Kelompok bersenjata di Papua makin ganas, terus membantai warga sipil dan anggota TNI/Polri. Terakhir mereka membantai 34 karyawan PT Istaka. Sementara dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Rabu (28/8) tercatat tiga orang meninggal yakni dua warga sipil dan seorang anggota TNI AD.


Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui, pengiriman pasukan ke Nduga, Papua, karena adanya pembantaian 34 karyawan PT Istaka.


“Faktor itulah yang menyebabkan pasukan dikirim ke Nduga,” kata Jenderal Pol Tito Karnavian seusai pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat di Jayapura, Selasa malam.

Dikatakan dia, sebelum terjadi pembantaian karyawan PT Istaka ada beberapa kejadian yang dilakukan kelompok Egianus Kogoya, namun pihaknya tidak mengirim pasukan. Tetapi dengan adanya pembantaian ini maka pengiriman pasukan dilakukan untuk mengamankan wilayah tersebut.

Bila ada tokoh yang kredibel yang bisa menjamin keamanan di wilayah itu khususnya tidak ada lagi gangguan dari kelompok Egianus Kogoya maka penarikan pasukan bisa dipertimbangkan.


“Namun hingga kini tidak ada tokoh kredibel yang bisa menjamin keamanan di wilayah tersebut,” kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan.

Tiga Tewas

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja mengatakan, dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Rabu (28/8) tercatat tiga orang meninggal yakni dua warga sipil dan seorang anggota TNI AD.

“Tidak benar laporan tentang enam warga sipil yang tewas dan terluka dalam insiden tersebut. Yang pasti tiga orang meninggal dalam insiden tersebut yakni dua warga sipil dan anggota TNI AD meninggal,” kata Irjen Pol Rodja kepada ANTARA yang menghubungi dari Jayapura, Rabu malam.

Dikatakan, insiden yang berakhir kerusuhan itu berawal dari demo yang dilakukan sekitar 100 orang yang melakukan orasi di halaman kantor bupati Deiyai, namun tiba-tiba datang sekitar 1.000-an orang yang berlari-lari kecil dan sebagian di antara menyerang aparat keamanan.

sumber: harianterbit/ kontenislam.com Agustus 29, 2019 

 

***

 

 

Semalam Papua Sedang Mencekam, Presiden Jokowi Masih Sempat Terpingkal-pingkal Nonton Wayang

 

  • Papua Mencekam! Internet mati, Telekomunikasi mati, Listrik mati, Telkom dibakar, Toko dijarah, Lapas dijebol… dan Jokowi masih sempat terpingkal-pingkal dihibur pelawak di tontonan wayang..
  • Jokowi Terpingkal-pingkal Dihibur Wayang dan Pelawak Kirun di Purworejo Jawa Tengah.
  • Dikibarkannya Bendera Bintang Kejora di Depan Istana oleeh para pendeemo dari Papua (28/8 2019), Teringat Beberapa Hari Lalu Ada Peristiwa Ini: Banten Digoncang Gempa, Malam Itu Juga (Jumat 2/8/2019) Istana Joget Goyang Campur Sari dalam Wayangan. 

Silakan simak berita berikut ini.

 

***

 

Papua Mencekam! Internet mati, Telekomunikasi mati, Listrik mati, Telkom dibakar, Toko dijarah, Rutan dijebol.. Jokowi masih sempat terpingkal


 

— Papua Mencekam! Internet mati, Telekomunikasi mati, Listrik mati, Telkom dibakar, Toko dijarah, Lapas dijebol… dan Jokowi masih sempat terpingkal-pingkal dihibur pelawak..

— Jokowi Terpingkal-pingkal Dihibur Wayang dan Pelawak Kirun di Purworejo.


Jayapura Mencekam Malam Tadi: Kaum Wanita Ikut Meronda, Pertokoan Dijarah

Kondisi Kota Jayapura, Papua mencekam pada malam tadi pasca demo berakhir rusuh. Sejumlah pertokoan dijarah dan warga pun harus meningkatkan keamanan.

Warga di Kota Jayapura malam tadi meningkatkan keamanan lingkungan sekitar pascademo berakhir rusuh. Bahkan kaum wanita pun ikut meronda untuk menjaga keamanan lingkungan di sekitar mereka.

Dikutip dari laporan Antara di Dok 8 Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura, Kota Jayapura, Jumat (30/8/2019), para warga terlihat secara bergiliran melakukan ronda sejak malam hari dalam keadaan gelap dan tanpa adanya jaringan komunikasi.

Sementara itu sejumlah warga lainnya memilih bertahan dan menginap di kantor atau fasilitas milik negara. Mereka memilih untuk tidak pulang ke rumah karena pada Kamis (29/8) malam situasi belum bisa dipastikan kondusif.

Pantauan di sejumlah titik di Kota Jayapura pada Kamis (29/8) malam hari, tampak jalan raya dalam keadaan gelap karena listrik padam dan banyak jalur yang masih diblokir warga. Selain itu batu-batu hingga botol kemasan air sisa demo berakhir rusuh masih berserakan di jalan.

Bangunan-bangunan yang dibakar juga masih mengeluarkan asap. Terlihat di sejumlah jalan Kota Jaya Pura terjadi aksi penjarahan pada toko-toko yang dibakar sehingga banyak warga yang memilih jalan lain.

Sekitar jam 21:00 WIT, massa yang menduduki kantor Gubernur Papua di Jayapura baru membubarkan diri.

Sebelumnya terjadi unjuk rasa yang berujung rusuh di kota Jayapura, Kamis (29/8/2019). Unjuk rasa yang dimulai sejak pagi waktu setempat tersebut berlangsung hingga petang.

Link: https://news.detik.com/berita/d-4686376/jayapura-mencekam-malam-tadi-kaum-wanita-ikut-meronda-pertokoan-dijarah

Kantor Telkom Dibakar Massa

Kantor Telkom Indonesia yang terletak di Jayapura, Papua dibakar oleh massa demo. Hal ini dibenarkan oleh Manager Media Relation Telkomsel Singue Kilatmaka.

“Benar, karena itu Grapari tutup karena terletak sama dengan kantor Telkom. Yang dibakar kantor Telkomnya,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/8).

Sebelumnya, dikutip dari kantor berita Antara, hasil pemantauan melihat dari kejauhan Kantor Pos dan Kantor Telkomsel Jayapura terbakar.

Antara juga melihat dari kejauhan Kantor Pos dan Kantor Telkomsel Jayapura terbakar. Massa juga membakar mobil di jalan serta melempari gedung pertokoan dan perkantoran,” tulis Antara.

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190829161725-185-425821/demo-di-jayapura-kantor-telkom-dibakar-massa

Gedung MRP Dibakar, Rutan Dijebol

 Demonstrasi berujung kerusuhan terjadi di Kota Jayapura, Papua. Massa memenuhi jalan dan merusak bangunan yang dilewati.

Menko Polhukam Wiranto sudah menerima laporan mengenai kondisi terkini di Jayapura. Wiranto menyesalkan tindakan anarkistis yang merugikan.

“Hari ini saya juga mendapat laporan demo yang berjalan di Abepura ke Jayapura sudah membakar gedung MRP, ya menjebol rumah tahanan,” kata Wiranto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Link: https://news.detik.com/berita/d-4685643/jayapura-rusuh-wiranto-gedung-mrp-dibakar-rutan-dijebol

***

Jokowi Terpingkal-pingkal Dihibur Wayang dan Pelawak Kirun di Purworejo

Presiden Jokowi menyaksikan pentas wayang kulit di Purworejo, Jawa Tengah tadi malam. Jokowi terlihat berkali-kali tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan ulah pelawak Kirun yang tampil di tengah pertunjukan wayang.

Didampingi oleh ibu negara Iriana dan pejabat lainnya, Jokowi menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang digelar di Alun-alun Kota Purworejo, Kamis (29/8/2019) malam.

 

Link: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4686326/jokowi-terpingkal-pingkal-dihibur-wayang-dan-pelawak-kirun-di-purworejo


[Video Papua] 

Pak @jokowi Papua membutuhkan solusi..

Demo Jayapura Rusuh, Massa Bakar Kantor Telkom dan Lempari Hotel

Semoga cepat kondusif ?https://t.co/IWSHlpzEcK pic.twitter.com/tNj29UdLLX

— Maudy Asmara (@Asmara_Maudy) August 29, 2019

Jayapura today. pic.twitter.com/lG5UngsnXQ

— febriana firdaus (@febrofirdaus) August 29, 2019

Breaking News..
Jayapura ricuh
Kantor telkomsel, kantor pos, spbu, kendaraan dibakar massa

voice, sms dan internet diblokir
Hanya bisa akses wifi di hotel
(Wartawan RRI setempat)#CegahReferendumPapuapic.twitter.com/Wow7qeVaUF

— Bandit Tobat (@_Darkah) August 29, 2019

Pembakaran di Papua kemarin. 
Krisis ini tidak bisa lagi diabaikan dengan alasan apapun. 
Apalagi cuma sibuk bagi sertifikat.

Kami menuntut penanganan serius!!
SERIUS.
Dalam bingkai NKRI dan dengan pendekatan dialog!@BecaknyaWiwis#ReferendumNoNKRIYes
pic.twitter.com/CR2ZyGKCb1

— Bagong (@bayangan_semar) August 29, 2019

 

portal-islam.id, Jumat, 30 Agustus 2019  BERITA NASIONAL

 

***

 

Dikibarkannya Bendera Bintang Kejora di Depan Istana, Teringat Beberapa Hari Lalu Ada Peristiwa Ini: Banten Digoncang Gempa, Malam Itu Juga Istana Joget Goyang Campur Sari dalam Wayangan 


Silakan simak baik-baik.
***

Pembela Kecurangan Tingkat Tinggi

Ilustrasi foto picluck. Prabu Kresna menuju Astina menaiki kereta Jaladara.
Ada tokoh yang dipuji, diteladani, dan terkenal seantero kehidupan di dunianya. Ketika tokoh itu ditampilkan atau diceritakan, maka banyak yang memujinya, mengidolakannya, dan merasa suka bila sederajat dengannya.
Rupanya di dunia perwayangan ada yang lakonnya sedemikian rupa. Sehingga tokoh wayang itu disubyo-subyo di mana-mana, dihormati, dipuji, dan ditempatkan pada posisi tinggi lagi terpilih hingga diteladani. 
Namun dibalik hingar bingar kehidupannya yang terhormat itu ternyata dalam kisah kehidupannya, dia adalah sosok pembela kecurangan tingkat tinggi.
Nah, bagaimana ceritanya tentang dunia perwayangan itu, silakan simak baik-baik, berita dan ulasan berikut ini.
*** 
Banten Digoncang Gempa, Malam Itu Juga Istana Joget Goyang Campur Sari dalam Wayangan


Pertunjukan wayang di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/8/2019). (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

n Banten Digoncang Gempa, Malam Itu Juga Istana Joget Goyang Campur Sari dalam Wayangan 
n Jokowi Wayangan ‘Kresno Jumeneng Ratu’, Apa Pesannya?’
n Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima mengatakan lakon Kresna Jumeneng Ratu merepresentasikan seorang raja yang bijaksana dalam memerintah negara.
n Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu [Al Ahzab:21]
n Kresno (yang dipuji-puji orang tersebut) adalah pembela yang melestarikan perselingkuhan antara Arjuna dan Banowati Istri Raja Astina Duryudono 
n Pantaskah meneladani tokoh wayang?

*** 
Gempa Guncang Jakarta, Tamu Pagelaran Wayang Kulit di Istana Panik


Gempa Magnitudo 7,4 yang berpusat di Banten terasa hingga Jakarta. Guncangan gempa juga terasa di Istana Kepresidenan Jakarta.


“Ada gempa, ada gempa. Itu lampunya goyang-goyang,” ucap salah satu tamu undangan dan para wartawan.
Meski begitu, para tamu undangan tetap menghadiri acara pagelaran wayang kulit di halaman Istana Merdeka. Acara pun tetap dilangsungkan./ Jumat, 2 Agustus 2019 19:52 Reporter : Merdeka
*** 
Getaran Gempa Terasa hingga Istana Kepresidenan di Tengah Pertunjukan Wayang
Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum’at 02 Agustus 2019 21:29 WIB

JAKARTA – Gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah Banten, Jumat (2/8/2019) malam. Getaran gempa terasa hingga sejumlah wilayah sekitar.
Guncangan gempa yang berpotensi tsunami tersebut juga terasa hingga Istana Kepresidenan, Jakarta, yang tengah menggelar acara pertunjukan wayang yang dibawakan Dalang Ki Mantep Sudarsono.
Acara wayang ini bertema ‘Kresno Jumeneng Ratu’ dengan dalang Ki Manteb Soedharsono. Jokowi sempat menyalami tamu yang hadir sebelum duduk di bangku yang telah disediakan. Acara lalu dibuka dengan sambutan Menteri Sekretari Negara sekaligus Ketua Panitia Acara Peringatan HUT RI, Pratikno.
Kemudian dilanjutkan dengan penampilan penyanyi campur sari yang sedang hangat dibicarakan publik, Didi Kempot. Tembang yang dilantunkan membuat sebagian besar tamu yang hadir ikut bergoyang. Setelah penampilan Didi itu, baru lah Jokowi maju ke atas panggung.

Acara pertunjukan wayang di halaman Istana Merdeka Jakarta itu meski diguncang gempa, acara pun tetap berlangsung.
Presiden Joko Widodo juga menghadiri acara ini. Rencananya Kepala Negara juga menonton acara ini hingga pukul 01.00 WIB dini hari./ today.line.me/ okezonecom Jum’at 02 Agustus 2019 21:29 WIB
*** 
Jokowi Tanggap Wayang, PDIP Cerita Makna Kresna
Kalahkan Raksasa


Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima mengatakan lakon Kresna Jumeneng Ratu merepresentasikan seorang raja yang bijaksana dalam memerintah negara. Selain itu lakon Kresna merupakan raja yang biasa memecahkan masalah dengan akal sehat.
“Raja menolak pendekatan kekuasaan yang otoriter. Hal tersebut tercermin dalam diri Kresna,” katanya lewat pesan singkat, Jumat, 2 Agustus 2019.
Menurut Aria, lakon Kresna Jumeneng Ratu memiliki makna di periode kedua, Jokowi bakal lebih mendengar aspirasi rakyat, memutuskan kebijakan dengan lugas dan demokratis demi kepentingan masyarakat. “Atau visioner partisipatif,” ujarnya./ nasional.tempo.co Jumat, 2 Agustus 2019 13:21 WIB
***

Jokowi Wayangan ‘Kresno Jumeneng Ratu’, Apa Pesannya?’…Ajakan untuk membawa kemajuan,’ kata politikus PDIP Eva Kusuma Sundari. 
Halah Itu tergantung pesan sponsor. Pak dalang yang penting bayarannya/ headtopics.com
*** 
Pantaskah meneladani tokoh wayang?


Bagi umat Islam sudah ada panutan yang jelas. Silakan simak petunjuk suci dari Allah Ta’ala:
{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا} [الأحزاب: 21] 
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [Al Ahzab:21]

{ قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ} [الممتحنة: 4]
4. Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. “. [Al Mumtahanah:4]
***

Kresno adalah pembela yang melestarikan perselingkuhan antara Arjuna dan Banowati Istri Raja Astina Duryudono 


Perselingkuhan Arjuna dengan Banowati istri Duryudono keburu di ketahui oleh Aswatama.

Aswatama Putra Begawan Durna itulah yang akhirnya membuka aib antara Arjuna dan Banowati di hadapan Duryudana. Murkalah sang raja Hastinapura atas kejadian memalukan yang di lakukan Arjuna pada calon istrinya. Setelah menyelesaikan ritual pernikahannya, Duryudana bersumpah di hadapan Banowati. Jika kelak lahir seorang anak laki laki, maka anak itu adalah anak dari hasil hubungannya dengan Duryudana dan akan menjadi pewaris utama tahta Hastinapura kelak. Tapi jika ternyata yang lahir adalah anak perempuan, maka Banowati harus menerima hukuman berat karena itu di anggap sebagai hasil hubungan gelap Banowati dengan Arjuna.
Dengan bantuan Krisna, akhirnya Banowati mendapatkan bayi pengganti berjenis kelamin laki laki. Bayi yang kemudian di anggap Duryudana sebagai anak kandungnya itu di beri nama Lesmana Mandrakumara. Sementara putri Banowati (hasil hubungan gelap dengan Arjuna) yang di rawat oleh salah satu istri selir Arjuna, Dewi Mahuhara, di beri nama Pergiwati.
Kisah percintaan (selingkuh) antara Arjuna dan Banowati pun berlanjut./ gubrakindonesia.com/
*** 
Nah, peran Kresno yang melestarikan perselingkuhan di kalangan elit kerajaan perwayangan itu, bukankah dia dalam ceritanya tersebut berarti merupakan sosok pembela kecurangan (bahkan perselingkuhan di tingkat kerajaan wayang) tingkat tinggi?

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 6.886 kali, 1 untuk hari ini)