Umat Islam se-Bekasi Raya pada Ahad (27/11) kemarin, bertepatan dengan 1 Muharram 1433 H menyampaikan pernyataan sikap bersama untuk membendung maraknya aksi kristenisasi dan pembangunan gereja illegal.

Pernyataan sikap ini dibacakan oleh KH. Qosim Nurseha yang diikuti oleh para Ulama, Habaib dan ribuan umat Islam yang hadir di halaman masjid Pemda Kabupaten Bekasi.  Berikut ini secara lengkap pernyataan sikap bersama umat Islam Bekasi.

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA

Pada hari ini, Ahad 1 Muharram 1433 H / 27 November 2011, kami atas nama seluruh umat Islam Bekasi, yang terdiri dari seluruh Pondok Pesantren, Yayasan-yayasan Islam, Majelis-majelis Ta’lim, DKM-DKM Masjid, Ormas-ormas Islam se-Kabupaten Bekasi menyatakan sikap bersama: Menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, DPRD Kab. Bekasi dan Aparat Pemerintah baik sipil maupun militer Kab. Bekasi untuk:

  1. Sterilkan Lokasi Pembangunan Gereja Paroki Ibu Teresia di Lippo Cikarang
  2. Tertibkan Gereja-gereja liar dan illegal, serta hentikan segala bentuk kristenisasi dan pemurtadan di Kabupaten Bekasi
  3. Tertibkan tempat-tempat maksiat yang tidak sesuai dengan Perda no.7 tahun 2007

Demikian pernyataan sikap ini kami buat untuk ditindak lanjuti dengan sungguh-sungguh.

Bekasi,

1 Muharram 1433 H, 27 November 2011 M

Atas Nama

Umat Islam Bekasi

sumber: voaislam.com, Senin, 28 Nov 2011

(nahimunkar.com)

(Dibaca 460 kali, 1 untuk hari ini)