.Ilustrasi/ fb

.

 

Ada kasus perusakan dua rumah di dekat Pesantren Darussunnah Kasihan Bantul Yogya, Ahad siang, 2 Maret 2014.  Para pelakunya tidak diketahui darimana.

Telah terjadi islah, Senin 10/3 2014, dan Pesantren Darussunnah dinyatakan tidak terlibat dan tidak bersalah. Hingga pendidikan dan dakwah Darussunnah disepakati  didukung semua pihak.

Laman situs Pesantren Darussunnah Yogya memberitakan sebagai berikut.

***

Penyelesaian Permasalahan di Nitipuran (Tempat Pesantren Darussunnah Berada)

 11 MARCH 2014 M | 10 JUMADA AL-ULA 1435 H

Alhamdulillah dengan taufik dan pertolongan dari Allah, permasalahan yang pekan lalu terjadi di kampung Nitipuran (tempat Pesantren Darussunnah berada) sebagaimana sempat simpang siur dalam pemberitaan media massa, telah berhasil diselesaikan bersama dengan musyawarah pada Senin (10/3) kemarin antara pengurus Darussunnah, tokoh dan perwakilan warga Nitipuran, di hadapan Bupati Bantul, Kapolres, Dandim, pejabat terkait diantaranya dari Kemenag, Diknas, Kemenof, SatpolPP, Ormas Islam, Camat Kasihan, Kapolsek, Lurah, dll. Dengan poin-poin kesimpulan diantaranya:

– Islah antara pihak yang terkait kejadian.
– Pesantren Darussunnah tidak terlibat dan tidak bersalah dalam kejadian.
– Kegiatan Pesantren Darussunnah kembali beraktivitas biasa mulai selasa (11/3) ini.
– Beberapa masukan evaluasi bagi Pesantren Darussunnah dalam rangka lebih menguatkan dakwah bersama warga sekitar.
– Himbauan dan dukungan kepada pengurus Darussunnah untuk segera mengurus ijin-ijin yang belum lengkap.
– Permasalahan/kasus dinyatakan ditutup/selesai dan semua pihak mendukung kegiatan dakwah dengan tetap menjalin hubungan baik bermasyarakat.

Alhamdulillah dengan kejadian tersebut insya Allah menjadi pengalaman berharga bagi semua pihak, serta insya Allah semakin menguatkan dakwah Yayasan Darussunnah kepada masyarakat sekitar pesantren.

Jazakumullahu khairan.

http://darussunnah.or.id/

***

Inilah berita peristiwanya

Sebelumnya, ada berita bahwa dua rumah warga di Dusun Nitipuran, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul dirusak puluhan massa bersenjata tajam pada Ahad siang, 2 Maret 2014.

Tempo.co memberitakan, Penyerangan itu diawali dengan kedatangan pengendara belasan sepeda motor yang lalu memarkir kendaraan mereka di dekat kompleks TK dan SD Darussunnah.  Begitu masuk dusun,  mereka menuju kawasan gang sempit di RT 08 Dusun Nitipuran dan merusak dua rumah warga setempat.

Kepala keamanan Dusun Nitipuran, Sriyono, mengatakan asal massa bersenjata tajam itu belum diketahui. Sejumlah penduduk menduga serangan itu buntut dari cekcok sebagian warga setempat dengan sejumlah orang tua siswa TK dan SD Darussunnah yang berlokasi di Nitipuran.

“Banyak warga, terutama ibu-ibu, sering marah karena merekangebut di jalan gang setiap mengantar anaknya,” kata Sriyono. Selain itu, penduduk juga melihat kebanyakan massa penyerang memakai atribut jubah. “Tapi, warga juga tak kenal dengan mereka,” katanya.

Pada Ahad sore, setelah penyerang bubar, Kepala Kepolisian Resor Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi Surawan dan anak buahnya datang. Dia mempertemukan korban dan perwakilan warga Nitipuran dengan Munajat, pengelola perguruan Darussunnah. “Sudah damai,” kata Surawan seusai pertemuan itu.

Munajat, kata Surawan, tidak mengetahui ihwal keributan tersebut dan identitas para penyerang masyarakat.  “Tapi Munajat mau memberikan ganti rugi ke warga yang jadi korban penyerangan,” kata Surawan. Dia berjanji mengejar para penyerang.

Dalam situsnya, perguruan tersebut berada di bawah naungan Yayasan Darussunnah Al-Islamy yang didirikan di Yogyakarta pada Mei 2008.  Ada tiga tujuan kegiatan dakwahahlussunnah wal jamaah, yaitu, pertama, sebagai lembaga pendidikan dan dakwah Islam ber-manhaj salaf.

Kedua, dakwah dengan mengajak umat untuk kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah yang sahih dengan pemahaman salafus shalih dan untuk hidup islami sesuai manhaj ahlussunnah wal jamaah. Terakhir, tashfiyah dan tarbiyah di atas manhaj ahlussunnah wal jama’ah.

Demikian peristiwa di dekat Darussunnah itu menurut berita tempo.co.

Kemudian dalam laman situs darussunnah diberitakan telah terjadi islah atas kejadian tersebut, dan pesantren Darussunnah tidak terlibat dan tidak bersalah, sehingga kegiatan pendidikan dan dakwah disepakati didukung semua pihak.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.965 kali, 1 untuk hari ini)