• Kami Perhimpunan Al-Irsyad mengutuk dan marah kepada para pelaku pembunuhan terhadap Saudara kami Muslimin di Mesir yang mereka bunuh dalam keadaan tidak bersenjata, mereka telah menjadi korban sikap ambisi kekuasaan dengan menghalalkan segala cara dan kami tidak bisa membiarkan kekejaman ini terus berlangsung sehingga akan memakan korban lebih banyak lagi.
  • Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia dan sangat dipandang oleh mata internasional hendaknya bisa berdampingan dengan Pemerintah Turki yang terkesan gagah dan berwibawa dalam menanggapi persoalan ini.
  • OKI dan PBB agar turun tangan secara langsung dalam menyelesaikan persoalan ini dan segera menekan Pemerintah Mesir agar segera menghentikan sikap mereka yang otoriter, arogan dan melanggar kemanusiaan.

korban mesirFoto sesaat terjadinya pembantaian oleh militer Mesir terhadap warga pro Presiden Mursi. Inilah kekejaman Junta militer menghadapi para pengunjuk rasa di lapangan Rab’ah Al Adawiyah dengan cara yang tidak manusiawi. Kamis, 15 Agustus 2013, 19:20 WIB. | Oleh Detik Islam

Sungguh miris jiwa siapapun yang masih memiliki kemanusiaan dan kejernihan nurani saat melihat beratus bahkan mungkin beribu jenazah Muslimin Mesir dikumpulkan di dalam masjid yang semestinya dijauhkan dari darah manusia.

Yang lebih menyakitkan lagi, disaat kita menyaksikan bahwa yang membunuh mereka adalah saudara mereka sendiri “Tentara Mesir”, yang semestinya menjaga dan memuliakan mereka.

Mesir yang telah lama menyandang nama “Ibunya Dunia” telah memberi contoh yang teramat buruk dan jauh dari sikap seorang Ibu yang penuh dengan kasih sayang dan selalu mengedepankan pendekatan dan kelembutan.

Kami Perhimpunan Al-Irsyad mengutuk dan marah kepada para pelaku pembunuhan terhadap Saudara kami Muslimin di Mesir yang mereka bunuh dalam keadaan tidak bersenjata, mereka telah menjadi korban sikap ambisi kekuasaan dengan menghalalkan segala cara dan kami tidak bisa membiarkan kekejaman ini terus berlangsung sehingga akan memakan korban lebih banyak lagi.

Harapan kami kepada kedua belah pihak yang sedang bersengketa di Mesir agar masing-masing bisa cooling down dan mau bermusyawarah dengan posisi yang sama dalam rangka mengutamakan kepentingan Rakyat Mesir yang telah lama menjadi korban janji-janji Reformasi dan tanpa mengedepankan kepentingan seseorang, suatu kelompok tertentu, apalagi kepentingan pihak luar.

Masing-masing pihak hendaknya membuang sikap ingin menang mutlaq tanpa kesiapan untuk mengalah, hal ini sudah tentu menutup jalan ke arah kompromi. Namun semestinya diambil langkah berupa “win-win solution” dan segera disepakati adanya peraturan yang mampu mencegah sikap otoriter dan menghalangi kembalinya diktator militer ke ranah politik Mesir.

Harapan berikutnya kami arahkan kepada Pemerintah Indonesia agar segera mengambil sikap yang jelas dalam membantu menyelesaikan persoalan negara sahabat yang sedang dalam kesulitan ini, agar tidak terus berlarut-larut dalam pertumpahan darah. Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia dan sangat dipandang oleh mata internasional hendaknya bisa berdampingan dengan Pemerintah Turki yang terkesan gagah dan berwibawa dalam menanggapi persoalan ini.

Harapan selanjutnya diarahkan kepada OKI dan PBB agar turun tangan secara langsung dalam menyelesaikan persoalan ini dan segera menekan Pemerintah Mesir agar segera menghentikan sikap mereka yang otoriter, arogan dan melanggar kemanusiaan, untuk mau cooling down dan bisa menyelesaikan persoalan ini dengan musyawarah dan damai serta menjunjung tinggi kepentingan Rakyat Mesir yang sangat mengharapkan lahirnya perubahan di Negeri Mesir yang telah lama dalam penindasan militer.

Salam empati dari kami yang turut bersedih hati atas Rakyat Mesir saudara kami.

Jakarta, 17 Agustus 2013 M

 Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad

Yusuf Utsman Baisa, Lc


Sekretariat DPP Perhimpunan Al-Irsyad
Jl. Pedati Raya No.14 RT:03/10
Jatinegara – Jakarta Timur 13041

(nahimunkar.com)

(Dibaca 509 kali, 1 untuk hari ini)