Imam Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman bin Abdul Azis As-Sudais berpesan agar umat Islam memegang teguh ajaran Al-Qur’an jika ingin selamat dan mendapat keberkahan di dunia dan akhirat.

“Umat Islam wajib berakhlak dengan akhlak Al-Qur’an, mulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi. Gunakan nilai-nilai Al-Qur’an dirumah, di lingkungan juga pada urusan politik” ujar Syeikh Sudais kepada wartawan di kantor Atase Agama Kerajaan Arab Saudi, di Jakarta, Kamis (30/10).

Menurut Doktor Ushul Fikih ini, dalam memegangi Al-Qur’an itu perlu mengikuti pemahaman para generasi pendahulu umat, itulah yang sesuai apa yang diikehendaki Allaah sebagai bentuk ideal umat Islam.
Yaitu umat pertengahan, antara ‘Tafrith dan Ifrath’. Antara sikap ekstrim berlebihan dan sebaliknya, terlalu memudah-mudahkan.
Pemahaman ini adalah pemahaman yang selamat terutama di tengah banyaknya fitnah atau kerusakan yang menimpa umat Islam saat ini.

Direncanakan Mengimami dan berkhutbah di Masjid Istiqlal Jakarta.

Sementara itu Republikacoid memberitakan, Kedatangan Imam Masjidil Haram, Syeikh As-Sudais ke Indonesia, sejak beberapa hari lalu. Selasa (28/10), Syeikh Sudais sempat menjadi pembicara pada seminar internasional bertema Nilai Moderat Alquran dan Hadis serta Penerapannya pada Masa Modern di Kerajaan Arab Saudi dan Republik Indonesia di Hotel Shangri-lla Jakarta.

Prof Ali Yaqub mengungkapkan, ”Informasi terakhir yang saya dapatkan, Jumat (31/10) sekitar pukul 10.00 WIB, Syeikh Sudais akan diterima Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. Dari istana, ia akan langsung ke Masjid Istiqlal,” paparnya.
Berbagai media massa memberitakan, Syaikh Sudais juga berkunjung ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Indonesia, Jakarta, dan lembaga Islam lainnya.
Inilah beritanya.
***

Ini Pesan Syaikh Sudais Kepada Penuntut Ilmu di Indonesia

Selasa 4 Muharram 1436 / 28 October 2014 12:40

DALAM kunjungannya ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2014), Syaikh Sudais berpesan akan pentingnya menuntut ilmu.

“Dalam menuntut ilmu agama hendaknya kita mengikuti metode pemahaman yang ditinggalkan Rasulullaah Sholallahu ‘Alaihi Wa Salla, dan para pendahulu umat ini, yaitu para sahabat, generasi tab’in dan tabiut tabi’iin, imam mahdzhab yang empat serta para ‘ulama ahlus Sunnah wal jama’ah,” ujar As Sudais.

Menurut Doktor Ushul Fikih ini, mengikuti pemahaman para generasi pendahulu umat berarti sesuai apa yang diikehendaki Allaah sebagai bentuk ideal umat Islam.

Yaitu umat pertengahan, antara ‘Tafrith dan Ifrath’. Antara sikap ekstrim berlebihan dan sebaliknya, terlalu memudah-mudahkan.

Pemahaman ini adalah pemahaman yang selamat terutama di tengah banyaknya fitnah atau kerusakan yang menimpa umat Islam saat ini.

Tidak lupa As Sudais mengingatkan akan pentingnya mengikuti akhlak tenggang rasa para ulama terutama ketika terjadi perbedaan pendapat.

Di akhir pertemuan, As Sudais mengingatkan bahwa sesungguhnya tidak ada yang membatasi hubungan antar umat Islam di seluruh Dunia.

“Kita kaum muslimin semuanya bersaudara,” ujarnya. [eza/Islampos]

***

Syeikh As-Sudais : Pegang Teguh Nilai Al-Qur’an Jika Ingin Bahagia

Imam Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman bin Abdul Azis As-Sudais berpesan agar umat Islam memegang teguh ajaran Al-Qur’an jika ingin selamat dan mendapat keberkahan di dunia dan akhirat.

“Umat Islam wajib berakhlak dengan akhlak Al-Qur’an, mulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi. Gunakan nilai-nilai Al-Qur’an dirumah, di lingkungan juga pada urusan politik” ujar Syeikh Sudais kepada wartawan di kantor Atase Agama Kerajaan Arab Saudi, di Jakarta, Kamis (30/10).

Hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Ibrahim Al Mubarak dan pengasuh Pondok Pesantrean Tahfidz Daarul Qur’an Ustadz Yusuf Mansur.

Dalam kesempatan tersebut Syeikh Sudais juga meminta umat Islam untuk menjaga Al-Qur’an dengan cara membaca, menghafal dan mengamalkannya.

“Al-Qur’an harus sering dibaca selayaknya koran dirumah kita, lalu setelah itu dihafal dan diamalkan” ujarnya.

Syeikh Sudais juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan organisasi Islam di Indonesia atas bantuan dan peran serta dalam menyebarkan dakwah Al-Qur’an.

(Berita dari PPPA Pusat Jakarta, Updated ( 2014-10-30 00:00:00 )
***

Dikabarkan Meninggal Dunia, Syaikh Abdurrahman As-Sudais Malah Muncul di Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Beberapa waktu lalu, beredar kabar di sosial media bahwa Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais telah meninggal dunia. Namun, kabar palsu (hoax) itu segera terbantah saat siang tadi, Syaikh Abdurrahman malah muncul di kampus LIPIA, Jalan Buncit Raya, Pejaten, Jakarta Selatan.

Beliau datang sekitar pukul 13.00 siang untuk memberikan ceramah di hadapan ratusan mahasiswa LIPIA dan sejumlah dosen.

Menurut Aminuddin, salah seorang mahasiswa LIPIA tingkat i’dad lughowi, pada kesempatan itu, Syaikh As-Sudais menyampaikan motivasi kepada para mahasiswa untuk belajar bahasa arab.

“Beliau menyampaikan fadhilah thalibul ilmi (keutamaan menuntut ilmu, red) dan motivasi belajar bahasa Arab. Karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran,” ujar Amin.

Syaikh As-Sudais juga menyampaikan hadits nabi tentang keutamaan orang yang menuntut ilmu.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَبْـتَغِي فِيْهِ عِلْمًا سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ، وَإِنَّ الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ .

Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.” [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3641), Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223)].

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Imam Masjidil Haram yang memiliki suara merdu itu telah meninggal dunia. Berikut ini adalah salah satu contoh siaran pesan palsu (hoax) yang masuk ke redaksi Kiblat.net.

“INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJIUN. Imam besar Makkah Imam Shaykh Abdur Rahman Sudais, hari ini meninggal dunia. Sholat jenazah dilakukan di Mekkah selepas subuh tadi. Alm telah menjadi Imam Makkah selama 20 th. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima smua amal ibadah alm. Aamiin.”

Reporter: Bunyanun Marsus

Editor: Fajar Shadiq

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.245 kali, 1 untuk hari ini)