amerika ke Irak. Bila Amerika bisa mengerem nafsunya untuk menguasai Irak (terutama lading-ladang minyaknya yang mempunyai simpanan milyaran barel), maka masalah kekacauan di Irak sekarang bisa diatasi. Dari kasus ini kita bisa mengambil hikmah, bahwa nafsu rakus harta bisa menyebabkan seseorang atau sebuah bangsa berbuat ganas yang di luar perikemanusiaan. Penyerbuan pasukan Koalisi Amerika ke Irak ini telah menyebabkan lebih dari 650ribu Muslim Irak meninggal dunia, negara yang porak poranda, jutaan masa depan anak-anak Irak yang tidak jelas dan sebagainya. Koalisi Amerika telah membuat negeri Islam Irak tidak jelas masa depannya sampai sekarang.

5. Kepada para pendukung ISIS di Indonesia, ingatlah bahwa kita saat ini sedang hidup di negeri kita tercinta Indonesia. Kita bersyukur diberikan Allah Swt, penguasa alam semesta, negeri yang hijau dan indah. Meski ladang minyak kita terbatas, tapi alam kita kaya raya dengan aneka tanaman dan hewan, tidak sebagaimana alam Irak dan Timur Tengah lainnya. Bersikap wajar-wajarlah dalam mendukung. Tidak usah dengan mengumpulkan senjata atau show of force lainnya yang menakutkan. Kita bersyukur hidup di Indonesia, negeri yang damai, sehingga kita bisa bertukar pikiran dan berdiskusi tentang segala sesuatu dengan tenang. Kedamaian yang ada di negeri ini, yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam, perlu kita tularkan kepada negara-negara Barat yang sampai saat ini banyak dari kalangan mereka yang mengalami Islamofobia. Dewan Dakwah Depok yakin bahwa gerakan Islam yang menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan akan membuat pencerahan dan perdamaian dunia yang abadi. Yang merupakan cita-cita kaum Muslimin dunia dan masyarakat dunia umumnya.

6. Kepada pemerintah, BNPT dan aparat Densus kita harapkan bersikap damai terhadap rakyat Indonesia, terutama kaum Muslimin. Janganlah mereka yang karena semangatnya mendukung ISIS, karena perlawanan mereka kepada kolonialisme di Irak, dianggap musuh negara. Saya yakin mereka adalah masyarakat Muslim yang cinta keadilan dan perdamaian. Saatnyalah mendekati masyarakat Islam Indonesia dengan perdamaian, bukan dengan kekerasan. Bila kekerasan atau senjata yang dipakai, maka bisa terus berputar, kekerasan akan dibalas dengan kekerasan.

7. Kepada presiden SBY yang akan mengakhiri jabatannya, kami mengharapkan sebagai presiden dari rakyat yang terbesar keempat jumlahnya  di dunia dan presiden dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, berani berdiri tegak mengatakan kepada Amerika dan sekutunya, jangan rakus terhadap ladang-ladang minyak Irak. Kalau Amerika suatu saat tidak punya minyak, insya Allah dunia Islam –termasuk Indonesia- akan membantunya.

8. Kepada Amerika dan sekutunya, kami mengharapkan Amerika lebih memahami dunia Islam. Khusus di Irak, lebih baik Amerika meninggalkan Irak dan juga penguasaan ladang-ladang minyaknya disana. Amerika perlu menyadari bahwa budaya Islam, apalagi bangsa Arab, tentang pemilikan harta sangat keras, mereka akan rela mati mempertahankan hartanya bila direbut secara paksa dan tidak sah oleh orang lain. Biarkan Irak, diurus bangsa Irak sendiri. Palestina diurus bangsa Palestina sendiri. Bila Amerika melakukan pendekatan damai dengan dunia Islam, maka dunia Islam juga akan melakukan perdamaian dengan Amerika. Amerika khususnya pemerintahnya perlu menghilangkan Islamofobia dan nafsu tamak kekuasaan/harta di dunia.

9. Kepada masyarakat dunia, Dewan Dakwah Depok berkeyakinan bahwa abad ini adalah informasi, abad akal bukan abad ‘okol’. Abad adu fikiran, bukan abad adu senjata. Maka bila ingin perdamaian dunia, saatnyalah negara-negara Barat dan negara-negara Islam semua melucuti senjatanya. Saatnya membubarkan semua industri perang, meskipun itu bisnis yang menggiurkan. Meskipun ini pekerjaan raksasa yang sulit, tapi bukan pekerjaan yang tidak mungkin. Zaman ini adalah zaman internet, zaman keterbukaan media, zaman keterbukaan informasi, zaman yang menghubungkan semua peradaban di dunia. Anak-anak muda yang menciptakan handphone, twitter, facebook dan lain-lain menginginkan dunia ini menjadi damai, sehingga bisa silaturahmi antara satu bangsa dengan bangsa lainnya. Dalam bahasa Al Quran, manusia berbangsa-bangsa ini ingin saling mengenal/memahami.

Demikian pernyataan ini dibuat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita menyadari bahwa kita mempunyai teladan dan pemimpin yang hebat sepanjang sejarah manusia, yaitu Nabi Muhammad saw. Nabi yang membawa Islam (perdamaian) sebagai misi besar agama ini. Nabi yang diutus khusus untuk memperbaiki tingkah laku atau akhlak manusia. Nabi yang membuat bangsa Arab, yang tadinya suka peperangan, pembunuhan dan lain-lain, menjadi sebuah bangsa yang suka ilmu pengetahuan dan perdamaian. Peperangan dilakukan Rasulullah saw hanya karena terpaksa diperangi. Nabi yang ucapan, tingkah laku bahkan diamnya menjadi teladan. Mukjizat Alquran yang dibawanya menjadi kajian dan dahaga para ilmuwan ribuan tahun lalu, hingga kini. Dan yang terpenting menjadi kebahagiaan batin bagi umat manusia yang mau memahami.Wallahu alimun hakim.

Depok, 11 Agustus 2014
Ketua Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) Depok

Nuim Hidayat

Si online, Selasa, 12/08/2014 16:11:52

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.175 kali, 1 untuk hari ini)