بيان علماء السنة في البحرين بشأن العدوان الفرنسي على مالي

Bayan al ulama_86234237812

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wa shahbihi waman walah. Adapun selanjutnya:

Sejak peristiwa 11 September 2001, kami mengikuti dengan perhatian besar terhadap Negara – Negara Islam dan Arab kami, satu per satu, dengan dalil perang terhadap terorisme. Argument ini yang dijadikan pembenaran untuk melakukan pelanggaran atas Negara – Negara Islam dan Arab, dan ang terakhir agresi militer Perancis atas Mali, yang bukan rahasia lagi bahwa Presiden Perancis memerangi penerapan syari’at Islam di Mali untuk merealisasikan perdamaian (menurut persepsinya).

Yang memprihatinkan adalah bahwa agresi keji ini di bawah naungan dewan Keamanan, yang seharusnya menjadi pengayom kedamaian internasional sebagaimana yang mereka dengungkan, dengan dukungan Negara – Negara besar di dewan tersebut.

Tidak ada lagi kebijakan yang dipakai oleh Negara – Negara barat dan lembaganya yang merupakan standar ganda, sedangkan pada waktu yang sama di mana mereka intervensi di Mali, sedangkan Negara – Negara dan lembaga tersebut pura – pura buta atas kejahatan – kejahatan yang dialami oleh rakyat Suriah selama dua tahun dan kekejaman genoside yang diderita oleh muslimin di Burma (Arakan).

Oleh karena itu, merupakan tanggung jawab kami dalam agama untuk memperhatikan masalah ini. Sesunggunya kami melaknat agresi keji ini terhadap saudara kami di Mali, yang merupakan intervensi terang – terangan dalam urusan Negara Islam dan pelanggaran yang tidak bisa didiamkan. Kami mengajak rakyat Mali untuk berada di satu barisan untuk mencegah agresi ini dari negri mereka dan membela kehormatan dan harta mereka. Dan kami memberikan kabar gembira kepada mereka  bahwasanya siapa yang gugur  di antara mereka, maju pantang mundur, dalam rangka membela agama, jiwa, kehormatan dan hartanya, maka dia adalah syahid bi idznillah. Dalam hadits shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

( من قُتل دون ماله فهو شهيد ، ومن قُتل دون دمه فهو شهيد ، ومن قُتل دون دينه فهو شهيد ، ومن قُتل دون أهله فهو شهيد )

(Siapa yang mati mempertahankan hartanya, maka dia syahid. Siapa yang mempertahankan darahnya, maka dia syahid. Dan siapa yang mati mempertahankan agamanya, maka dia syahid. Dan siapa yang mati mempertahankan keluarganya, maka dia syahid) dan konsekuensi itu meskipun lama waktunya, maka sesungguhnya itu untuk orang bertakwa

{ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلُيَبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعَبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ } [النور: 55

] .55. Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (An-Nur:55)

Sebagaimana kami juga memperingatkan Negara – Negara Arab dan Islam untuk tidak membantu tentara Perancis . sungguh Allah Tabarok wa Ta’ala telah berfirman

{ لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ } [آل عمران: 28]

28. Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali[Wali jamaknya auliyaa: berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong.] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu). [Ali Imran:28]

Imam Ath-Thabari berkata dalam tafsirnya (3/315-316) “Artinya adalah janganlah kalian jadikan orang kafir sebagai penolong dan pendukung kalian wahai orang beriman. Kalian loyal kepada mereka di atas agama mereka, dan kalian menolong mereka memerangi muslimin. Kalian menunjukkan mereka rahasia muslimin. Sesungguhnya, siapa yang melakukan demikian, maka tidak mendapatkan apa – apa di sisi Allah, maksudnya adalah Allah berlepas darinya, dan berlepasnya Allah darinya karena kemurtadannya dan masuknya ia kepada kekufuran. Kecuali jika mereka berlindung dengan itu. Yaitu ketika berada di bawah otoritas mereka. Maka kalian takut terhadap jiwa kalian dan kalian menampakkan rasa loyal melalui lisan – lisan kalian dan menyembunyikan permusuhan. Dan janganlah kalian bekumpul dengan mereka dalam kekufuran mereka dan jangan menolong mereka memerangi muslim dengan perbuatan”.

Dan ulama terkemuka telah ijma atas haramnya membantu orang – orang kafir memerangi muslimin, bahkan ulama muhaqqiq menganggapnya sebagai pembatal keislaman. Yang wajib bagi muslim adalah menolong saudaranya yang muslim dan menjadi penolongnya. Muslimin itu, sebagaimana disebutkan dalam hadits, saling menjaga darah dan mereka tangan bagi yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٧١)

71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah:71)

Bertolak dari sini, maka kami mengajak pemimpin – pemimpin Negara Islam dan Arab  untuk memikul tanggung jawabnya  akan apa yang diderita saudara mereka di Mali yang berangkat dari persaudaraan iman yang mengikat kita. Kami juga mengajak organisasi sosial Islam memiliki peran untuk menghentikan perang yang zalim kepada saudara kita di Mali, di mana rakyat muslim diserang, yang merupakan jumlah yang banyak 59% penduduknya.

Begitu pula kami mengajak para Imam, khatib dan da’i untuk memberitahukan kepada orang – orang tentang ujian rakyat Mali , dan kewajiban muslim dalam hal ini , dan pentingnya membantu, menolong rakat Mali serta mendoakan mereka agar Allah membebaskan mereka dari kesulitan.

Kami memohon kepada Allah agar menentapkan kemenangan nyata kepada wali – walinya yang shalih, dan mencegah tangan – tangan kafir dan zalim serta mencegah mereka dari kami sesuai kehendak-Nya. Karena dia sebaik – baik Penolong. Tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta orang – orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Senin 9 Rabi’ul Awwal 1434 H, 21 Januari 2013

Nama – nama yang menandatangani pernyataan:

  1. Qadhi Syaikh Ibrahim bin Abdul Lathif Alu Sa’ad.
  2. Syaikh Dr Abdul Lathif bin Mahmud Alu Mahmud.
  3. Syaikh Al-Muqri Qari Muhammad Sa’id Al-Husaini.
  4. Syaikh Musthafa bin Nur Al-Wa’izh.
  5. Qadhi Syaikh Ahmad Al-Fahdl Ad-Dausury.
  6. Qadhi Syaikh Jalal bin Yusuf Al-Syarqi.
  7. Qadhi Syaikh Rasyid bin Hasan Al-Bau’ainain.
  8. Qadhi Syaikh Abdullah bin Ibrahim Alu Khalifah.
  9. Qadhi Syaikh Abdullah bin Husain Al-Maliki.
  10. Qadhi Syaikh Abdullah bin Adnan Al-Qaththan.
  11. Qadhi Syaikh Dr Abdurrahman bin Dharar ASy-Sya’ir.
  12. Qadhi Syaikh Dr Abdurrahman bin Muhammad Al-fadhil.
  13. Qadhi Syaikh Abdul Ilah bin Ahmad Al-Marzuqi.
  14. Qadhi Syaikh Adnan bin Abdullah Al-Qaththan.
  15. Qadhi Syaikh Dr Faishal bin Abdullah Al-Gharir.
  16. Qadhi Syaikh Dr Yasir bin Abdurrahman Al-Humaid.
  17. Syaikh Dr Ahmad bin Mahmud Alu Mahmud.
  18. Syaikh Dr Ahmad bin ya’qub Al-‘Athawi.
  19. Syaikh Dr Basim bin Ahmad bin ‘Amir.
  20. Syaikh Dr Khalid bin Kahlifah As-Sa’d.
  21. Syaikh Dr Shalah bin Ali Az-Ziyani.
  22. Syaikh Dr ‘Adil bin Hasan Al-Hamd.
  23. Syaikh Dr Abdullah bin Ahmad Al-Hawi.
  24. Syaikh Dr Abdurrahim bin Mahmud Alu Mahmud.
  25. Syaikh Dr Abdul Lathif bin Ahmad Al-Syaikh.
  26. Syaikh Dr ‘Isa bin Jasim Al-Muthawwi’.
  27. Syaikh Dr Naji bin Rasyid Al-Araby.Syaikh
  28. Dr Nashir bin Abdullah Al-Fadhalah.
  29. Syaikh Ibrahim bin Thariq bin Manshur.
  30. Syaikh Ibrahim bin Abdurrahman Al-Khudry.
  31. Syaikh Ibrahim bin Qasim Al-Ghanim.
  32. Syaikh Ibrahim bin Muhammad Al-Hadi.
  33. Syaikh Ibrahim bin Muhammad Bushundal.
  34. Syaikh Ahmad bin Ibrahim Shuwailih.
  35. Syaikh Ahmad bin ‘Adil Al-‘Azimi.
  36. Syaikh Ahmad bin Abdurrahman Al-‘Usairy.
  37. Syaikh Ahmad bin Abdurrahim Alu Mahmud.
  38. Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Yusuf.
  39. Syaikh Amin bin Abdul Qadir bin Nuruddin.
  40. Syaikh AMin bin Muhammad An-Nubi.
  41. Syaikh Ayyub Muhammad bin Arafah.
  42. Syaikh Badr bin Ali As-Surti.
  43. Syaikh Jasim bin Ahmad As-Suaidy.
  44. Syaikh Jam’an bin Jasim Ar-Ruwa’i.
  45. Syaikh Hasan bin Qari Muhammad Sa’id Al-Husaini.
  46. Syaikh Ahmad bin Faruq Al-Syaikh.
  47. Syaikh Khalid bin Abdurrahman ASy-Syunu.
  48. Syaikh Zakariya bin Umar Al-Kawari.
  49. Syaikh Salman bin Du’aij bin Hamad.
  50. Syaikh Salman bin Said Al-Misy’al.
  51. Syaikh Thariq bin Khalifah Al-BanKhalil.
  52. Syaikh Thaha bin Hasan Al-Qaldari.
  53. Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Hamady.
  54. Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Kuhji.
  55. Syaikh Abdullah bin Qari Muhammad Sa’id Al-Husaini.
  56. Syaikh Abdul Basith bin Shalih Ad-Dausury.
  57. Syaikh Abdul Khaliq bin Amin bin Abdul Qadir.
  58. Syaikh Abdun Nashir bin Abdullah bin Ibrahim.
  59. Syaikh ‘Isham bin Muhammad bin Ishaq Al-‘Abbasi.
  60. Syaikh ‘Affan bin Hssan Az-Ziyadi.
  61. Syaikh Ali bin Khalifah Az-Ziyani.
  62. Syaikh Ali bin Muhammad bin Mathar.
  63. Syaikh Mubarok bin Muhammad Al-Mudhi Ad-Dausury.
  64. Syaikh Muhammad bin Ahmad Al-Mu’alla.
  65. Syaikh Muhammad bin Jumu’ah Al-Maliki.
  66. Syaikh Muhammd bin Hamzah Flamurzi.
  67. Syaikh Muhammad bin Khalid bin Ibrahim.
  68. Syaikh Muhammad bin Ash-Shiddiq bin Ahmad.
  69. Syaikh Muhammad bin Abdullah janahi.
  70. Syaikh Muhammad bin Ali Asy-Syafi’i.
  71. Syaikh Muhammad bin Walid Al-Khajah.
  72. Syaikh Muhammad Rafiq bin Qari Muhammad Sa’id Al-Husaini.
  73. Syaikh Mahmud bin Ahmad An-Nu’aimy.
  74. Syaikh Nashir bin Jasim Al-Fayiz.
  75. Syaikh Nabil bin Khalil bin Ali bin Shalih.
  76. Syaikh Nabil bin Muhammad bin Shalih.
  77. Syaikh Nashib bin Khidhr bin Sa’id.
  78. Syaikh Hisyam bin Husain Ar-Rumaitsi.
  79. Syaikh Syaikh Wadhah bin Ali Al-‘Abasi.
  80. Syaikh Yusuf bin Abdurrahman Faqih.
  81. Syaikh yusuf bin Muhammad Ar-Ris.

Penerjemah: Abu Asybal Usamah/ voaislam.com, Selasa, 22 Jan 2013

***

بيان علماء السنة في البحرين بشأن العدوان الفرنسي على مالي

Monday 21 January 2013

Bayan al ulama_86234237812

مفكرة الإسلام (خـاص): أصدر العلماء والدعاة في مملكة البحرين بيانًا أدانوا فيه العدوان الغاشم” الذي تشنه فرنسا ضد المسلمين في مالي، معتبرةً الأمر تدخلاً سافراً في شؤون الدول الإسلامية ، وتعدِّياً لا يمكن السكوت عنه“.

وحذر البيان الذي وقع عليه ما يربو على الثمانين من علماء مملكة البحرين ودعاتها، “الدول العربية والإسلامية من مغبَّةِ معاونة الجيش الفرنسي في حربه لمالي”، مستندين إلى ما أجمع عليه الأئمة الأعلام بشأن “حُرمة دعم ومساندة الكافرين في حربهم على المسلمين ، بل عدَّه جماعة من المحقِّقين من نواقض الإسلام“.

ودعا البيان الذي وصل “مفكرة الإسلام” نسخة منه “قادة الدول الإسلامية لتحمل مسؤوليتهم تجاه ما يحدث لإخواننا في مالي”، كما طالب “منظمة التعاون الإسلامي أن يكون لها دورٌ في وقف هذه الحرب الجائرة“.

وحث علماء البحرين “الأئمة والخطباء والدعاة إلى تعريف الناس بمحنة الشعب المالي ، وواجب المسلم تجاه هذه المحنة، وبيان أهمية مساندة الشعب المالي ودعمهم وإغاثتهم والدعاء لهم بأن يفرج الله عنهم“.

وفيما يلي نص البيان:

بيان العلماء والدعاة بمملكة البحرين

بشأن العدوان الفرنسي على مالي

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه ، أما بعد :

فمنذ أحداث الحادي عشر من سبتمبر ( 2001م ) ونحن نتابع ببالغ القلق ما يجري لبلداننا العربية والإسلامية الواحدة تلو الأخرى تحت ذريعة الحرب على الإرهاب ، هذه الحجة التي باتت مُعدة مسبقًا لتبرير استباحة أي دولة من دولنا العربية والإسلامية ، وآخرها العدوان الفرنسي على مالي ، الذي لم يُخفِ الرئيس الفرنسي أنه يهدف من خلال عدوانه إلى محاربة تطبيق أحكام الشريعة الإسلامية في مالي لتحقيق السلام العالمي – بزعمه – .

وإن مما يؤسف له أن يأتي هذا العدوان الآثم تحت مظلة مجلس الأمن الذي من المفترض أن يكون حامياً للسلام العالمي – بحسب ما يُدَّعى – ، وبدعمٍ من الدول الكبرى بهذا المجلس ، الأمر الذي يذكرنا بالحقبة البائدة لاحتلال العالم العربي والإسلامي .

ولم تعد سياسة الكيل بمكيالين التي تتعامل بها الدول الغربية ومؤسساتها معنا بخافية على أحد ، ففي الوقت الذي تتدخل فيه بمالي تتعامى هذه الدول وتلكم المنظمات تمامًا عن الجرائم اليومية البشعة التي يعاني منها الشعب السوري منذ قرابة السنتين ، ناهيك عن حملات الإبادة والتهجير التي تلاقيها الأقلية المسلمة في بورما ( أراكان ) !

وإنه من واجب مسؤوليتنا الدينية فإننا نُدين هذا العدوان الغاشم على إخواننا في مالي والذي يُعتبر تدخلاً سافراً في شؤون الدول الإسلامية ، وتعدِّياً لا يمكن السكوت عنه ، وندعو الشعب المالي إلى الوقوف صفاً واحداً لصد هذا العدوان عن بلادهم والدفاع عن أعراضهم وأموالهم ، ونبشرهم بأن من مات منهم مُقبلاً غير مُدبر مدافعاً بذلك عن دينه ونفسه وعرضه وماله فإنه يكون شهيداً بإذن الله ، فقد صحَّ عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قوله : ( من قُتل دون ماله فهو شهيد ، ومن قُتل دون دمه فهو شهيد ، ومن قُتل دون دينه فهو شهيد ، ومن قُتل دون أهله فهو شهيد ) ، والعاقبة وإن طال أمدها فإنها لأهل التقوى { وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلُيَبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعَبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ } [النور: 55] .

كما نُحذِّر الدول العربية والإسلامية من مغبَّةِ معاونة الجيش الفرنسي في حربه لمالي ، فقد قال الله تبارك وتعالى: { لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ } [آل عمران: 28] قال الإمام الطبري – رحمه الله – في تفسير هذه الآية (5/315-316) : ( معنى ذلك : لا تتخذوا أيها المؤمنون الكفار ظهراً وأنصاراً ، توالونهم على دينهم ، وتظاهرونهم على المسلمين من دون المؤمنين ، وتدلونهم على عوراتهم ، فإنه من يفعل ذلك فليس من الله في شيء ، يعني بذلك فقد برِئَ من الله ، وبرئ الله منه بارتداده عن دينه ودخوله في الكفر ، إلا أن تتقوا منهم تقاة : إلا أن تكونوا فـي سلطانهم ، فتـخافوهم علـى أنفسكم ، فتُظهروا لهم الولاية بألسنتكم ، وتضمروا لهم العداوة ، ولا تشايعوهم علـى ما هم علـيه من الكفر ، ولا تعينوهم علـى مسلـم بفعل ) ا.هـ

وقد أجمع الأئمة الأعلام على حُرمة دعم ومساندة الكافرين في حربهم على المسلمين ، بل عدَّه جماعة من المحقِّقين من نواقض الإسلام .

والواجب على المسلم أن يُناصر إخوانه ويكون عوناً لهم ، فالمسلمون كما ورد في الحديث تتكافأ دماؤهم، ويسعى بذمتهم أدناهم ، وهم يدٌ على من سواهم ، قال تعالى : { وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ } [التوبة: 71] .

ومن هنا فإننا ندعو قادة الدول الإسلامية لتحمل مسؤوليتهم تجاه ما يحدث لإخواننا في مالي ، انطلاقاً من الأخوة الإيمانية التي تربط بيننا ، كما ندعو منظمة التعاون الإسلامي أن يكون لها دورٌ في وقف هذه الحرب الجائرة على إخواننا ، والتي تستهدف الشعب المالي الذي يمثل المسلمون منه أكثر من خمس وتسعين بالمائة .

كما نحث الأئمة والخطباء والدعاة إلى تعريف الناس بمحنة الشعب المالي ، وواجب المسلم تجاه هذه المحنة، وبيان أهمية مساندة الشعب المالي ودعمهم وإغاثتهم والدعاء لهم بأن يفرج الله عنهم .

نسأل الله تعالى أن يكتب نصره المبين لأوليائه الصالحين ، وأن يكف أيدي الكافرين والظالمين ، ويكفِناهم بما شاء وكيف شاء ، فهو نعم المولى ونعم النصير ، ولا حول ولا قوة إلا بالله .

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين .

صدر : يوم الإثنين 9 ربيع الأول 1434 ه – 21/1/2013 م

أسماء الموقعين على البيان :

1.    القاضي سماحة الشيخ إبراهيم بن عبد اللطيف آل سعد

2.    فضيلة الشيخ الدكتور عبداللطيف بن محمود آل محمود

3.    فضيلة الشيخ المقرئ قاري محمد سعيد الحسيني

4.    فضيلة الشيخ مصطفى بن نور الواعظ

5.    القاضي فضيلة الشيخ حمد الفضل الدوسري

6.    القاضي فضيلة الشيخ جلال بن يوسف الشرقي

7.    القاضي فضيلة الشيخ راشد بن حسن البوعينين

8.    القاضي فضيلة الشيخ عبدالله بن إبراهيم آل خليفة

9.    القاضي فضيلة الشيخ عبد الله بن حسين المالكي

10. القاضي فضيلة الشيخ عبد الله بن عدنان القطان

11.  القاضي فضيلة الشيخ الدكتور عبد الرحمن بن ضرار الشاعر

12.  القاضي فضيلة الشيخ الدكتور عبد الرحمن بن محمد الفاضل

13. القاضي فضيلة الشيخ عبد الإله بن أحمد المرزوقي

14. القاضي فضيلة الشيخ عدنان بن عبدالله القطان

15.  القاضي فضيلة الشيخ الدكتور فيصل بن عبد الله الغرير

16. القاضي فضيلة الشيخ الدكتور ياسر بن عبد الرحمن المحميد

17. فضيلة الشيخ الدكتور أحمد بن محمود آل محمود

18. فضيلة الشيخ الدكتور أحمد بن يعقوب العطاوي

19. فضيلة الشيخ الدكتور باسم بن أحمد بن عامر

20. فضيلة الشيخ الدكتور خالد بن خليفة السعد

21. فضيلة الشيخ الدكتور صلاح بن علي الزياني

22. فضيلة الشيخ الدكتور عادل بن حسن الحمد

23. فضيلة الشيخ الدكتور عبد الله بن أحمد الحاي

24. فضيلة الشيخ الدكتور عبدالرحيم بن محمود آل محمود

25. فضيلة الشيخ الدكتور عبداللطيف بن أحمد الشيخ

26. فضيلة الشيخ الدكتور عيسى بن جاسم المطوع

27. فضيلة الشيخ الدكتور ناجي بن راشد العربي

28. فضيلة الشيخ الدكتور ناصر بن عبدالله الفضالة

29. فضيلة الشيخ إبراهيم بن طارق بن منصور

30. فضيلة الشيخ إبراهيم بن عبد الرحمن الخدري

31. فضيلة الشيخ إبراهيم بن قاسم الغانم

32. فضيلة الشيخ إبراهيم بن محمد الحادي

33. فضيلة الشيخ إبراهيم بن محمد بوصندل

34. فضيلة الشيخ أحمد بن إبراهيم صويلح

35. فضيلة الشيخ أحمد بن عادل العازمي

36. فضيلة الشيخ أحمد بن عبدالرحمن العسيري

37. فضيلة الشيخ أحمد بن عبدالرحيم آل محمود

38. فضيلة الشيخ أحمد بن محمد بن يوسف

39. فضيلة الشيخ أمين بن عبدالقادر بن نور الدين

40. فضيلة الشيخ أمين بن محمد النوبي

41. فضيلة الشيخ أيوب محمد بن عرفة

42. فضيلة الشيخ بدر بن علي السورتي

43. فضيلة الشيخ جاسم بن أحمد السعيدي

44. فضيلة الشيخ جمعان بن جاسم الرويعي

45. فضيلة الشيخ حسن بن قاري محمد سعيد الحسيني

46. فضيلة الشيخ حمد بن فاروق الشيخ

47. فضيلة الشيخ خالد بن عبد الرحمن الشنو

48. فضيلة الشيخ زكريا بن عمر الكواري

49. فضيلة الشيخ سلمان بن دعيج بن حمد

50. فضيلة الشيخ سلمان بن سائد المشعل

51. فضيلة الشيخ طارق بن خليفة البنخليل

52. فضيلة الشيخ طه بن حسن القلداري

53. فضيلة الشيخ عبد الله بن محمد الحمادي

54. فضيلة الشيخ عبد الله بن محمد الكوهجي

55. فضيلة الشيخ عبد الله بن قاري محمد سعيد الحسيني

56. فضيلة الشيخ عبد الباسط بن صالح الدوسري

57. فضيلة الشيخ عبدالخالق بن أمين بن عبدالقادر

58. فضيلة الشيخ عبدالناصر بن عبدالله بن إبراهيم

59. فضيلة الشيخ عصام بن محمد بن إسحاق العباسي

60. فضيلة الشيخ عفان بن حسان الزيادي

61. فضيلة الشيخ علي بن خليفة الزياني

62. فضيلة الشيخ علي بن محمد بن مطر

63. فضيلة الشيخ مبارك بن حمد المضحي الدوسري

64. فضيلة الشيخ محمد بن أحمد المعلا

65. فضيلة الشيخ محمد بن جمعة المالكي

66. فضيلة الشيخ محمد بن حمزة فلامرزي

67. فضيلة الشيخ محمد بن خالد بن إبراهيم

68. فضيلة الشيخ محمد بن الصديق بن أحمد

69. فضيلة الشيخ محمد بن عبدالله جناحي

70. فضيلة الشيخ محمد بن علي الشافعي

71. فضيلة الشيخ محمد بن وليد الخاجة

72. فضيلة الشيخ محمد رفيق بن قاري محمد سعيد الحسيني

73. فضيلة الشيخ محمود بن أحمد النعيمي

74. فضيلة الشيخ ناصر بن جاسم الفايز

75. فضيلة الشيخ نبيل بن خليل بن علي بن صالح

76. فضيلة الشيخ نبيل بن محمد بن صالح

77. فضيلة الشيخ نصيب بن خضر بن سعيد

78. فضيلة الشيخ هشام بن حسين الرميثي

79. فضيلة الشيخ وضاح بن علي العبسي

80. فضيلة الشيخ يوسف بن عبد الرحمن فقيه

81.

 

فضيلة الشيخ يوسف بن محمد الريس

 

http://www.islammemo.cc/akhbar/arab/2013/01/21/163091.html

(nahimunkar.com)

(Dibaca 182 kali, 1 untuk hari ini)