Saat bepergian ke Ummul Qura, Mekkah, Imam Ahmad bin Hanbal bertemu dengan Imam Syafi’i. Usia Imam Syafi’i saat itu lebih tua 16 tahun dari Imam Ahmad. Imam Ahmad kemudian menimba ilmu pada Imam Syafi’i terkait nasab-nasab Quraisy, ilmu fiqih dan beberapa riwayat hadits.

Di antara riwayat terbaik Imam Ahmad dari Imam Syafi’i adalah riwayat dari Malik bin Anas dari Az-Zuhri dari Abdul Hamid bin Ka’ab bin Malik dari ayahnya, ia berkata, Rasulullaah ﷺ bersabda, “Jika orang beriman meninggal, maka ruhnya akan beterbangan dan hinggap di pepohonan surga hingga Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari kebangkitan.” [HR. Thabrani] .

Saat mengunjungi Baghdad, Imam Syafi’i melihat kondisi Imam Ahmad yang tidak akan makan selain dari hasil pekerjaannya sendiri, meski sebenarnya pekerjaannya tidak mencukupi keperluan makan dan kebutuhan sehari-harinya.

Murid-murid Imam Ahmad bin Hanbal mengetahui bahwa beliau sangat memuliakan Imam Syafi’i. Imam Ahmad berwasiat kepada murid-muridnya untuk membaca kitab-kitab Imam Syafi’i seraya berujar, “Tidak seorang pun menulis kitab-kitab, sejak kitab-kitab itu ada, yang lebih mengikuti Sunnah melebihi Imam Syafi’i.” [Biografi Empat Imam Mazhab, karya Abdul Aziz Asy-Syinawi]

Imam Syafi'i dan Imam Ahmad

Pertemuan antara Imam Syafi'i dengan Imam Ahmad bin Hanbal.Saat bepergian ke Ummul Qura, Mekkah, Imam Ahmad bin Hanbal bertemu dengan Imam Syafi'i. Usia Imam Syafi'i saat itu lebih tua 16 tahun dari Imam Ahmad. Imam Ahmad kemudian menimba ilmu pada Imam Syafi'i terkait nasab-nasab Quraisy, ilmu fiqih dan beberapa riwayat hadits.Di antara riwayat terbaik Imam Ahmad dari Imam Syafi'i adalah riwayat dari Malik bin Anas dari Az-Zuhri dari Abdul Hamid bin Ka'ab bin Malik dari ayahnya, ia berkata, Rasulullaah ﷺ bersabda, "Jika orang beriman meninggal, maka ruhnya akan beterbangan dan hinggap di pepohonan surga hingga Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari kebangkitan." [HR. Thabrani] .Saat mengunjungi Baghdad, Imam Syafi'i melihat kondisi Imam Ahmad yang tidak akan makan selain dari hasil pekerjaannya sendiri, meski sebenarnya pekerjaannya tidak mencukupi keperluan makan dan kebutuhan sehari-harinya.Murid-murid Imam Ahmad bin Hanbal mengetahui bahwa beliau sangat memuliakan Imam Syafi'i. Imam Ahmad berwasiat kepada murid-muridnya untuk membaca kitab-kitab Imam Syafi'i seraya berujar, "Tidak seorang pun menulis kitab-kitab, sejak kitab-kitab itu ada, yang lebih mengikuti Sunnah melebihi Imam Syafi'i." [Biografi Empat Imam Mazhab, karya Abdul Aziz Asy-Syinawi] Sumber Video: Serial Al-Imam [2018]

Posted by Cordova Media on Monday, August 20, 2018

Sumber Video: Serial Al-Imam [2018]

Via FB Cordova Media

(nahimunkar.org)

(Dibaca 700 kali, 7 untuk hari ini)