Pertemuan elit 212 dengan Jokowi (IST)

Umat Islam makin solid ketika Istana membocorkan dan mengkhianati pertemuan rahasia elit 212 dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ketika i’tikad baik malah dibalas dengan reaksi negatif dan upaya penggembosan, maka kandaslah harapan tersebut. Kekuatan ummat pun kian solid,” kata Pembela ulama dan NKRI, aktivis Silaturahmi Anak Bangsa Nusantara (SILABNA) Alireza Alatas dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (27/4).

Kata Alireza i’tikad baik dari elit 212 yang memenuhi undangan Presiden Jokowi, dibalas dengan keteledoran dari pihak Istana Kepresidenan dengan tersebarnya foto pertemuan tertutup.

“Padahal ulama yang mewakili elit 212 sudah diminta tidak membawa telepon genggam. Semua prosedur sudah dilakukan tapi mengapa foto yang tampak blur tersebut harus muncul ke permukaan?” tanya Alireza.

Alireza mengatakan, bisa jadi penyebaran foto tersebut bermodus menggemboskan kekuatan ummat dengan harapan elit dan aktivis 212 dan Habib Rizieq Syihab dikondisikan inkonsisten pada perjuangan ummat.

“Tapi harapan itu tak lebih dari sekedar isapan jempol belaka,” paparnya.

Ia mengatakan, penyebaran foto tersebut mengesankan bahwa Jokowi selaku presiden negara ini tak dapat dipercaya.

“Apakah mungkin Sekretariat Negara teledor menjaga kewibawaan seorang presiden sehingga Jokowi selaku Presiden Republik Indonesia terkesan tak mampu menjaga janji dan rahasia sebuah pertemuan,” kata Alireza.

Sumber: suaranasional.com

***

Beberapa tokoh yang hadir

Ada pertemuan penting di penghujung akhir pekan lalu. Diam-diam, Presiden Joko Widodo menerima petinggi Persaudaraan Alumni 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, dan Front Pembela Islam (FPI) di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu, 22 April 2018.

Para tokoh itu bertemu di tengah riuhnya isu politik Tanah Air jelang Pemilu Presiden 2019.

Dari foto yang viral di media sosial, tampak Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja putih tengah berjalan di area masjid, beriringan dengan sejumlah perwakilan dari Alumni 212, GNPF-MUI dan FPI.

Beberapa tokoh yang hadir terkonfirmasi adalah, KH Abah Rauf Bahar dari GNPF-MUI; Tokoh Alumni 212 yang juga Sekjen FUI, Ustaz Muhammad Al Khaththath, Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam; Ketua Presidium 212, Slamet Maarif; Ketua Umum FPI, KH Sobri Lubis dan Ketua GNPF MUI Yusuf Martak.

Selanjutnya, para perwakilan dari Persaudaraan Alumni 212 yang bertemu Presiden Jokowi akhir pekan lalu, disebut dengan Tim Sebelas dengan Ketuanya KH Misbahul Anam./ https://www.viva.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 733 kali, 1 untuk hari ini)